Blog

  • Wanita Cantik Perekam Video Satwa Dicekoki Miras

    Wanita Cantik Perekam Video Satwa Dicekoki Miras

    Semakin aneh saja kelakuan remaja di Indonesia. Bagaimana tidak, jika dengan tanpa pemikiran yang matang. Dia justru bertindak sangat gegabah dan tidak pantas di tempat umum.

    Hewan yang seharusnya dilindungi dan bahkan di beberapa kebun binatang pun dilarang untuk mmeberikan makanan atau minuman secara sembarangan kepada satwa. Namun, ini justru malah bertindak sebaliknya.

    Karena ulahnya, satwa di salah satu kebun binatang itupun harus dilarikan ke rumah sakit. Hal ini lantaran ternyata ada pengunjung yang dengan sengaja mencekoki satwa dengan miras yang dibawanya ke dalam area kebun binatang.

    Sontak berita inipun menjadi viral disertai dengan beredarnya video aksi pelaku yang mencekoki miras kepada satwa tersebut.

    Ramainya lini masa media sosial terkait beredarnya video berisi rekaman tentang aksi pengunjung yang mencekokkan miras terhadap  salah satu jenis satwa yang ada Taman Safari Indonesia (TSI).

    Akhirnya peristiwa itu mendorong manajemen TSI mengambil sikap untuk menerapkan kebijakan baru.

    Sebagaimana disampaikan dalam keterangan tertulis yang diterima Rabu (15/11/2017), Manajemen TSI mengaku berterima kasih atas perhatian warganet yang peduli kepada kesehatan satwa.

    Melalui peredaran video yang menyebar di kalangan warganet, akhirnya diketahui pelaku aksi pencekokan miras terhadap satwadi TSI, yakni dua orang berinisial AA dan PH.

    “TSI berterima kasih kepada teman-teman media sosial (netizens) yang peduli dan mendukung keamanan satwa di TSI, (bahwa) telah terjadi perbuatan tidak menyenangkan pada hari Selasa, 14 November 2017 di Taman Safari Bogor yang dilakukan oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab terhadap satwa di TSI,” jelas Manajemen TSI dalam keterangan tertulis pada Rabu (15/11/2017).

    Terkait peristiwa tersebut, pihak manajemen TSI mengaku kecewa dan akan menerapkan kebijakan agar aksi serupa tidak terulang lagi.

    “TSI sangat kecewa atas kejadian tersebut dan akan menindak tegas segala perbuatan yang membahayakan keselamatan satwa. Kejadian ini merupakan pelajaran berharga bagi kita semua,. Ke depan Taman Safari Indonesia akan mengeluarkan kebijakan pencegahan lainnya agar kejadian serupa tidak terulang,” jelasnya.

    Pihak manajemen juga meegaskan, keselamatan dan kesehatan satwa merupakan kepentingan terbesar TSI tanpa mengurangi hak-hak pengunjung.

    “Namun upaya pencegahan dari pihak kami tentunya perlu mendapatkan dukungan dari para pengunjung, dengan bersama-sama menjaga keasrian lingkungan dan kesehatan serta keselamatan satwa,” demikian akhir keterangan tertulis manajemen Taman Safari Indonesia.

    Pelaku Sesungguhnya

    Videonya jadi viral, gadis bertato ini mengaku hanya “merekam” aksi temanya yang cekoki satwa di Taman Safari, berikut foto-fotonya, cantik sih tapi…..

    Entah apa lucunya, dan apa maksudnya para remaja ini lakukan hal tak terpuji ini, yang pasti dirinya saat ini tengah jadi bahan bully-an dan caci maki warganet.

    Pasalnya, sebuah video Instagram Story merekam perbuatan sekelompok remaja memberikan miras atau minuman keras kepada satwa yang ada di Taman Safari.

    Hal itu bermula dari Instagram Story yang diunggah pemilik Instagram dengan nama @alyccaaa dan @philipbiondi.

    Dirinya meng-upload video yang menunjukkan kegiatannya saat sedang ke Taman Safari bersama teman-temannya.

    Yang bikin geger, mereka malah melakukan hal yang sangat memalukan.

    Sekelompok anak muda ini dengan sengaja mencekoki alkohol atau miras ke kawanan hewan.

    Awalnya, seekor rusa ditawari wortel, namun saat rusa itu membuka mulutnya, rusa itu malah disiram alkohol diduga sejenis anggur merah ke mulutnya.

    Sontak, rusa tersebut langsung kaget dan berlari menjauh.

    Selain itu, saat melewati kuda nil yang sedang membuka mulut, salah satu dari kawanan itu langsung menyemprotkan miras dari mulutnya ke arah kuda nil yang mengharapkan makanan tersebut.

    Mirisnya, mereka terlihat kesenangan tertawa-tawa sambil berteriak ‘Jackpot!’.

    Entah dimana letak lucunya hingga para remaja ini tertawa terpingkal-pingkal.

    Video tersebut menjadi viral dan membuat warganet marah besar.

    Usut punya usut, ternyata pemilik akun Instagram @alyccaaa tersebut bernama lengkap Alycca Dwi Fitri Amanda.

    Siapa dia? Ternyata ia adalah model wanita bertato, ia pernah jadi model otomotif di salah satu media online.

    Wah, tentu hal ini tidak boleh terjadi lagi. Karena akan sangat membahayakan satwa. Apalagi jika hal tersebut sampai ditiru oleh orang lain. Semoga sja ahal ini merupakan hal yang pertama dan terakhir.

     

     

     

  • Ungkapan Perasaan Terakhir Kepada Sang Pujaan Hati

    Ungkapan Perasaan Terakhir Kepada Sang Pujaan Hati

    Percintaan memang tidak selalu mulus. Terkadang ada saja lika-liku yang membuat sebuah hubungan menjadi kurang mulus. Disitulah cinta mulai diuji dan diperjuangkan. Bukan untuk menyerah, melainkan untuk menyelesaikan masalah yang ada dan memperbaikinya agar kembali lagi seperti semula.

    Namun, saat ini fenomena pacaran di bawah umur. Terkadang membuat masyarakat menjadi geleng-geleng kepala. Karena sewajarnya anak muda atau anak kecil, mereka masih labil dan belum bisa berpikir jernih ketika ada permasalahan. Alhasil banyak berita yang menggambarkan banyak permasalahan remaja yang berujung pada hal-hal negatif.

    Mungkin salah satunya adalah yang menimpa pelajar pria yang satu ini. Sampai akhir hidupnya pelajar ini gagal memiliki pujaan hatinya karena meninggal dunia dengan cara yang tragis.

    Banjir ucapan dukacita yang disampaikan keluarga dan rekan-rekan yang pernah mengenal Richard Vanes Pakpahan, pelajar SMA yang tewas usai dibacok oleh orang yang tidak dikenal.

    Richard siswa SMA Roma Katolik (RK) Serdang Murni, Lubukpakam, Deliserdang, meninggal kena bacok pria, yang diduga kerabat orangtuanya.

    Richard disebut-sebut memergoki pria itu mencuri di rumah orangtuanya, Jalan Lintas Sumatera, Tanjungmorawa, Deliserdang, Selasa (14/11/2017).

    Nyawa remaja tersebut pun tidak tertolong. Ia meninggal dunia sekitar pukul 20.30 WIB akibat luka bacok pada bagian leher.

    Teman-teman Richard ramai-ramai memposting kalimat berbelasungkawa pada dinding Facebooknya.

    Tidak terkecuali gadis pujaan Richard yang pernah jadi tempat curahan hati pelajar yang dikenal teman-temannya cukup periang.

    Satu diantaranya adalah Valentinee Vivaseka. Gadis ini sepertinya bersekolah di tempat yang sama dengan Richard.

    Tidak pernah disangka tanpa sepengetahuan Richard, gadis itu juga menyayangi remaja yang baru menghembuskan nafas terakhirnya kemarin.

    Diam-diam dia juga menaruh perasaan yang sama seperti halnya yang diungkapkan Richard melalui pesan chat via aplikasi messenger.

    Valentinee pun menyampaikan perasaan cintanya kepada Richard begini dalam postingannya:

    Gak nyangka secepat itu kau pergi lek
    Oh ia makasih untuk semua motivasi yg udah kau kasi sama ku chard. 
    Walaupun kau sering buat aku jengkel, tapi aku tetap sayang sama mu chard, aku tetap gak rela kau meninggal chard, kau teman terjahil dan terbaik yg pernah ku knl chard.
    Semoga Tuhan Yesus menerima mu di surga chard
    Love you 

    Padahal Richard hanya dianggap parasit oleh Valentinee karena ia telah memiliki pacar bernama Jimmy di sekolah.

    Ini diketahui melalui chat yang dikirim Richard kepada kekasihnya itu dari tanggal 15-27 Oktober yang lalu.

    Setelah Richard meninggal baru Valentinee menyatakan cintanya.

    Sayangnya dia hanya meratap kesedihan, pasalnya Richard sudah pergi untuk selama-lamanya usai tewas secara mengenaskan dibacok di bagian leher.

    Sekarat Saat Tiba di UGD

    Menurut dokter jaga UGD, yang menangani Richard, dr Triase, kondisi korban sudah kejang‑kejang saat tiba di RS Pirngadi. Tim dokter langsung melakukan penanganan awal.

    “Kondisi korban memang sudah sekarat. Kita lakukan pompa jantung manual, tapi nyawanya tak tertolong,” ujar Triase.

    Setelah dinyatakan meninggal, pihak keluarga membawa jenazah Richard pulang menggunakan  ambulans RS GL Tobing.

    Pembacokan terhadap Richard diperkirakan terjadi pukul 18.00 WIB. “Kaus warna merah itu, punya pelaku Pak, begitu juga topi yang tertinggal di ruang tengah. Saya tadi di dapur saat pembacokan itu,” ujar Ibu Richard, Boru Sitorus, saat ditanya dua penyidik berpakaian preman di rumah tetangganya.

    Setelah itu, penyidik, yang mengenakan kemeja putih membawa Boru Sitorus ke rumahnya.

    Ia bersama seorang warga diinterogasi tiga penyidik di ruang tamu. Beberapa penyidik lainnya berdiri di pelataran rumah.

    Mereka berdiskusi sambil meletakkan berbagai barang, seperti tas milik korban di di atas meja. Sedangkan, pagar rumah dan pintu masuk sudah diberi garis polisi.

    Sebelumnya, Boru Sitorus menceritakan, saat terjadi pembacokan, ia sedang memasak di dapur. Ia berlari ke ruang tamu, saat mendengar suara gaduh.

    Kala itu, J Pakpahan, suami Boru Sitorus,  tidak di rumah. Pakpahan masih mengajar di sekolah swasta di Batangkuis.

    Namun, Boru Sitorus belum sempat menyebutkan identitas pembunuh anaknya, karena Refles Pakpahan, putra ketiganya meratap histeris. Ia terlihat berupaya memenangkan anak ketiganya, yang masih duduk di bangku Sekolah Menengah Pertama (SMP).

    Setelah itu, petugas kepolisian langsung memintanya untuk memberi keterangan terkait pembunuhan itu. Apalagi, dari pemeriksaan sementara, enggak ada barang berharga atau uang  yang hilang dari rumah tersebut.

  • Gara-Gara Hal Simple Seruan Boikot Traveloka Jadi Viral

    Gara-Gara Hal Simple Seruan Boikot Traveloka Jadi Viral

    Saat ini memang banyak hal dapat dengan mudahnya menjadi viral. Bahkan kadang hal sepele sekalipun bisa tiba-tiba menjadi viral tanpa alasan yang jelas.

    Salah satunya adalah aplikasi online penyedia tiket hotel dan penerbangan ini.

    Tiba-tiba saja tagar boikot atas perusahaan ini pun menjadi sangat viral di dunia maya.

    Bagaimana kisahnya?

    Perusahaan penyedia layanan pemesanan tiket pesawat dan hotel secara online, Traveloka, kini tengah dirundung cobaan.

    Netizen di media sosial beramai-ramai menyerukan ajakan untuk memboikot aplikasi Traveloka.

    Pemboikotan tersebut ditengarai terjadi karena pemilik Traveloka, Derianto Kusuma, diduga telah menyalami Ananda Sukarlan yang melakukan walk out saat Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan menyampaikan pidato di acara peringatan 90 tahun berdirinya Kolese Kanisius di JIExpo Kemayoran, Sabtu (11/11/2017).

    Berikut ini beberapa kicauan netizen yang mengajak untuk memboikot Travelola.

    @utangmeroket, “Aksi Pelecehan WO oleh Ananda Sukarlan juga diDukung Oleh Derianto Kusuma pendiri Traveloka 
    Yuk UnInstall Traveloka..!”

    @NetizenTofa, “Saya sudah uninstall @traveloka, anda sudah?”

    @Jakchrome, “Uninstall Traveloka, Done!”

    @ivanazhar1, “Masih ada aplikasi lain kok.”

    @ariefzein83new, “In syaa Allah masih banyak apl lain yg lebih baik.. Hehehe.”

    Namun di tengah gencarnya ajakan untuk memboikot aplikasi Traveloka tersebut, muncul kesaksian dari netizen bahwa pemilik Traveloka, Derianto Kusuma tidak hadir dalam acara peringatan 90 tahun berdirinya Kolese Kanisius tersebut.

    Netizen bernama Paulus Cahyo tersebut menerangkan dalam unggahan Facebooknya bahwa Derianto Kusuma tidak bisa hadir dan diwakilkan oleh ibundanya.

    “Saya datang malam itu di Perayaan 90 tahun Kanisius, memang ada penghargaan untuk alumni Kanisius muda yang berbakat, Derianto Kusuma, Pendiri Traveloka, namun ybs saat itu BERHALANGAN HADIR dan diwakili oleh Ibundanya, jadi berita bahwa Derianto Kusuma menyalami mas Ananda Sukarlan ini sangat mengada-ada,” tulis Paulus Cahyo dilaman Facebooknya, Selasa (14/11/2017).

    Netizen lain juga memberikan keterangan bahwa pada saat acara berlangsung, Derianto Kusuma tengah berada di Amerika Serikat.

    Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari Traveloka menanggapi adanya ajakan pemblokiran yang dilakukan oleh netizen tersebut.

    Diketahui bahwa, Ananda Sukarlan mengaku jika dirinya bersama sejumlah alumnus lain yang hadir telah keluar dari ruangan atau walk out saat Gubernur DKI, Anies Baswedan berpidato.

    Ananda yang duduk di kursi paling depan hanya mendengar sekitar lima menit pidato Anies sebelum akhirnya berdiri dan meninggalkan ruangan.

    “Ya, saya memang walk out di tengah pidato (Anies Baswedan),” kata Ananda.

    Ananda mengatakan, dia walk out karena sosok Anies yang diundang di acara itu dinilai tak mencerminkan nilai-nilia ajaran Kanisius.

    Ananda menyinggung soal pidato Anies seusai dilantik sebagai Gubernur DKI yang menyinggung masalah pribumi dan non-pribumi.

    “Waktu kami datang ke sana, kami kaget, kok, ada Pak Anies. Terus kami pikir, kenapa, sih (diundang). Karena nilai-nilai Pak Anies enggak sesuai dengan yang diajarkan Kanisius, terutama tentang perbedaan, pribumi, dan non-pribumi,” ujar Ananda.

    “Saya itu Islam dan waktu itu saya enggak ada masalah sekali dengan teman-teman yang katolik. Menurut Pak Anies, non-pribumi, saya enggak tahu apa sih pribumi dan non-pribumi itu. Saya orang Jawa, Islam, dan saya bergaul dengan sangat baik dengan teman-teman saya sampai sekarang,” ujar Ananda.

    Seusai Anies berpidato dan meninggalkan ruangan, Ananda bersama sejumlah alumnus lain yang walk out kemudian kembali ke ruangan.

    Ananda yang berkesempatan naik ke atas panggung dan memberikan sambutan saat mendapat penghargaan dari Kanisius lantas mengkritik panitia yang mengundang sosok yang tidak mencerminkan ajaran Kanisius.

    “Saya mengkiritik panitia bahwa mengundang seseorang yang mendapatkan jabatannya dengan cara-cara dan nilai-nilai yang tidak sesuai dengan ajaran Kanisius. Namun, saya tidak menyebut nama Pak Anies,” ujar Ananda.

    Ananda menegaskan, walk out itu merupakan sikapnya pribadinya, bukan sikap alumnus Kanisius.

    Setelah seruan boikot Traveloka menjadi viral di media sosial, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan pun angkat bicara.

    Ia menanggapi isu tersebut seperti yang diunggah oleh seorang netizen @firaun_id:

    “Traveloka juga memberikan manfaat bagi warga banyak.

    Toh itu sebuah jasa yang punya faedah yang besar bagi masyarakat banyak.

    Jadi mari kita biasakan untuk berbeda pandangan dengan sehat saling menghormati, saling menghargai tanpa harus melakukan penghukuman-penghukuman seperti itu.

    Jadi nggak perlu uninstall segala macam”

    Meski Anies sudah mencoba meredam suasana, namun netizen justru tidak bergeming dalam menyikapi isu tersebut.

    @omar_latief: Bijak nya pendapat seorang Gubernur.. #uninstallTraveloka.. Tetep

    @herry_akang: Itu Sikap Pak Gubernur begitu, ya monggo kerso, tapi sikap Saya tetap uninstall Traveloka.

    @hamzah06: Sangat menghargai betapa bijaknya Pak Gubernur, namun saya tetap #uninstallTraveloka.

    Kalau kamu, apakah kamu juga ikut meng-uninstall aplikasi Traveloka?

  • Polisi Kok Ditilang? Faktanya Mengejutkan

    Polisi Kok Ditilang? Faktanya Mengejutkan

    Seorang polisi wajarnya selalu taat terhadap peraturan. Apalagi peraturan lalu lintas. Tidak lucu kan jika polisi malah justru ditilang oleh polisi karena melanggar peraturan lalu lintas?

    Pasti masyarakat akan bertanya-tanya tentang integritas sang polisi. Karena tidak sewajarnya jika polisi sampai melanggar peraturan dan terkena tilang.

    Nmaun, masih ada saja lho polisi yang ternyata melakukan pelanggaran hingga berujung ditilang.

    Siapa ya sosok polisi ini?

    Jika kamu berpikiran bahwa polisi yang disebut sedari tadi itu adalah polisi sesungguhnya. Maka, kamu benar-benar sudah terkecoh.

    Sosok polisi yang dibicarakan ini ternyata bukanlah seorang polisi pada umumnya. Namun pria bernama Polisi ini merupakan sosok yang viral karena memiliki nama yang mirip dengan salah satu profesi yang ada di Indonesia.

    Polisi, pemuda 22 tahun asal Dusun Pangarengan, Desa Kalipang, Kecamatan Grati, Kabupaten Pasuruan, mendadak menjadi perbincangan.

    Namanya memang tak lazim karena identik dengan nama profesi yang bertugas melindungi dan mengayomi masyraakat.

    Karena namanya yang tak lazim itu, Polisi menjadi perbincangan saat surat tilang atas namanya beredar di media sosial.

    Ya, pada 6 November 2017 silam, Polisi memang terjaring operasi Zebra Semeru yang digelar oleh Satlantas Polres Pasuruan.

    Saat itu dia kena tilang lantaran tak bisa menunjukkan Surat Izin Mengemudi (SIM). Alhasil, Polisi pun ditilang polisi.

    Nah, tanpa disadarinya, ternyata surat tilang beserta Kartu Tanda Penduduk (KTP) miliknya ini difoto oleh seorang polisi yang ikut dalam operasi. Tak lama, foto itu menjadi viral di medsos dan group-group WhatsApp.

    Setelah namanya jadi perbincangan, ada salah satu netizen yang mengunjungi rumah Polisi ini di Grati, Kamis (14/11/2017) sore.

    Saat tiba pertama di rumahnya, netizen disambut apik oleh ibu Polisi, Illyyin. Setelah berbincang sesaat, Illyyin mulai membuka cerita panjang tentang sejarah nama polisi yang diberikan ke anak pertamanya , buah dari kisah cintanya bersama Almarhum (Alm) Yasin, ayah Polisi.

    Nah, ternyata nama tersebut memang mendadak viral karena keanehannya. Namun, beberapa waktu yang lalu juga sempat ada nama-nama aneh yang beredar dan juga viral karena netizen  penasaran dengan nama-nama unik tersebut.

    Jika kamu akan segera memiliki bayi, maka sebaiknya pikirkan dengan matang. Nama apa yang sekiranya akan kamu berikan kepada calon bayimu. Jangan sampai kamu membuat nama yang aneh-aneh dan akhirnya viral juga di sosial media.

    • Punya arti yang baik

      Jika kamu memilihkan nama untuk anak. Sebaiknya hal pertama yang harus kamu pikirkan adalah pilihlah nama berdasarkan arti nama tersebut. Carikan nama anak yang memiliki arti yang baik dan penuh dengan doa pengharapkan kepadanya. Jangan sampai memilihkan nama, tanpa arti sama sekali.

    • Mudah dieja dan diucapkan

      Nama yang baik untuk anak, juga adalah nama yang dapat dengan mduah diucapkan. Nama-nama yang sulit untuk dieja akan menyulitkan para orangtua ketika menyebutkan nama sang anak sehingga bisa saja malah salah sebut nama.

    • Tidak ketinggalan zaman

      Memilih nama yang mudah dihafalkan dan juga tidak ketinggalan zaman. Jika kamu memilihkan nama yang jadul, bukan tidak mungkin sang anak akan diejek di kemudian hari dan malah justru menimbulkan depresi mental.

    • Jangan terlalu panjang

      Memilih nama yang tidak terlalu panjang juga merupakan hal yang penting. Selain ribet, jika di kepercayaan adat Jawa. Nama tersebut akan memberatkan dan membebani anak sehingga anak akan mudah sakit-sakitan dan terkena mala petaka.

    • Unik boleh asal pas

      Boleh sih memilihkan nama yang unik dan mungkin tak pernah didengar sebelumnya, namun pastikan juga nama itu cocok untuk anak. Nama yang terlalu ekstrem uniknya bisa jadi menyulitkan anak saat dewasa nanti karena orang lain susah mengucapkannya. Salah-salah malah ada panggilan baru yang diberikan kepada anak, saking sulitnya mengucapkan namanya yang super unik tersebut.

      Jadi, memberikan nama yang kamu sukai kepada anak sih sah-sah saja, Namun, jangan sampai membebani anak dan malah justru anak yang kena imbasnya. Pilihlah nama dengan wajar, namun tetap memiliki arti yang baik dan penuh dengan doa.

     

    Jika kamu sudah memilihkan nama yang baik untuk anakmu dengan baik. Siapa tahu doa-doamu di dalam nama tersebut akan dikabulkan.

  • Mandi Di Dalam Kuali dengan Api Menyala, Netizen Dibuat Shock

    Mandi Di Dalam Kuali dengan Api Menyala, Netizen Dibuat Shock

    Ada-ada saja tingkah laku yang dilakukan oleh bocah ini. Bagaimana tidak, jika dia dengan sengaja mandi di dalam kuali yang di bawahnya menyala api yang berkobar.

    Kira-kira apakah tidak panas?

    Sebuah video sedang ramai dibicarakan di media sosial.

    Video tersebut menunjukkan seorang anak laki-laki yang sedang mandi di dalam kuali berisi air.

    Netizen ramai membicarakannya karena kuali itu diletakkan di atas api yang sedang menyala-nyala.

    Jadi bisa dibilang, bocah tersebut mandi dalam air yang sedang direbus!

    Sebuah akun twitter @PakatDayak mengunggah video tersebut dan memberikan penjelasan mengenai apa yang sebenarnya tengah dilakukan bocah itu.

    Video yang diberi cuitan, “Pemanasan dulu….” itu diunggah pada 12 November 2017 lalu.

    Hingga berita ini diturunkan, video berdurasi 40 detik itu telah diretweet sebanyak 395 kali dan disukai oleh leboh dari 300 pengguna twitter.

    Rupanya, bocah dalam video itu sedang melakukan mandui atau mandi, yang gunanya adalah untuk mendapatkan kekebalan dari segala jenis senjata.

    Penjelasan tersebut dituliskan @PakatDayak dalam kicauan berikut ini.

    “Dalam bhs kami Dayak ngaju ini namanya mandui (mandi) untuk memperoleh kekebalan dari apapun jenis senjata. Ada banyak versi mandui, ada yg seperti di video, ada yg langsung ke sumber air (sungai).”

    Seorang netizen yang penasaran melihat seorang manusia mandi dengan santai di atas api yang menyala, kemudian membalas penjelasan @PakatDayak dan menanyakan hal ini,

    “Min .. apa gak kepanasan ya tu Min?! Sebelum mandui ada ritualnya ya Min?”

    Admin @PakatDayak membenarkan bahwa ada ritual yang harus dilakukan sebelum melaksanakan mandui.

    Ritual tersebutlah yang menjadi rahasia bocah dalam video bisa tahan dan santai padahal dirinya seolah-olah sedang ‘direbus’.

    Akun @PakatDayak bahkan juga mengunggah jenis lain dari mandui, yaitu yang dilakukan langsung di sumber air yaitu sungai.

    Dalam video tersebut tampak dua orang tengah melakukan mandui di sungai.

    Seorang netizen bernama Julian A. Taslim, juga memberikan penjelasan yang diketahuinya lewat akun @julian_ampera.

    “Bener, sebelum bepergian/berjuang jauh baik perang/mencari rejeki dihutan/didaerah lain tetuha selalu ngomong “mandui hulu…” bukan untuk sebagai jagoan tapi untuk membela diri …”

    Video ini ramai dikomentari oleh beberapa netizen pengguna twitter.

    @Namaku_Mei : Kaya rebus orang…ngeri

    @nuraninadya : Ebuset, mendidih lu tong!

    @jakubsiahaan : Sangarrrr salah satu kekayaan nusantara, Mantappp

    @bagasarrahman : Gak ngilu itu kaki nya panas kena dasar wajan yang langsung bersentuhan dengan panasnya api. heleh bahasanya

    Ritual Bapapai

    Selain upacara Mandui ini, masih banyak tradisi mandi lainnya yang ada di suku Dayak, salah satunya adalah ritual adat sebelum pernikahan ini.

    Budaya Babapai masih berkembang di era serba modern ini, karena suku Bakumpai takut kualat sehingga tak ingin meninggalkan budaya tersebut.

    Budaya tersebut diselanggarakan terutama di saat proses adat perkawinan suku Bakumpai.

    “Ritual Bapapai, adalah sebuah acara mandi kembang calon pengantin yang dilaksanakan pada malam hari, biasanya setelah akad nikah sekitar pukul 20.00 hingga pukul 10.00 Wib,” kata seorang tokoh adat warga Muara tuhup, Kebupatan Murung Raya (Mura) di Puruk Cahu, Jum’at.

    Sudah suatu kebiasaan warga suku yang banyak tinggal di Daerah Aliran Sungai (DAS) Barito, pedalaman Kalteng melakukan acara akad nikah pada malam hari.

    Proses mandi kembang cukup sederhana dan unik, yaitu sebelum mandi kembang, kedua calon pengantin harus berputar mengelilingi tempat mandi yang dipagari benang hitam, diiringi oleh tujuh orang wanita yang berperan sebagai dayang.

    Kemudian setelah berputar sebanyak tujuh kali calon pengantin duduk di tempat yang telah disediakan untuk dimandikan oleh tujuh orang dayang secara bergantian.

    Untuk kemudian kedua mempelai didandani layaknya para dayang yang melayani raja dan ratu.

    Adat budaya suku Bakumpai ini diartikan mempelai membersihkan dan membuang masa lalu atau masa remaja, untuk kemudian bersiap dengan jiwa raga yang bersih menyongsong hari depan yang lebih bersih seperti layaknya seorang yang baru saja dimandikan.

    Dikarenakan acara Bapapai ini dilakukan harus di lapangan terbuka maka acara ini menjadi tontonan gratis bagi masyarakat setempat dan biasanya cukup ramai dikunjungi warga, karena acara ini hanya terselenggaran saat perayaan perkawinan saja.

    Nah, jika di suku Dayak ada banyak adat ritual mandi. Di daerahmu adakah adat yang serupa?