Blog

  • Dampingi Suami Hingga Akhir, Kesetiaan Istri Ini Viral

    Dampingi Suami Hingga Akhir, Kesetiaan Istri Ini Viral

    Ketika memutuskan untuk menikah, dalam suka maupun duka suami dan istri harus senantiasa melengkapi dan menjaga satu sama lain. Ketika sang istri sakit, suami wajib merawat hingga sembuh. Sebaliknya, ketika sang suami sakit, sang istri wajib merawat hingga sembuh.

    Berbagai kisah kesetiaan pasangan memang kerap kali membuat bergetar hati yang membacanya. Betapa tidak, jika kesetiaan tersebut benar-benar dibuktikan bahkan hingga maut memisahkan keduanya?

    Kisah perjuangan seorang istri yang setia mendampingi suaminya yang divonis oleh dokter mengidap kanker lidah hingga meninggal baru-baru ini mendadak viral di media sosial.

    Kisah ini dibagikan oleh seorang netizen dengan akun Facebook bernama Rezy Selvia Dewi pada Sabtu (5/8/2017).

    Melalui akun Facebook-nya tersebut, ia membagikan kisah dan perjuangannya saat mendampingi sang suami dalam melawan kanker lidah yang diidapnya, Andrie Kurnia Farid yang masih sehat hingga divonis dengan penyakit kanker lidah sampai penyakit tersebut merenggut nyawanya.

    Kisah tersebut kemudian menjadi viral di media sosial. Postingan ini sudah dibagikan sebanyak lebih dari 100 ribu kali dan juga mendapatkan komentar lebih dari 55 ribu kali.

    Akun Facebook Rezy Selvia Dewi mengisahkan awal mula sang suami mengidap penyakit mematikan kanker lidah tersebut.

    Pada mulanya, sang suami hanya mengeluh sakit di bagian bawah lidah dan mengiranya sebagai sariawan biasa saja.

    Kejadian tersebut pun terjadi pada awal tahun 2016 dan keduanya sempat membiarkan sakit sariawan tersebut dengan harapan nantinya akan sembuh dengan sendirinya.

    Namun, selang beberapa minggu, sariawan di lidah tersebut tidak kunjung sembuh meskipun sudah berobat, bahkan cabut gigi yang diduga sebagai penyebab sakit di lidahnya.

    Pada Agustus 2016, setelah segala pemeriksaan dijalani, pasangan suami istri ini pun dikejutkan dengan penjelasan dari dokter setelah Andrie menjalani operasi benjolan di lidah dan menjalani pemeriksaan Patologi Anatomi (PA) di laboratorium.

    Saat itu tepat tanggal 13 Agustus 2016, dokter memvonis Andrie positif kanker lidah dan 3/4 lidahnya sudah terkena kanker dan harus dilakukan operasi pengangkatan lidah.

    Bahkan disela-sela Rezy mendampingi suaminya, ia kembali berbadan dua karena itu memang permintaan suaminya yang menginginkan anak pertamanya bernama Zuma memilik adik.

    Kehamilan Rezy pun menjadi semangat Andrie untuk sembuh total dari penyakitnya tersebut.

    Segala pengobatan sudah dijalani, meski pada awalnya mereka lebih memutuskan untuk menjalani pengobatan alternatif terlebih dahulu.

    Namun, saat pengobatan alternatif tidak menunjukkan perkembangan apapun, Rezy dan Andrie pun memutuskan untuk mengikuti pengobatan medis.

    Pada 6 Juni 2017, anak kedua mereka pun lahir meski tanpa didampingi oleh suaminya dan berharap kehadiran anak yang diberi nama Zahabiya Assifa Farid ini menjadi semangat kesembuhan bagi Andrie.

    Namun, tampaknya Tuhan berkehendak lain, pasalnya Andrie terus mengalami penurunan kondisi meskipun sudah menjalani segala pengobatan dan operasi.

    Andrie pun menyerah dengan penyakitnya dan menghembuskan napas terakhirnya pada 22 Juli 2017 di RSCM, Jakarta.

    Simak kisah selengkapnya pada postingan di bawah ini!

    “Mii, abbi sariawan nih lg g enak makan,,” sepulang kerja, suamiku menolak makan masakanku saat itu, padahal aku memasak ayam goreng kremes kesukaannya.

    “Besok2 masak sayur aja ya mi ” aku hanya mengangguk tanda mengiyakan.

    Setiap hari suami selalu mengeluhkan sariawan di lidah nya yang g sembuh2. 

    Sudah 2 minggu lebih, tapi aku tak terlalu menghiraukan keluhannya, aku pikir itu hanya sariawan biasa seperti pada umumnya.

    “Mii, td di kantor ada medical chekup,, ini hasilnya.. ” sambil menyodorkan selembar kertas hasil pemeriksaan, aku ingat betul saat itu bulan april 2016.

    “Kesehatan abbi g ada masalah mi, cuman kata dokter, abbi kurang nutrisi, abbi kurang gizi nih g diperhatiin ummi, ummi nya sibuk terus sama zuma, hehe” canda suamiku saat itu. memang anakku baru usia 1 tahun, sebagai ibu, aku berasa jd orang yg paling repot karena anakku yang mulai aktif.

    Aku memang terlalu sibuk, sampai tak memperhatikan suami, aku diam saja ketika suami merokok terus2an, aku tak pernah marah ketika suami menolak sarapan pagi yg sudah disiapkan, aku tak pernah marah ketika suami begadang terus2an karena ngobrol di pos ronda dengan bapak2 komplek, dan akupun tak pernah tau, makanan apa yang dia makan saat di kantor, makanan sehat kah? Atau bukan… ya.. itulah kesalahan terbesarku.

    “Abbi olahraga gih biar sehat,, jalan2 keliling komplek,”

    “Enggak ah mi, abbi lg g enak badan, kepala sakit” saat itu memang weekend, dan suami lebih memilih tiduran seharian sambil nonton tv.

    “Huh pemalas banget nih suami, disuruh olahraga juga susah” ucapku dalam hati.
    3 minggu berselang tapi sariawan di lidah belum juga hilang. Malah katanya jadi ada sakit di kepala dan telinga.

    “Abbi..besok periksa ke dokter ya, biar diobatin sariawannya..suamipun mengangguk..

    Keesokan harinya, suami memeriksakan ke RS JAKARTA, RS yang tempatnya paling dekat dengan kantornya.

    Saat itu dokter bilang suamiku hanya kurang makan sayur dan buah, dokter hanya memberi salep untuk luka sariawan di lidahnya. “Kalo 2 minggu belum sembuh, periksa lagi ya” kata dokternya.

    2 minggu kemudian suami periksa lagi, karena sariawan masih menetap, “dokternya hanya menambahkan antibiotik. Tapi sampai obatnya habis belum juga ada tanda-tanda kesembuhan.

    embalilah lagi ke RS untuk memeriksakan, “mungkin bapak ada masalah di giginya, saya rujuk ke dr bedah mulut ya”

    Setelah diperiksa dr bedah mulut, dokter menyarankan di rontgen gigi, saat itu hasilnya memang terlihat ada gigi bungsu yang posisinya miring.

    “Ohh, sariawan bapak karena ada gigi bungsu yg mau tumbuh, tp posisinya abnormal, mungkin itu penyebab bapak sariawan dan sakit kepala terus menerus, giginya harus di oprasi, harus di ambil ya pak.

    Bulan juni 2016, saat awal bulan ramadhan, suami tak puasa karena akan di operasi gigi, di cabutlah gigi yang selama ini mengganggu,, seminggu berlalu, sariawan masih menetap.. sakit di kepala makin menjadi.

    “Mi, abbi sakit nelen, sakit kepala makin sering, kenapa ya padahal giginya udah di cabut, terus lidah abbi jd g bisa digerakin ke kiri” “besok periksa ke dokter lagi ya bii, sekalian kontrol gigi”

    “Giginya udah g ada masalah ya pak, kalo keluhan bapak sakit kepala, baiknya bapa periksakan ke dr syaraf ya” kata dr bedah mulut saat itu, diperiksalah suami ke dr syaraf, hanya diberi obat anti sakit.. dokterpun menyarankan fisioterapi lidah karena lidah yang tak bisa di gerakan ke kiri, 6 kali pertemuan fisioterafi dan tak ada perubahan..

    Dokter menyarankan pemeriksaan MRI, perkiraan pemeriksaan MRI saat itu sekitar 5-6 juta dan tak bisa dicover asuransi.

    “Periksa MRI nya nanti saja ya mii, bentar lagi kan kita mau mudik, lumayan uangnya buat bekal mudik ke tasik”.

    Hari idul fitri… suami lebih memilih tiduran di kamar dan tak ikut bersilaturahmi ke rumah sanak saudara, sakit di kepala semakin sering, hari raya hanya dihabiskan dengan beristirahat tiduran di kamar..

    Liburan lebaran pun telah usai, bersiaplah kita kembali ke ibukota..
    “Mii sebelum kita ke jakarta, ummi lepas KB nya ya, abbi pengen zuma punya ade”

    “Duh bii, baru anak satu az ummi udah repot, gimana kalo nambah”

    “Biarin, nambah anak nambah rezeki, abbi pengen punya banyak anak, hehehe”

    Kesal memang, tapi aku pun menurut, dilepas lah KB IUD yg setahun tertanam di rahimku..

    “Mii, koq di lidah abbi jd ada benjolan, coba liat mii”

    Benar, ada benjolan kecil sebesar biji jagung di lidah yang ada sariawannya, 
    “besok ke dokter lagi ya bi”

    “Sejak kapan benjolannya ada pak” tanya dokter.

    “Baru 3 hari dok”

    “Sakit gak?” Sambil memencet benjolannya.

    “Enggak dok enggak sakit, tp kalo sariawannya masih sakit dok, menelan jg jd sakit,kepala juga makin sering sakit”

    “Harusnya bapak di periksa MRI biar tau sakitnya dari mana, kalo benjolannya ini kemungkinan tumor jinak, bagaimana kalo di oprasi benjolannya terus nanti kita periksakan hasilnya” suamiku hanya mengangguk, tanda setuju.

    Awal agustus 2016, aku menemani suami di oprasi di RS JAKARTA,, zuma aku titipkan pada mamahku, ketika tau kabar suami mau di oprasi, mamah langsung berangkat ke jakarta.

    Operasi berjalan lancar, 3 jam lamanya. 
    “Ini istrinya pak Andrie? Operasinya sudah beres, ini benjolan yg sudah diambil mau diPA-kan dulu ya, hasilnya nanti 10 hari lagi.

    Tanggal 13 agustus 2016, kami kembali menemui dokter, dokterpun menyampaikan hasilnya dan juga hasil PA dari laboratorium.

    “Bapak usianya berapa tahun?”

    “28 dok”

    “Sudah punya anak?”

    “Sudah, baru usia setahun dok”.

    Dokterpun menghela napas panjang…ada perasaan tak enak saat itu.
    “Hasil pemeriksaannya kurang bagus, bapak positif terkena KANKER LIDAH”

    Dek.. seolah detak jantungku berhenti “KANKER…Dok?”

    Tiba-tiba mataku jadi gelap, sebuah beban berat serasa menindih badanku. Aku diam dan tak bisa berkata apa-apa, lama aku terdiam.

    “Kanker..?” tanyaku.

    Tapi kalimat itu tak mampu terucap hanya bersarang di kepalaku. Sebuah penyakit yang selama ini hanya aku kenal lewat informasi dan berita-berita, kini penyakit itupun menghampiri orang terdekatku orang yang paling aku sayangi.

    Penyakit yang menakutkan itu menyerang suamiku.
    Kutatap wajah suamiku, suamiku hanya terdiam, pucat…

    “Bapak saya sarankan berobat ke RS DHARMAIS, karena disana rumah sakit khusus menangani penyakit seperti bapak, harus cepat ya pak, sebelum kankernya menyebar kemana2.”

    Segera kuambil surat pengantar dokter dan menuju RS DHARMAIS.
    Sungguh tak pernah terpikirkan sedikitpun sebelumnya, kini kami berada dalam deretan orang-orang penderita kanker di ruang tunggu pasien.

    Aroma kecemasan bahkan keputusasaan tergambar di wajah mereka. Sebenarnya ini juga saya rasakan, tapi saya harus menyembunyikan raut ini di hadapan suamiku. Aku harus tetap menyuguhkan energi penyemangat padanya.

    Serangkaian pemeriksaan kami lakukan, lab, usg, rontgen, ct scan, bone scan.

    “Dari hasil pemeriksaan, 3/4 lidah bapak sudah terkena kanker, bapak harus di oprasi di angkat lidah” kata dokter nya.

    Ya Allah… apa lagi ini? Diangkat lidah? Kenapa harus suamiku yang mengalaminya? Kami pun pulang dengan perasaan yang tak tentu, nanti kita periksa ke RS SILOAM ya bii, kita cari second opinion”

    Esoknya kita periksa ke RS SILOAM, dokter melakukan endoskopi, memasukan kabel kecil yg ada kameranya melewati lubang hidungnya,, terlihat jelas kamera menangkap gambar di monitor.

    “Wahh, kanker nya sudah menyebar ke tenggorokan pak” memang terlihat banyak benjolan merah di dekat pita suara.

    “Kalo boleh tau sudah stadium berapa dok?”

    “Kalo ini sih sudah stadium 4”

    “Terus gimana dok? Tanyaku lirih.

    “Nanti bapak harus menjalani pengobatan kemoterapi 3 kali, langsung radiasi selama 30 kali.”

    Wajah suamiku putih pucat, dia hanya terdiam, terbayang beratnya derita dan kelelahan yang harus dialami suamiku.

    Belum lagi dengan kombinasi pengobatan kemoterapy yang melemahkan fisik.

    Keluar dari ruang dokter seolah semuanya jadi gelap, rasanya aku tak kuat menahan segala beban ini.

    Segera aku beri kabar keluarga dan teman-teman dekatku, aku kabarkan keadaan suamiku dan kumintakan do’a dari mereka.

    Tak terasa bulir-bulir bening air mata bermunculan disudut mataku.

    Dengan langkah lemas tak bertenaga seolah aku melayang, tulang-tulang terasa tak mampu menyangga badanku yang kecil ini, aku melihat anakku yang masih berusia 1 tahun, dia tersenyum ceria, ia tak mengerti beban berat yang menimpa orangtuanya, akupun memeluknya erat sambil menangis sejadinya.

    Ketika kami di rumah, kami minta pendapat dari pihak keluarga tentang pengobatan yang akan kami lakukan.

    Dengan berbagai pertimbangan dan alasan pihak keluarga menyarankan agar kami tidak menempuh jalan kemo dan radiasi.

    Kami disarankan untuk menjalani pengobatan dengan cara alternatif dan pengobatan herbal.

    Awal september 2016 kami berencana pulang kampung ke tasik, dikarenakan kondisi suami yang tak bisa lagi bekerja, untungnya dari pihak kantor memberi cuti izin sakit sampai sembuh.

    Akhirnya sejak saat itu kami melakukan ikhtiar pegobatan dengan cara alternatif dan minum obat-obat herbal.

    Karena saat itu suamiku sudah susah untuk menelan maka obat herbal yang diberikan tidak berupa kapsul, melainkan berupa rebusan dan cairan.

    Setiap hari suamiku harus minum ramuan dan rebusan obat-obat herbal. Segala macam makanan buah2an dan sayuran dijus dan di saring, Tapi aku lihat ia dengan telaten dan sabar rutin minum semuanya.

    “Bii, kayaknya ummi udah lama g haid, ” suamiku hanya tersenyum, coba periksain mii, tespek” katanya..

    Aku terlalu sibuk mengurus suamiku yang sedang sakit, sampai tak sadar, 2 bulan lamanya aku tak datang bulan”

    “Positif bii…”

    “Alhamdulillah, zuma punya ade, mudah2an cwe ya miii, mudah2an pas bayinya lahir, abbi udah sehat,”

    “Abbi pasti sehat sayang…”

    Terlihat senyumnya yang mengembang dan bersemangat.
    Semangatnya untuk sembuh begitu besar. Doa pun tiada henti kupanjatkan siang dan malam. Dan malam-malamku selalu ku habiskan dengan bersujud padaNya.

    Aku mulai rajin mencari semua informasi yang berhubungan dengan kanker lidah, mulai dari makanan, cara pengobatan, bahkan alamat klinik pengobatan alternatif. Semua informasi aku cari melalui internet, koran dan dari rekan-rekan.

    5 bulan pengobatan, tapi Allah sepertinya belum memberi jalan kesembuhan dengan cara ini, akhirnya obat herbal aku tinggalkan. Dan akupun mulai ragu, kondisi suami makin memburuk, kamipun mulai putus asa.

    Aku yakinkan suamiku bahwa ini adalah memang ujian dari Allah,

    “Bii.. semuanya atas kehendak Allah, bahkan jauh sebelum kita lahir sudah tertulis takdir ini, usia segini abbi sakit, berobat kesana-sini itu semua sudah ada dalam catatan Allah bii. Yang penting sekarang kita jangan lelah berikhtiar dan abbi tetap harus semangat untuk sembuh.” Ia mengangguk perlahan.

    “Utun lahir, abbi pasti udah sembuh kan mii? Tanya nya 
    “Pasti bii, g ada yg g mungkin kalo Allah sudah berkehendak, utun lahir, abbi udah sehat”. Ia pun tersenyum.

    Berat badan suamiku mulai turun drastis karena tak ada asupan makanan, sebelum sakit beratnya 65 Kg kini tinggal 40 Kg.

    Kondisinya makin parah dan puncaknya ketika aku lihat setiap hari suami muntah darah terus menerus. Ia pun terlihat lemas dan sangat pucat.

    Januari 2017, aku bawa ke dokter spesialis Onkologi yang ada di tasik.
    Dokter menganjurkan untuk segera dibawa ke rumah sakit karena hasil HB cuma 5, suamiku mengalami anemia berat. Kali ini aku membawanya ke RS Jasa Kartini tempat dokter itu praktek.

    4 labu darah yang sudah masuk ke tubuh suamiku, dokter menyarankan kemoterapi”

    “Kanker itu pengobatannya 3 rangkaian bu, kemoterapy, radiasi sama oprasi, tanpa itu kanker susah ditangani, apalagi dengan pengobatan alternatif dan herbal yang belum jelas” kata dokternya

    “Mii, abbi mau berobat medis az, mau nurut apa kata dokter, mungkin ini jalan kesembuhan abbi” kata suamiku

    Aku tak bisa berkata2,, baiklah kalo ini sudah keinginannya, aku hanya bisa mengiyakan, semoga Allah memberikan kesembuhan untuk suamiku dengan pengobatan medis.

    Hari2 aku lewati, keluar masuk rumah sakit mengantar suami berobat, zuma aku titipkan ke rumah orangtuaku, karena waktuku habis dengan mengurus suamiku, penat rasanya,, hari2 dihabiskan dengan perjalanan dari rumah ke rumah sakit, rasanya melelahkan, apalagi dengan kondisi perutku yang semakin membesar.

    dokter mengatakan, “kita hanya bisa memperlambat pertumbuhan kankernya bukan mengobati.” Seolah hitungan mundur kematian itu dimulai. Aku limbung dan hampir tak sadarkan diri, sekuat tenaga aku mencoba untuk tetap tegar

    “Ya Allah… begitu berat cobaan ini Kau timpakan pada kami”

    “Ma’afkan ummi, ummi tak mampu menjagamu selama ini…”

    Serangkaian pengobatan medis dilakukan 7 kali kemotherapi, sampai kemo ke 3, kondisi suami sempat membaik, kemo ke 4,5,6,7… selama itu kondisi suamiku semakin menurun..

    “Aku ingin ketenangan aku butuh pertolonganMu ya Robb. Kutumpahkan segala permohonan ini dihadapanMu yaa Allah. Bisa saja dokter memfonis dengan analisanya, tapi Engkaulah yang maha kuasa atas segala sesuatunya. Engkau maha menggenggam semua takdir, sakit ini dariMu ya Allah dan padaMU juga aku mohon obat dan kesembuhannya.”

    Segala ikhtiar dan do’a tiada lelah kulakukan tuk kesembuhan suamiku. Malam-malamku kulalui dengan solat tahajud. Kubenamkan wajahku diatas sajadah lebih dalam lagi, tiba-tiba aku merasa tak mimiliki kekuatan apapun, aku berada dalam kepasrahan dan penghambaan yang lemah.

    “Robb…Engkau maha mengetahui, betapa segala ikhtiar telah kami lakukan. Tiada menyerah kami melawan penyakit ini, kini aku serahkan segalanya padaMu, tidak ada kekuatan yang sanggup mengalahkan kekuatannMu yaa…Robb, Tunjukkan pertolonganMu, beri kesembuhan pada suamiku Ya..Allah.”

    Rangkaian kemoterapi sudah beres, suamiku disarankan melakukan pengobatan lanjutan, sinar radiasi di RS santosa bandung, saat itupun kehamilanku sudah masuk usia 9 bulan.

    “Bii, maaf ummi g bisa antar abbi ke bdg, abbi sama mamah az ya, takut brojol di jalan, nanti malah repot lagi”. Akhirnya suami pergi melakukan serangkaian pemeriksaan untuk radioterapi,

    6 Juni 2017,, hari ke 11 bulan ramadhan, anak yang kedua ku lahir,, tanpa kehadiran abbi nya,, proses melahirkan yang kedua sangat lah mudah dan cepat, alhamdulillah Allah telah memberikan kemudahan dan kelancaran, segera aku vidio call suamiku, dia pun kaget karena tiba2 aku memperlihatkan bayi kecil padanya.

    “Ummi udah lahiran bii”

    “Abbi pulang ke tasik sekarang jg mii, pemeriksaan simulatornya udah beres abbi di jadwalin radiasi nya nanti udah lebaran”

    Pulang lah ia ke tasik, datang dengan raut wajah ceria, alhamdulillah perempuan,

    “Mau abbi kasih nama “Zahabiya Assyifa farid”

    Emas permata yang menyembuhkan..insya allah dengan lahirnya biya, abbi diberi kesembuhan oleh Allah.

    25 juni 2017, saat itu hari raya idul fitri,, tiba2 suami mengeluh sakit kepala.

    Dan esoknya mengeluh sulit menelan dan sesak nafas, dilarikanlah suamiku ke RS,, dan bayi ku yg baru 2 minggu aku bawa jg, menemani abbi nya di rawat di RS. Pihak RS sempat menolak krn aku membawa bayi, tp karena aku tak bisa meninggalkan keduanya, akhirnya diizinkan, walaupun dengan membuat surat pernyataan bahwa pihak RS tidak bertanggung jawab jika terjadi sesuatu pada bayiku..

    Saat itu suamiku masih bisa bicara meski dengan suara kurang jelas. Karena tenggorokannya pun sudah menyempit tersumbat kanker, ia sangat kesulitan dalam bernafas. Masuk minumanpun kesulitan, Untuk memasukan nutrisi ke tubuhnya, dokter menyarankan oprasi gastrostomi, oprasi pasang selang dari perutnya, dan mengantisipasi agar tidak tersumbat saluran nafasnya, dokter menyarankan oprasi tracheostomy dileher suamiku. Akupun menyetujuinya meskipun aku tak tega, tapi hanya ini cara yang bisa diambil.

    Suamiku pasrah, dia minta aku menemaninya terus menerus, dan aku mengerti.. aku selalu mendampinginya. Tak pernah jauh darinya…“Sebenarnya aku tak tega melihatmu seperti ini bii, leher di bolongin,perut juga bolong, tapi inilah yang terbaik untukmu saat ini.”

    Selesai oprasi, bicaranya sudah tak bersuara lagi. Sejak saat itu praktis komunikasi kami hanya dengan isyarat atau terkadang suamiku menulisnya di hp, mengirimkan lewat WA,, Tentu saja hal ini terasa capek baginya. Namun sekali lagi ia terlihat tegar tak pernah aku mendengar ia mengeluh.

    Sepanjang proses pengobatan tak hentinya kupanjatkan do’a dan dzikir dibantu dengan beberapa anggota keluarga. 
    Saat itu kondisinya sudah sangat menurun, sakit kepala hebat makin sering terjadi,, hasil pemeriksaan ct scan didapatkan, kankernya sudah menyebar ke otak,,

    “Ya Allah beri kekuatan pada suamiku…!” Beri kesembuhan melalui ikhtiar selama ini ya Allah..”

    Dokter yang menangani nya sudah angkat tangan, ia menyarankan suamiku untuk secepatnya pergi ke bandung untuk melakukan tindakan radiasi, tp karena kondisinya yang semakin menurun, rencana itu kami undur karena menunggu kondisinya membaik dulu..

    Namun ternyata seminggu setelah operasi, selang di perutnya mengalami kebocoran, keluar cairan hitam pekat dari lubang di perut bekas oprasi,,

    “Kenapa lagi ini?…”

    Mii abbi mau minta dirujuk az ke RSCM jakarta, disini abbi g sembuh2″ kata suamiku.. 
    Saat itupun aku meminta dokter untuk membuatkan surat rujukan ke RSCM Jakarta,, dokter mengizinkan… jam 1 tengah malam mobil ambulan mengantar kan kami berdua menuju Jakarta, ya.. hanya aku sendiri yang mengantar suamiku.. hari mulai terang saat kami tiba disana..
    Serangkaian pemeriksaan dilakukan.. kondisinya semakin menurun, tapi masih bisa diajak komunikasi,, diapun mengambil hp dan mengetik sesuatu.

    “Mii, c jupe meninggal di rscm kan?”

    “Iya”

    “Terus c yana zain jg meninggal mii, nanti giliran abbi ya mii”

    “Abbi pasti sembuh sayang,”

    “Mii, kalo abbi meninggal, abbi pengen dikuburin dekat anak2”

    “Apaan sih bi, jangan ngomong yg enggak2” ..

    Tak kama kondisinya semakin menurun, memegang hp pun ia tak mampu..

    Dia hanya bisa menahan kesakitan yg dirasa,, sambil melirik sesekali ke arahku, sambil berkata,, “sakit mi…”

    “Sabar sayang.. coba abbi dzikir dalam hati” ..lailahailallah…
    Kuhampiri suamiku yang tergolek lemah. Perawat memasang semua peralatan pada tubuh suamiku, entah alat apa saja ini. Kuusap perlahan keningnya, dingin sekali. Tangan dan kakinyapun sangat dingin. Hingga menjelang asar, aku tak diperbolehkan beranjak dari sampingnya, tanganku ia genggam erat.

    Tak hentinya mulut ini memanjatkan doa.
    Tekanan darahnya sangat tinggi, nadi nya pun cepat, menunjukan angka 200 di layar monitornya. Berkali-kali dokter menyuntikkan obat anti sakit namun hasilnya tetap sama tak berubah, suamiku masih mengeluh kesakitan. Dokter memanggilku, perasaanku gelisah tak menentu, campur aduk antara cemas, bimbang dan ketakutan yang amat sangat. Dugaanku benar Dokterpun menyerah.

    Melihat kondisinya yang terus menurun dokter memberitahu bahwa kondisi suamiku sudah sangat melemah, secara medis kondisi suami sudah tidak dapat ditolong lagi, lebih baik kita do’akan saja.” Aku benar-benar lemas mendengarnya seluruh badanku gemetar merinding. “benarkah tak ada lagi harapan.” Tiba-tiba aku merasakan ketakutan yang luar biasa. Aku tak mau menyerah, aku tetap membisikan ke telinga suamiku, bahwa ia jangan menyerah, ia pasti sembuh.

    “Aku tak mau kehilanganmu bii.” Ku pegang kuat jemarinya, “buka matamu bii kubisikan lembut ditelinganya. Ia hanya tersenyum lemah.

    Pukul 16.00, aku disodori surat pernyataan,, kata dokter ini adalah Surat persetujuan untuk tidak dilakukan tindakan apapun jika terjadi apa2 sama suamiku. Akupun pasrah “tak sanggup rasanya hati ini kehilanganmu, aku ingin tetap menatap wajahmu, aku ingin tetap mendampingimu meski dalam ketidakberdayaanmu.”

    “Abbi…..inilah yang terbaik yang diberikan Allah buat kita, maafkan ummi, tak bisa menjagamu selama ini. Ummi ikhlas abbi pergi, ummi terima semua dengan ihklas.

    Jangan khawatir bii, ummi akan menjaga dan merawat anak-anak kita,” kubisikan lirih ditelinga suamiku.

    Dalam setiap rangkaian doaku tak pernah aku mengucapkan kata-kata menyerah “kalo memang hendak Engkau ambil maka mudahkan,” tak pernah aku menyebut kata-kata itu. Aku selalu minta kesembuhan, kesembuhan karena aku memang menginginkan suamiku benar-benar sembuh.

    Sepertinya kini aku harus menyerah dan pasrah “Ya.. Robb jika memang Engkau menentukan jalan lain aku ikhlas ya Allah…., mudahkan jalan suamiku untuk menghadapmu dengan khusnul khotimah.”

    Kubimbing suamiku menyebut kalimat “LAAILAHA ILLALLAH MUHAMMADUR ROSULULLAH.. Kuulang hingga berkali-kali..
    Dua bulir bening tersembul dari sudut matanya. Aku merasakan ia sanggup mengikuti kalimat ini..

    Pukul 16.40 ia menghembuskan nafasnya yg terakhir..
    “bu, bapak sudah tidak ada.” ujar dokternya. aku tau maksudnya tapi aku masih tak percaya. Kutengok layar monitor yang terhubung ketubuh suamiku. Tak ada lagi yang bergerak disana.

    kudekap tubuh lemas suamiku.. ku kecup bibirnya, dan ku usap matanya… “INNA LILLAAHI WAINNA ILAIHI ROOJIUUN.” 
    Aku termenung disampingnya tapi tak ada lagi air mata yang keluar. “ummi ikhlas melepasmu bii, Allah telah memilihkan jalan terbaik buat kita.”

    Selamat Jalan suamiku Andrie K Farid …… jemput aku dan anak-anak nanti di pintu SurgaNya……
    Boleh di share gak usah izin ya,, semoga cerita ini bermanfaat..” tulis Rezy Selvia Dewi.

    Tentunya, kisahnya ini pun mendapatkan tanggapan yang beragam dari para netizen lainnya.

    “Semoga almarhum diterima di sisi-Nya dan diterima amal ibadahnya, dan keluarga yang ditinggalkan semoga diberikan ketabahan. Aamiin” tulis kaun Vika Vika Sari.

    “Semoga khusnul khotimah, amiin, sampe meneteskan air mata saya membacanya. Mbaknya sangat sabar” tulis akun Zakiyah Syahrul.

    “Innalillahi wainnailahi rojiun, tetap sabar yah, semoga almarhum diampuni segala dosa-dosanya dan dipertemukan lagi sama anak-anak dan keluarganya di surganya Allah” tulis akun Anyani.

     

     

     

  • Anjing Pitbull Tewaskan Bocah

    Anjing Pitbull Tewaskan Bocah

    Pengawasan terhadap anak-anak memang harus mulai ditingkatkan, apalagi sebagai orangtua yang pasti tidak menginginkan hal buruk terjadi kepada sang buah hati. Karena tidak sedikit berita kelalaian orangtua yang mengakibatkan anak cedera maupun kehilangan nyawa lantaran kurang waspada mengawaasi anak-anak.

    Seperti yang dialami oleh orangtua ini yang harus merelakan anaknya yang meninggal lantaran digigit Anjing berjenis Pitbull miliknya.

    Seorang bocah ditemukan tewas karena digigit oleh anjing berjenis Pitbull pada Minggu (6/8/2017).

    Bocah yang diketahui masih berusia 8 tahun tersebut bernama Ramisya Bazighah yang tinggal di Kelurahan Mojolangu, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang, Jawa Timur.

    Berdasarkan berita yang banyak beredar, peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 15.00 WIB, saat Sasa, panggilan akrab bocah ini sedang berada di rumah bersama dengan neneknya, Atik.

    Saat Atik tengah menunaikan ibadah salat, Sasa memang sedang bermain di dekat anjing Pitbull tersebut.

    Tanpa disangka-sangka, saat sedang bermain dengan anjing tersebut, Sasa berada di luar pengawasan Atik yang sedang melaksanakan salat.

    Saat mainan Sasa terjatuh di dekat anjing tersebut dan hendak mengambilnya, namun anjing tersebut kaget dan terbangun lalu spontan menggigit Sasa di bagian leher.

    Sasa langsung dilarikan ke Rumah Sakit Saiful Anwar Malang, namun, anak angkat dari pasangan Wisnu dan Dyan ini tidak dapat diselamatkan oleh pihak dokter.

    Kisah lengkap dari seorang saksi mata

    Berdasarkan beberapa sumber, Titin Utaminingsih yang menjadi saksi dalam tragedi mengenaskan ini masih merasa ngeri karena ia masih mengingat jelas bagaimana Sasa digigit oleh anjing yang bernama ‘Sapi’ tersebut.

    Ketua RT 02 RW 03 Kelurahan Mojolangu, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang ini bahkan mengaku tidak selera makan jika mengingat kejadian itu pada Minggu (6/8/2017).

    Ia pun menceritakan kejadian tersebut dengan sangat rinci.

    Pada Minggu siang, Sasa pulang berbelanja bersama dengan neneknya yang bernama lengkap Sri Hartatik dan seorang pamannya.

    Diketahui, mereka bertiga belanja di Mall Olympic Garden (MOG).

    “Sekitar pukul 14.30 WIB, mereka pulang berbelanja. Neneknya, langsung mengingatkan untuk segera salat bersama. Lalu neneknya dan Sasa salat bersama mengejar waktu Dhuhur,” terangnya.

    Setelah salat, Sasa pun bermain di teras rumah tak jauh dari kandang Sapi.

    “Saya tak tahu bermainnya seperti apa, tiba-tiba saya mendengar neneknya, Sri Hartatik berteriak-teriak. Dia masih memakai mukena tapi mukena itu sudah berlumuran darah,” terangnya.

    Sri Hartatik mendapati cucunya telah digigit oleh anjing tersebut. Karena panik, Atik berusaha menyiram air ke arah Sapi.

    “Karena biasanya kalau disiram air, anjing itu langsung masuk ke dalam kandang. Tapi ternyata tetap menggigit cucunya. Terus anjing itu juga dipukul pakai tangan, tetap saja anjing itu tak melepaskan gigitannya ,” terangnya.

    Titin mengaku melihat kejadian tersebut sangat cepat. Ia juga mengatakan bahwa peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 14.45 WIB.

    “Tidak sampai 5 menit peristiwa itu terjadi,” tukasnya.

    Saat itu pun ia hanya tergopoh-gopoh keluar rumah bersama para tetangga lainnya karena tidak bisa berbuat apa-apa dan hanya bisa ikut panik.

    Saat Sasa tidak bergerak lagi dan berada tak jauh dari tubuh anjing, ia melihat ada luka sobek yang lebar dan wajah bocah yang masih kelas 2 SD tersebut penuh cakaran.

    “Kami tak ada yang berani mendekat. Hanya bisa melihat sambil menunggu ayahnya datang. Ngeri semua yang melihat kejadian itu,” jelas perempuan yang juga Sekretaris PKK RW 03 itu.

     Sesaat kemudian, ayah Sasa datang untuk menenangkan Sapi.

    Titin masih tidak habis pikir dengan perilaku Sapi yang menyerang tuannya. Ia mengetahui bahwa anjing tersebut tidak pernah bersifat galak atau menyerang.

    Sapi terlihat jinak dan penurut. Bahkan sesekali terlihat bermain dengan Sasa.

    “Sasa sering juga ngasih makanan, seperti roti atau biskuit,” ujarnya menyayangkan peristiwa itu.

    Kini, Titin pun mengaku dirinya merasa kehilangan Sasa yang riang dan aktif.

    “Anak itu sangat ramah. Kalau bersepeda, dia selalu menyapa saya,” ucap Titin sedih.

    Firasat kepergian Sasa

    Titin juga menceritakan, saat berjalan di MOG dengan nenek dan pamannya tersebut ia mengetahui kalau Sasa berbelanja jilbab baru.

    Hal inilah yang diduga Titin sebagai firasat atas kepergian Sasa untuk selama-lamanya.

    “Katanya saat berbelanja, dia minta jilbab baru untuk dipakai. Apakah itu semacam firasat ya,” ujar Titin.

    Pulang berbelanja pun sang nenek langsung mengingatkan Sasa untuk salat bersama.

    Pendapat pakar soal peristiwa nahas ini

    Anjing berjenis Pitbull ini dikenal sebagai sosok anjing yang perkasa dan tidak akan melepas lawannya dalam kondisi apapun.

    Namun, Pitbull juga bisa menjadi anjing yang sangat bersahabat.

    Seorang anggota Dog Lovers Malang, Rico Susanto pun memberikan pendapatnya.

    Dikatakan, anjing Pitbull bisa menjadi anjing bersahabat, di sisi lain Pitbull adalah anjing petarung.

    Hal ini dikarenakan garis murni anjing tersebut adalah petarung. Bahkan, dalam sejarahnya, anjing ini diadu dengan banteng.

    Namun, jika Pitbull tidak diasuh menjadi petarung, ia akan menjadi seekor anjing yang bersahabat dengan manusia.

    “Jadi pitbull itu bisa sangat jinak, tetapi juga bisa berantem,” tutur Rico.

    Sapi milik keluarga Sasa termasuk anjing Pitbull yang bersahabat karena kabarnya Sapi tidak mau menggigit manusia.

    “Kabarnya dia nggak nggigit manusia dan selama ini bersahabat,” imbuhnya.

    Semoga kejadian ini tidak akan pernah terulang kembali dan untuk para orangtua bisa lebih meningkatkan kewaspadaan ketika menjaga anak.
  • Nyanyi Hingga Nangis di Nikahan Mantan, Tangisannya Menyayat Hati

    Nyanyi Hingga Nangis di Nikahan Mantan, Tangisannya Menyayat Hati

    Move on memang merupakan hal yang susah-susah gampang. Karena bagi sebagian orang, ove on merupakan hal yang sangat sulit dilakukan saking cintanya kepada pasangannya harus kandas di tengah jalan. Bahkan, impian untuk selalu bersama hingga ke pernikahan pun membuat orang yang putus cinta di tengah jalan menjadi sulit sekali move on.

    Beberapa kisah sulit move on pun memang kerap dibeberkan di sosial media. Mulai yang gagal move on karena pacar direbut teman, atau gagal move on karena pacar tiba-tiba minta putus karena alasan yang tidak jelas, sampai ditinggal menikah oleh mantan.

    Nah, dari sekian banyak alasan putus. Alasan yang paling sulit untuk diterima adalah ditinggal menikah oleh mantan kekasih.

    Benar juga sih, siapa yang tidak sedih ketika mantan yang dulunya pernah sangat kita cintai tiba-tiba memilih dan memutuskan untuk menikah dengan orang lain?

    Mungkin kamu akan sok tegar ketika menghadiri acara pernikahan mantan kamu, namun bisa saja kamu tak kuasa menahan tangisanmu ketika berhadapan langsung dengan dirinya bersanding dengan orang lain di pelaminan.

    Salah satu kisah ini, mungkin akan membuat kamu percaya. Bahwa ketegaranmu akan diuji ketika menyaksikan mantanmu menikah dengan orang lain.

    Pria ini termasuk salah satu pria yang tegar karena keteguhan hatinya menghadiri undangan pernikahan mantannya yang harus direlakannya ketika memutuskan untuk menikah dengan orang lain.

    Pria yang diduga tinggal di Dompu, Nusa Tenggara Barat ini nampak begitu tegar datang ke pesta pernikahan mantan pacarnya dan bahkan menyanyi di acara tersebut.

    Bagaimana sedihnya pria itu ketika menyanyi terlihat dalam sebuah video yang dibagikan oleh akun facebook Yuni Rusmini.

    Terdapat sejumlah keterangan yang diduga menjadi tempat dan waktu pesta itu berlangsung.

    Disebutkan bahwa lokasinya berada di Dompu tanggal 19 Juli 2017.

    Acara tersebut diduga pesta pernikahan Fitri dan Rangga. Sedangkan pria yang menyanyikan lagu Mahal bernama Anhar.

    Pria tersebut sempat terlihat menangis dan menyeka air matanya. Ekspresi wajahnya juga terlihat begitu sedih.

    Ditambah lagi lagu yang ia nyanyikan sangat menyayat hati.

    Lagu “Mahal” yang sebenarnya dinyanyikan oleh Meggy Z ini bercerita tentang kesetiaan seseorang yang menunggu kejujuran kekasihnya, tetapi justru air mata yang harus ia bayar.

    “Saat mantan hadir di pernikahan, dan menyanyikan lagu….Mahal

    Yuuukz tonton ,dilarang baper lhoooo
    Mewek ndaaaa….,” tulis Yuni, Jumat (3/8/2017).

    Begini lirik lengkap lagu tersebut:

    Terlalu mahal harus ku bayar
    Kecuranganmu dengan..
    Dengan air mata…
    Dengan air mata…

    (Katanya.. Katanya..)

    Katanya tebu manis airnya
    Ku coba tanam di pinggir hati
    Tumbuh memang tumbuh
    Sayang sayang sayang
    Tebu berduri menusuk hati

    Layar berlayar
    Perahu kayu
    Biarlah biarlah kini
    Tanpa dirimu

    Lama ku tunggu kejujuranmu
    Terkadang harus menanggung kekecewaan

    Terlalu mahal harus ku bayar
    Kecuranganmu dengan dengan air mata
    Dengan air mata
    Dengan air mata

    (Air mata)
    (Air mata)

    Layar berlayar
    Perahu kayu
    Biarlah biarlah kini
    Tanpa dirimu

    Lama ku tunggu kejujuranmu
    Terkadang harus menanggung kekecewaan

    Terlalu mahal harus ku bayar
    Kecuranganmu dengan dengan air mata
    Dengan air mata
    Dengan air mata

    (Air mata)
    (Air mata)

    (Masih ku tunggu)
    Ku tunggu kejujuranmu
    (Masih ku tunggu)
    Ku tunggu kejujuranmu
    (Masih ku tunggu)
    Ku tunggu ku tunggu kejujuranmu
    (Masih ku tunggu)
    Ku tunggu kejujuranmu…

    Sejumlah netizen pun ikut merasakan  kesedihan yang dialami oleh pria tersebut. Beberapa di antara mereka ada yang langsung teringat dengan kisah hidupnya.

    Anasrul Anwar: tubuh berduri menusuk hatiii 😀 :D, sabar kang…….. mbok yo gak sah nekani undangan e… yo kan maleh terkenal…. 😀

    Yulik Tin: Waaalllaaaaahh …… tamune melu meweek, mesti ngerti critane wie

    “Ahhh mbaa Yuni tumben sihh krimny yg sedihh gituu jd nangis dehh jd ingat smunyaa huhuhuu,” komentar Yanna Yanarius.

    “Aq udh pwrnah ngwrasain sakit mbk,” sahut Riris Aditya.

    Coba, kira-kira apakah kamu bisa setegar ini guys untuk datang ke pesta pernikahan mantan kamu dan menyaksikannya bersanding dengan orang lain?

    Patut diacungi jempol ya untuk pria hebat yang satu ini, salut.

  • Jas Hujan Milik Putra Jokowi Sponsori Klub PSMP Mojokerto

    Jas Hujan Milik Putra Jokowi Sponsori Klub PSMP Mojokerto

    Baik Jokowi maupun keluarganya seolah memang tak pernah lepas dari pemberitaan. Bagaimana tidak? Jokowi memang merupakan orang nomor satu di Indoenesia yang gerakannya selalu menjadi sorotan publik. Tak ketinggalan keluarga Jokowi pun juga turut menjadi sorotan dan perbincangan publik.

    Putra Jokowi pun salah satu yang banyak mendapatkan sorotan dari publik. Mulai dari VLOG yang diunggah sebelumnya, hingga sekarang jas hujan yang dikenakannya pun tak luput dari sorotan publik.

    Kali ini kenapa ya?

    Sukses merintis bisnis kuliner, kedua putra Presiden Republik Indonesia Joko Widodo, Gibran Rakabuming dan Kaesang Pangarep, mencoba peruntungannya di bisnis fashion. Jas hujan menjadi dagangan baru mereka.

    Bisnis baru mereka itu terungkap ke khalayak setelah pembawa acara ‘Mata Najwa’ Najwa Shihab mengunggah foto di Instagram yang menampilkan dirinya berpose dalam balutan jas hujan transparan tersebut.

    Tampak di belakangnya dihiasi tulisan berwarna merah yang berbunyi ‘TUGAS NEGARA BOS!. “Tugas Negara Boss! Keren ini jas hujannya @chillipari @kaesangp,” tulis Najwa sambil menyertakan akun Instagram Kaesang dan bisnis kateringnya, Kamis (30/3/2017).

    http://cdn2.tstatic.net/bali/foto/bank/images/jas-hujan-garuda_20170805_174414.jpg

    Unggahan tersebut lantas meninggalkan rasa penasaran di benak para netizen. Mereka bertanya-tanya soal asal-usul, harga dan di mana membelinya. Sejumlah foto di @chillipari pun menjawab rasa penasaran para netizen.

    Terungkap bahwa dagangan jas hujan tersebut merupakan bisnis sampingan anak Jokowi dan kawan-kawan mereka. Lokasi produksinya sendiri berbasis di Kota Solo, Jawa Tengah, yang bukan lain kampung halaman mereka.

    “Halo teman-teman, mungkin udah pada penasaran dengan jas hujan yang diposting mbak nana. Ini adalah salah satu side-project saya bersama kawan-kawan saya. Jas hujan ini diproduksi di kota Solo. Mohon doanya ya,” demikian bunyi keterangan di salah satu foto @chillipari.
    Akun tersebut turut menampilkan foto-foto bagaimana jaket tersebut dibuat. Salah satu keterangannya juga menjelaskan filosofi di balik nama ‘Tugas Negara Bos!’.

    Diungkapkan, seluruh lapisan masyarakat, baik tua maupun muda, kaya ataupun miskin memiliki tugas dan kontribusinya masing-masing terhadap negeri. Tugas negara bukan berarti harus menjadi PNS, polisi, tentara atau pejabat.

    “Seluruh lapisan masyarakat memiliki peranan dalam membentuk negeri ini. Misalnya seorang ayah yg bekerja untuk menafkahi anak istrinya, seorang petani kopi di pedalaman desa Bondowoso, seorang guru karawitan di salah satu SMP favorit di kota Solo, seorang pengusaha muda yang membuka lapangan kerja. Mereka semua adalah elemen penting di Indonesia. Kontribusi kecil atau besar, tua atau muda, kaya atau miskin, kita semua punya tugas negara,” begitu bunyi keterangan di salah satu foto.

    Apakah bisnis sampingan ini bakal sesukses bisnis martabak Markobar dan jasa katering yang sudah dirintis sebelumnya?

    Namun ternyata jas hujan ini justru malah menjadi bahan perbincangan publik lho. Usaha jas hujan milik dua putra Presiden Joko Widodo (Jokowi), Gibran Rakabuming Raka dan Kaesang Pangarep kembali menjadi perbincangan di media sosial dan cukup menghebohkan.

    Hal ini lantaran usaha jas hujan dengan merek Tugas Negara Bos itu menjadi sponsor salah satu klub Liga 2.

    Namun, klub yang disponsori ternyata bukanlah klub sepak bola di Kota Solo, yaitu Persis Solo.

    Jas hujan yang diproduksi di Solo tersebut malah justru mensponsori klub di daerah Mojokerto, yakni PS Mojokerto Putra (PSMP).

    Gibran sendiri sudah membenarkan jika Tugas Negara Bos menjadi sponsor PS Mojokerto Putra.

    “Kemarin sempat rame tulisan tugas negara bos di jersey @psmpmojokerto. Memang benar @tugasnegarabos menjadi salah satu sponsor tim @psmpmojokerto,” tulis Gibran di akun Instagramnya, @chillipari, Kamis (4/8/2017).

    Lantas mengapa Gibran dan Kaesang lebih memilih mensponsori PS Mojokerto Putra, bukannya mensponsori Persis Solo yang notabene klub kebanggaan Solo?

    Apalagi Solo merupakan kota kelahiran Jokowi dan pernah dipimpin oleh Jokowi sebelum akhirnya pindah ke Jakarta.

    Manajer PSMP, M. Said Toha pun memberikan jawabannya.

    Dikutip dari BolaSport, Said Toha mengatakan disponsorinya PSMP lantaran adanya visi dan misi yang sama.

    Menurut Said Toha, pihak Tugas Negara Bos senang dengan konsep pengembangan pemain muda yang diusung oleh PSMP.

    Jadi, mereka memutuskan untuk menjalin kerjasama untuk musim kompetisi tahun 2017 ini.

    “Ceritanya ada kecocokan kedua belah pihak untuk membangun sepak bola dan mengembangkan potensi pemain muda, kita sudah pakai sejak awal musim.”

    “Waktu kita live pertama lawan Persik Kediri juga sudah dipakai,” jelas Said Toha.

    Said Toha enggan membocorkan detail kerjasama yang dijalin oleh PSMP dengan Tugas Negara Bos, termasuk untuk urusan nilai kontrak.

    Terkait tulisan Tugas Negara Bos di jersey PSMP yang kemudian menjadi viral, Said Toha mengaku baru mengetahuinya.

    “Saya justru tidak tahu itu jadi viral dalam beberapa hari ini,” ucapnya.

    “Tapi memang banyak yang tanya ke saya untuk memastikan apakah benar itu sponsor dari Kaesang, saya jawab iya,” ujar Said Toha.

    Adapun di akun Instagram PS Mojokerto Putra, postingan-postingan pemainnya mengenakan jersey Tugas Negara Bos sering diunggah.

    Wah, semoga saja tidak menimbulkan permasalahan apapun ya?

     

     

  • Foto Ahok Berenang Beredar Luas

    Foto Ahok Berenang Beredar Luas

    Sejak tersandung kasus perkara penistaan agama, Ahok memang semakin menjadi sorotan utama di seluruh daerah. Selain ketegasannya dalam memimpin yang dinilai teramat keras, kasus ini pun berhasil membuatnya menjadi lebih disorot oleh publik.

    Bahkan ketika dia sudah jelas dijatuhi hukuman dan saat ini Ahok menghuni sel di Mako Brimob, namun dirinya pun tidak begitu saja lepas dari pemberitaan.

    Meski sudah mendekam di dalam penjara, rasanya pemberitaan tentang Ahok sesekali masih wara-wiri di beritakan. Mulai dari pemberitaan baik hingga pemberitaan yang kurang mengenakkan terus diperbincangkan.

    Baru-baru ini bahkan beredar fotonya sedang berenang seperti di sebuah laut atau pantai.

    Benarkah?

    Warga Twitter dihebohkan dengan beredarnya sebuah foto yang menampakkan Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok tengah berenang di sebuah pantai bersama salah satu orang yang tidak diketahui secara pasti siapa.

    Foto tersebut diunggah akun Twitter @ICM212, Kamis (3/8/2017).

    Lantaran foto tersebut, ungkapan pro dan kontra langsung bermunculan di jagat dunia maya. Banyak yang menanyakan tentang kebenaran dan keaslian foto yang beredar tersebut.

    Pasalnya, publik mengetahui bahwa saat ini Ahok sedang menjalani hukumannya di dalam penjara dan rasanya tidak mungkin melakukan hal tersebut.

    Dalam unggahan fotonya tersebut, akun @ICM212 menulis keterangan atau caption  berbunyi, “Penjara model baru.. ada kolam renang alamnya.”

    Hingga berita ini diterbitkan, unggahan tersebut sudah di-retweet sebanyak 457 kali dan mendapat 218 likes. Jumlah yang cukup banyak, mengingat pemberitaan seputar Ahok memang selalu berhasil mencuri perhatian publik.

    Tidak hanya mengunggah foto beserta cuitannya saja, akun @ICM 212 juga me-reply beberapa komentar netizen lain.

    “Berhubung air di dalam sel habis. ga ada salahnya nyari air..tolong di mengerti… kodok tanpa air bisa punah.”

    “Perlu di ingat..hingga detik ini tidak pernah ada sosok Ahok dalam penjara !!!”

    “ada pendukung yg ngamuk.”

    “sblm d buktikan kebenarannya … gimana kalo pendukung Ahok buktikan Ahok di sel.”

    “Pasukan cebong akan berteriak ttg foto ini.. lalu saat pertanyaan “COBA FOTO AHOK DI SEL DI UP LOAD?!!” maka para kodok pun plonga plongo.”

    “Reaksi yg di harapkan timbul adalah Protes thdp foto..sudah kuduga tapi tak satupun pendukungnya yg punya BUKTI AHOK DI SEL ..”

    “PARA CEBONG NGOTOT …KALO AHOK GA LAGI RENANG… PASANG LAHHH FOTO AHOK YG BENAR BENAR DI SEL…”

    “BARU SATU CONTOH SUDAH KEBAKARAN JENGGOT dp ngabisin waktu buat nyinyir di sini..mending blusukan ke dalam sel.ajak ahoki selfie..”

    Setelah melihat unggahan Foto akun @ICM212, benarkah Ahok berenang di saat sedang menjalani hukuman di balik jeruji besi?

    Usut punya usut, ternyata foto Ahok yang sedang berenang itu merupakan foto lawas dan memang benar foto tersebut asli milik Ahok.

    Foto tersebut ada di sebuah berita kompas berjudul ‘Liburan, Ahok Asyik Berenang di Pantai Pribadi’ yang diterbitkan pada 16 Februari 2014 lalu.

    Kala itu Ahok masih berstatus sebagai Wakil Gubernur DKI Jakarta.

    Ahok memanfaatkan akhir pekannya saat itu untuk berlibur di Belitung.

    Suami Veronica Tan itu mendatangi dan berenang di pantai pribadinya di Bukit Batu, Manggar, Belitung Timur, Sabtu (15/2/2014).

    Melansir dari Kompas.com, nyeburnya Ahok ke pantai memang menjadi sorotan.

    Beberapa wartawan yang ada saat itu, langsung mengambil kamera dan mengabadikan Ahok kala berenang.

    Para pejabat yang ikut pun tidak mau kehilangan momen mengabadikan kegiatan Ahok tersebut.

    Warganet langsung heboh dan mengira Ahok bisa keluar masuk secara bebas dari Mako Brimob dengan seenaknya.

    Seperti yang ditulis akun Twitter @0_pripot, Rabu (2/7/2017):  “Salah Ahok kedua: hobi berenang kok di ekspos..mau nunjukin ngak sunat Penjara model baru.. ada kolam renang.”

    Sementara aku twitter @plato_id, Kamis (3/8/2017) menulis sebagai berikut:  “waduh ini kenapa bocor. Padahal plato sudah berusaha tutupi. Ini kejadian bberapa hari lalu di pulau ahok di belitung timur wakwawww.”

    Pemilik akun Facebook Ful (shaiful.wahyudi.1) menulis caption foto tersebut, sebagai berikut: “Silahkan Bantah Bahwa Ini Bukan Ahok. Dengan Menunjukkan Foto Ahok Di Penjara. (Mako Brimob?) Kalau Ada”.

    Nah, inilah mengapa harus mencari kebenaran dulu sebelum mempercayai sebuah berita yang beredar. Bijak-bijaklah ya guys?