Blog

  • Kakek 94 Tahun Mendadak Viral Usai Dirampok

    Kakek 94 Tahun Mendadak Viral Usai Dirampok

    Mendekati hari lebaran, tiba-tiba masyarakat Kota Jambi mendadak dihebohkan dengan sebuah video yang menampilkan seorang lelaki tua yang menjadi korban perampokan ketika tengah berjualan pisang keliling. Dalam video yang berdurasi sekitar 4 menit tersebut, sang kakek mengaku bahwa telah dirampok oleh tiga orang yang berpura-pura berniat ingin membeli pisang dagangannya.

    Tanpa merasa curiga dan melihat gelagat aneh dari tiga orang tersebut. Sang kakek pun melayaninya seperti layaknya sedang melayani pembeli. Namun, tanpa disangka-sangka tiga orang tersebut berniat jahat dan merampok sang kakek tersebut.

    Video yang dengan cepat viral tersebut, pertama kali diunggah  oleh akun Facebook bernama TommyReza Chokolatoz pada Selasa, 6 Juni 2017. Dalam keterangannya, akun tersebut menulis “buat kalian yang sering pulang pergi melewati kota baru, pasti tidak asing lagi sama bapak ni… belilah pisangnya tanpa kalian minta nego…. kasian bapak ini baru saja kehilangan uang tabungannya yang ditabungnya buat beli kursi, agar bisa ikut merayakan hari lebaran,”.

    “Bapak ni penjual pisang keliling, dan bapak ni baru saja kehilangan uang sekitar Rp 1,1 juta di dalam sakunya,” lanjut akun TommyReza Chokolatoz dalam tulisannya.

    Akun tersebut juga menuliskan secara singkat kronologi perampokan yang menimpa kakek penjual pisang keliling tersebut. Kejadian menyedihkan tersebut, bermula pada Selasa pagi, 6 Juni 2017 sekitar pukul 09.00 WIB. Sang kakek yang belakangan diketahui bernama Suratman itu berkeliling menjual pisang dengan sebuah gerobak di kawasan Kotabaru, Kota Jambi.

    Saat itu secara tiba-tiba saja datanglah sebuah mobil yang berhenti tepat di depan dagangan Kakek Suratman. Tanpa keluar dari mobil, sang sopir mengaku bahwa dirinya ingin membeli pisang sang kakek yang dijual kala itu. Alasan malu saat bulan puasa, sang sopir meminta Kakek Suratman agar membawa pisangnya ke dalam mobil, sehingga sang sopir tidak perlu turun dari mobil.

    Sang kakek membawa pisang yang diminta seharga Rp 15 ribu. Namun saat di dalam mobil, tiba-tiba saja dan tak diduga sang sopir tiba-tiba mengunci pintu dari dalam dan mengambil semua uang yang ada di kantong kakek Suratman secara paksa.

    Usai mengambil paksa uang tersebut, Kakek Suratman lantas dikeluarkan dari dalam mobil dan pengendara mobil langsung berlalu begitu saja. Kakek Suratman yang kaget, seketika berteriak ada rampok. Tak lama kemudian seorang ibu tukang sapu jalan datang untuk membantu Kakek Suratman. Namun, mobil tersebut sudah berlalu dan tidak terlihat lagi.

    Hingga Selasa malam, video tersebut sudah dibagikan hingga puluhan ribu kali. Banyak warganet yang mendoakan sang kakek dan menghujat pelaku perampokan tersebut. Kritik pedas pun banyak ditujukan kepada sang pelaku perampokan kakek tersebut. Bagaimana tidak, jika sang pelaku dengan tega berbuat seperti itu kepada kakek-kakek yang tentunya tidak berdaya.

    Pelaksana Tugas (Plt) Kasubag Humas Polresta Jambi, Brigadir Alamsyah Amir mengatakan pihaknya sudah mendengar adanya peristiwa perampokan yang heboh di media sosial itu. Dugaan perampokan itu tengah diselidiki jajaran Polsek Kotabaru, Kota Jambi.

    Pihak Kapolsek juga sudah membenarkan kejadian perampokan tersebut. Hal ini diselidiki melalui monitor sosial media, tidak lupa lokasi kejadian pun juga diselidiki dan diperiksa oleh pihak kepolisian. Kakek Suratman pun juga akan dicari untuk dimintai keterangannya terkait perampokan tersebut. Sang kakek sehari-hari tinggal di Jalan Bangka, RT 14, Kelurahan Kebun Handil, Kecamatan Jelutung, tepat berada di belakang GOR Kotabaru, Kota Jambi.

    Akibat kejadian yang menimpa sang kakek, Kakek Suratman menderita kerugian hingga Rp 1.175.000. Tentu uang sejumlah itu merupakan uang dalam jumlah besar baginya. Karena untuk mengumpulkannya, dia harus rela berjualan dan bekerja keras.

    Kepada polisi, Suratman yang diketahui sudah berumur 94 tahun itu justru enggan membuat laporan polisi. Alasannya, uang yang diambil perampok sudah diganti dengan sebuah kursi baru oleh sejumlah warga yang simpatik dengan insiden yang menimpanya itu.

    Tak hanya itu, cukup banyak dermawan yang menyumbangkan uangnya untuk sang kakek. Karena itulah, Suratman yang lahir di Jawa Tengah tahun 1923 ini mengaku ikhlas dan tak ingin melakukan tuntutan kepada sang pelaku. Wah sungguh mulia hati sang kakek, meski sudah diperlakukan seperti itu namun masih berbaik hati untuk mengikhlaskannya.

    Semoga diganti dengan yang lebih baik ya Kek?

  • Begini Pengakuan Dokter Fiera Atas Peristiwa Yang Dialaminya

    Begini Pengakuan Dokter Fiera Atas Peristiwa Yang Dialaminya

    Seorang dokter membuat gaduh dunia maya. Kota Solok, Serambi Madinah yang terkenal sebagai penghasil Bareh Solok mendadak menjadi sorotan publik dan media baik TV, media cetak online maupun media sosial dikarenakan postingan di akun social media milik seorang dokter. Berkat tulisannya yang memancing rasa penasaran warga masyarakat, tulisannya kali inipun membuat geger warga internet.

    Dokter yang memiliki nama lengkap Fiera Lovita itu sempat didatangi oleh sejumlah ustadz di Kota Solok ke tempat kerjanya di RSUD, hal ini berkaitan dengan status di akun Facebooknya yang menulis tentang Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab dan umat Islam lain yang mendukung Perjuangan Habib Rizieq.

    Berdasarkan kabar yang beredar, sama sekali tidak ada ancaman maupun intimidasi dari orang-orang yang mendatanginya kala itu. Dengan di fasilitasi oleh kepolisian Resort Kota Solok pertemuan berjalan lancar dan tercipta kesempakatan bahwa dr. Fiera meminta maaf dan berjanji tidak akan mengulangi perbuatannya yang tertuang dalam sebuah pernyataan bermaterai.

    Setelah pertemuan perdamaian ini usai, aktivitas warga di Kota Solok kembali berjalan normal seperti biasanya, tanpa adanya huru-hara seperti opini yang terbangun. Selain itu, warga juga tidak terlampau mau untuk mengurusi polemik dari sikap dokter tersebut, karena warga mulai disibukkan dengan persiapan untuk menyambut puasa Ramadhan. Lagipula, Kapolres solok AKBP Susmelawati Rosya sudah memediasi dan mendinginkan suasana kota hingga cair dan tenang.

    Namun beberapa hari usai mediasi pertemuan tersebut selesai, Kota Solok dan lini massa kembali dihebohkan dengan beredarnya kembali tulisan yang mengatasnamakan dokter Fiera yang memuat 14 point dengan isi yang betendensi adanya intervensi, ancaman teror, dan menggambarkan seakan-akan Kota solok tidak nyaman, terlebih tulisan tersebut terkesan membesarkan-besarkan masalah.

    Berikut ini tulisan viral dokter Fiera di media sosial yang kemudian memantik kontroversi selanjutnya di tengah masyarakat Kota Solok dan media sosial yang diberi judul di atas tulisan ‘Kabar Dari Solok’  dan diakhiri dengan tulisan ‘Tolong Disebar Tulisan ini dan Bantu’ .

    KABAR DARI SOLOK

    Assalamualaikum wr wb..

    Pertama sekali saya memperkenalkan diri..

    Nama saya dr. Fiera Lovita, umur 40 tahun, agama Islam, berprofesi sebagai dokter umum bersertifikasi Hemodialisa.
    Saya adalah putri asli minang yang bekerja dengan status ASN provinsi Sumatera Barat yang ditempatkan di RSUD Kabupaten Solok , Sumatera Barat. Saya mempunyai dua orang anak yang masih duduk di kelas 1 dan kelas 3 Sekolah Dasar di Kabupaten Solok, Sumatera Barat.
    Saya akan menceritakan kronologis kejadian yang menimpa diri saya, sbb :

    1. Pada periode tanggal 19 – 21 Mei 2017, saya membuat status di akun Facebook pribadi saya. Status tersebut berbunyi :
    “kalau tidak salah, kenapa kabur? Toh ada 300 pengacara n 7 juta ummat yg siap mendampingimu, jgn run away lg dunk bib”

    “kadang fanatisme sudah membuat akal sehat n logika tdk berfungsi lagi, udah zinah, kabur lg, masih dipuja & dibela”
    “masi ada yg berkoar2 klo ulama mesumnya kena fitnah, loh…dianya kaburr, mo di tabayyun polisi beserta barbuk ajah ga berani”

    Status normatif yang berisi pernyataan keheranan saya setelah melihat berita konferensi pers pihak kepolisian di media massa dan televisi terkait tentang kebenaran barang bukti kasus chat mesum Firza Husein yang sudah disita polisi. Serta status saya yang menanggapi berita kaburnya seorang habib yang akan diminta keterangannya oleh polisi di Jakarta dalam kasus chat mesum dan kasus hukum lain yang menimpa habib tersebut.

    Saya hanya mengemukakan apa yang ada dalam hati dan pikiran saya tanpa ada maksud dan tujuan apapun.

    2. Setelah membuat postingan Facebook tersebut di akun pribadi saya, karena kebetulan hari Minggu, saya mengajak kedua anak saya jalan-jalan keluar rumah serta makan siang, dilanjutkan main ke arena permainan anak anak sampai sore. Malam harinya, saya baru buka HP dan Facebook, ternyata sudah banyak kiriman permintaan perteman yang jumlahnya lebih dari 100 orang. Beberapa akun orang lain sudah mengcapture status di akun saya dan membagikannya ke Facebook dengan ditambahi kata-kata yang provokatif, yang kotor, yang mengajak orang lain untuk membenci saya dan melaknat saya. Status-status saya menjadi viral di Facebook terutama di pengguna Facebook Sumatera Barat dimana saya tinggal. Karena khawatir terjadi hal yang tidak diinginkan, sayapun segera menutup akun saya.

    3. Hari senin pagi, tanggal 22 Mei 2017, saya beraktivitas seperti biasa, mengantarkan anak-anak ke sekolah karena sedang dilaksanakan ujian naik kelas, dan saya pun berangkat bekerja seperti biasa. Sekitar jam 9 pagi saya di telepon pihak kantor (RSUD Solok) untuk menemui Wakil Direktur RSUD Solok, dr. Elfahmi. Saat menghadap, dr. Elfahmi memberitahukan bahwa postingan Facebook saya sudah di capture orang lain dan dibagikan ke banyak group Facebook dengan ditambahi kata-kata provokatif dan tuduhan bahwa saya telah menghina ulama mereka. Pihak manajemen rumah sakit meminta saya untuk menghapus postingan tersebut dan menghilangkan data di profil saya yang menyebutkan tempat saya bekerja di RSUD Kabupaten Solok. Saya langsung melaksanakan anjuran tersebut dengan menghapusnya.

    4. Tak berapa lama kemudian saya langsung menjemput anak saya karena ujian sekolah hari itu selesai. Saat saya sedang menjemput anak di sekolah, saya mendapat telpon lagi dari rumah sakit bagian pelayanan medis, drg. Basyir Busnia yang menginformasikan bahwa ada intel polisi mencari saya dan saya diminta segera datang ke kantor RSUD Solok . Saya kaget, shock juga , kenapa ada intel polisi mau bertemu dengan saya? Ternyata mereka tidak sabar menunggu saya di RSUD Solok, intel polisi tersebut langsung menyusul saya menuju tempat dimana saya berada saat itu, yaitu di toko roti samping rumah sakit saat saya sedang membelikan roti untuk anak-anak saya. Intel polisi tersebut memaksa saya untuk segera ikut dengan mereka. Awalnya mereka minta ke rumah saya, lalu saya tolak, terus mereka minta bawa saya ke kantor polisi, saya tidak mau, akhirnya saya kembali dibawa ke kantor RSUD Solok beserta kedua anak saya yang baru pulang sekolah.

    5. Begitu sampai di kantor RSUD Solok, salah satu intel polisi tersebut (yang berjumlah 3 orang) memperkenalkan diri sebagai kasad intel polisi kota solok, bernama bapak Ridwan. Beliau memperlihatkan konten Facebook dari handphonenya, bahwa ada postingan kelompok FPI yang tidak senang terhadap postingan saya di Facebook dan berencana dengan kelompoknya berniat menggerebek dan menangkap saya.
    Dengan alasan untuk melindungi saya, pak Ridwan mulai menginterogasi saya di kantor RSUD Solok, tanpa menunjukkan surat tugasnya. Sebelum diinterogasi, saya terlebih dahulu difoto oleh anggotanya, setelah itu baru diinterogasi. Saya ditanya tentang nama, umur , pekerjaan dan alamat. Kemudian saya ditanya mengapa sampai membuat postingan tersebut? Saya jawab, status tersebut saya buat spontan saja karena melihat berita di media massa dan berita di televisi yang berkembang saat itu. Status Facebook saya diviralkan oleh oknum hidayatullah dan oknum lainnya di berbagai media sosial (Facebook dan Whatsapp Group) dengan ditambahi kata-kata yang provokatif dengan tujuan orang yang membacanya menganggap saya sebagai penghina ulama besar mereka. Padahal status saya tersebut normatif tanpa menyebut nama seseorang dan tanpa mencantumkan foto seseorang.

    6. Oleh pak Ridwan , saya juga ditanya apakah ada pihak lain yang memerintahkan atau mendorong saya untuk membuat postingan status Facebook tersebut? Saya jawab tidak ada.
    Setelah melihat dan memeriksa postingan facebook di akun saya, pak Ridwan bertanya kepada saya, apakah saya pendukung kebijakan Ahok dan bapak Presiden Jokowi? Saya jawab iya saya pendukung pak Jokowi sejak 2014 dan pendukung Ahok, karena saya kagum dengan program-program beliau dan menurut saya beliau berdua adalah sosok pemimpin yang anti korupsi. Kemudian pak Ridwan melengos, dan menyuruh saya agar meminta maaf dan berjanji tidak akan melakukan hal seperti ini lagi.

    Saat itu pak Ridwan juga meminta HP yang saya pegang, karena saat proses interograsi ada beberapa nomor telepon yang tidak saya kenal, masuk ke WhatsApp saya. Beberapa nomor telepon whatsapp yang masuk memakai profil foto Rizieq Shihab, ada juga nomor dengan profil foto orang berjubah dan bersorban putih, beberapa nomor telepon yang masuk ada wanita memakai hijab, ada yg tanpa foto profil, dan banyak lainnya. Kemudian pak Ridwan membuka WA di HP saya, dan membaca chat WA orang-orang tersebut serta seakan-akan mencatat nomor HP mereka di selembar kertas.

    Pak Ridwan meminta saya agar jangan macam-macam dulu, saya diminta cukup menjalankan tugas sebagai dokter saja. Dan pak Ridwan mengatakan hati-hati, karena ada kelompok FPI yang akan mencari saya. Pak Ridwan memberikan nomor telepon, saya diminta menelpon jika ada hal yang terjadi.

    7. Selesai diinterogasi oleh pihak kepolisian, sekitar jam 1 siang, tanggal 22 Mei 2017, saya dan anak-anak saya turun keparkiran menuju mobil saya. Setelah masuk kedalam mobil, tiba-tiba mobil saya sudah dikelilingi oleh beberapa orang berjubah, berjanggut dan berkopiah putih-putih. Mereka mengetuk-ngetuk jendela mobil saya. Lalu saya segera menelpon pak ridwan tadi, setelah itu saya membuka pintu mobil untuk berkomunikasi dengan mereka. Pak Ridwan datang saat saya sedang berbicara dengan salah satu utusan FPI tersebut. Rombongan FPI meminta saya supaya jangan bersikap seperti itu (membuat status di Facebook), saya lalu meminta maaf kepada mereka dan berjanji tidak akan berbuat seperti itu lagi. Mereka kemudian meminta saya membuat surat pernyataan dengan tulisan tangan diatas kertas dan difotokan. Mereka meminta saya untuk secepatnya memposting surat pernyataan permintaan maaf tersebut di akun Facebook milik saya.
    Saya menjawab beri saya waktu sekitar satu jam untuk pulang terlebih dahulu, makan dan sholat. Akhirnya saya diperbolehkan jalan pergi, tetapi sebelum sempat jalan, tiba-tiba saya di suruh buka kaca mobil lagi dan mereka mengatakan bahwa FPI di seluruh Sumatera Barat akan bergerak menemui saya. Jadi cepat saja membuat surat pernyataan permintaan maaf itu dan memposting di akun Facebook milik saya. Saya menjawab, baiklah.
    Saat itu anak-anak saya menangis karena ketakutan melihat keberadaan mereka , anak saya juga ketakutan karena melihat bapak Ridwan membawa pistol kecil yang diselipkan di pinggang belakangnya.

    8. Saya akhirnya mampir ke Masjid dekat RSUD Solok, sholat sebentar, sementara anak-anak saya masih terus menangis. Anak-anak saya takut pulang, karena anak-anak saya takut saat dirumah akan diserbu oleh orang-orang yang tidak dikenal. Saya akhirnya juga ikut menangis, lalu saya tenangkan anak-anak saya dan saya ajak pulang ke rumah. Sesampainya di rumah, saya dan anak-anak ketakutan, saya telepon beberapa orang teman , mereka cemas dengan keberadaan saya, tetapi semua teman saya tak berdaya dan tidak bisa berbuat apa-apa. Saat itu tidak ada siapapun disekeliling saya yang mensupport dan menemani saya. Tidak ada satupun orang yang berani membantu saya.

    9. Setelah saya posting surat pernyataan dan permintaan maaf saya di Facebook, dalam waktu satu jam, laman facebook saya malah kembali dibongkar-bongkar oleh mereka. File-file album pribadi saya berupa foto-foto saya dan anak-anak saya dan postingan lama saya mereka munculkan kembali dan disebar ke banyak group facebook. Mereka mengambil foto saya dan mengedit dengan vulgar, tidak senonoh dan ditambahi dengan kata-kata jorok yang sangat tidak pantas bagi seorang perempuan.

    Bukannya mereka menjadi reda dan tenang dengan adanya postingan surat pernyataan dan permintaan maaf yang saya buat tadi, tetapi mereka malah semakin menjadi-jadi dan tak terkendali. Akhirnya sore itu juga saya memutuskan untuk kembali menutup akun Facebook saya demi kenyamanan dan keamanan saya dan anak-anak saya.
    Saat malam harinya saya dan anak-anak sulit tidur , karena mendengar anjing rumah menggonggong ribut dan seperti ada orang disekitar rumah yang sedang mengintai. Kejadian tersebut berlangsung sampai jam 2 dini hari.

    10. Keesokan harinya, selasa, 23 Mei 2017, anak-anak bersiap untuk pergi sekolah dan ujian. Saya mengantar mereka ke sekolah dan saya ke rumah sakit bekerja seperti biasa. Setelah mengantarkan anak-anak pulang dari sekolah, tiba-tiba, saya mendapat telepon pagi itu dari drg . Basir Busnia lagi , saya disuruh datang ke kantor RSUD Solok segera, tanpa penjelasan lebih lanjut. Ternyata sesampai di RSUD, sudah banyak orang berjubah di halaman rumah sakit serta ada beberapa mobil polisi. Saya mulai panik, banyak telepon masuk dari pegawai rumah sakit yang bertanya kepada saya, ada apa buk? kok banyak orang dan polisi mencari-cari ibu? Saya tidak menjawab, dan buru-buru masuk kedalam.

    Saya langsung disuruh menemui wakil direktur rumah sakit , dr. Elfahmi. Saya diberitahu bahwa ada sekelompok pemimpin ormas termasuk ketua FPI mau bertemu dengan saya. Saya diminta tidak menjawab, harus patuh dengan keinginan mereka kalau ingin selamat dan kasus ini tidak berlanjut. Dan saat itu saya bersedia mengikuti saran tersebut. Kemudian dengan dikawal dua orang staf kantor, saya dibawa menemui direktur RSUD di ruangan khusus. Disana, direktur RSUD Solok, drg. Epi marah besar dan melotot serta menunjuk-nunjuk saya. Beliau sangat kesal karena saya membawa masalah bagi rumah sakit serta minta saya jangan macam-macam. Itu diulangi dengan tegas dan saya diminta patuh dengan kemauan para ormas nantinya, supaya urusan cepat selesai dan saya diminta berjanji di depan direktur untuk patuh dan tidak macam-macam.

    Saya diminta untuk tidak tersenyum dan harus menunjukkan wajah atau ekspresi bersalah dan menyesal saat nanti di pertemuan dengan para anggota FPI.

    11. Akhirnya saya dibawa ke ruang pertemuan dengan para petinggi ormas FPI serta Kepala Polisi Kota Solok, Kompol Darto, Kasad Intel Ridwan berserta direktur dan jajaran direksi RSUD Kabupaten Solok. Saya diminta menyampaikan permintaan maaf ,menyesal, dan tidak akan mengulanginya lagi. Saya mengucapkan hal tersebut dengan terbata-bata, menahan tangis dan perasaan yang campur aduk, karena saya di bawah tekanan dan posisi ketakutan. Saat pertemuan itu saya juga menyatakan berjanji untuk tidak akan mengulanginya lagi.

    Setelah saya ucapkan, gantian para petinggi ormas FPI tersebut mengenalkan diri, membahas masalah ini dan meceramahi saya secara bergantian. Saat itu saya patuh dan mendengarkan semua ceramah sampai selesai. Pada intinya para petinggi FPI tidak terima dengan apa yang sudah saya perbuat melalui postingan status di Facebook, menurut mereka semua kasus Habib Rizieq Shihab itu adalah fitnah dan rekayasa belaka. Menurut mereka saya sudah terpengaruh oleh berita di media massa yang sudah dikuasai oleh asing dan aseng yang bertujuan untuk menyudutkan Habib Rizieq Shihab dab Umat islam. Disertai kutipan ayat mereka terus menceramahi saya sampai selesai.

    Saya diminta membuat surat pernyataan yang awalnya saya tulis tangan, terus diketik komputer, diprint dan ditandatangani oleh saya dan beberapa orang hadir dalam pertemuan tersebut. Kecuali Direktur rumah sakit dan Kasad Intel pak Ridwan tidak ikut bertandatangan. Pertemuan yang berlangsung lebih dari satu jam diakhiri dengan sesi foto bersama sebagai bukti telah diadakan pertemuan tersebut.

    12. Saya berfikir dengan pertemuan tersebut semua masalah akan selesai, ternyata tidak sama sekali. Foto-foto pertemuan tersebut kembali menjadi viral di media sosial, mereka terus membicarakan dan menggunjingkan saya. Pertemuan yang harusnya menyelesaikan masalah dan membuat suasana menjadi damai, ternyata bagi mereka tidak cukup. Foto-foto pertemuan tersebut diviralkan dengan ditambahi kata-kata yang provokatif dan kata-kata penghinaan terhadap saya. Bahkan status-status facebook saya sebelumnya juga terus digulirkan di media sosial, sehingga masyarakat semakin menjadi benci kepada saya karena saya dituduh menghina Ulama dan menghina agama Islam.

    Bagi mereka, surat pernyataan dan permintaan maaf yang bermaterai tidak cukup bagi penghina ulama dan penghina agama Islam. Mereka saling komentar untuk membunuh saya, merajam saya, membakar saya, menyumpal saya dengan gagang cangkul. Mereka menuduh saya sebagai pelacur penghina ulama, mereka menuduh saya komunis dan PKI, mereka menuduh saya murtad, semua caci maki dan ungkapan kebencian mereka tumpahkan kepada saya.

    13. Hari ini saya hidup di Solok, Sumatera Barat, tempat dimana mayoritas adalah Muhammadiyah. Disini basisnya partai PKS dan juga basisnya ormas FPI. Masyarakat disini sangat memuja Rizieq Shihab, disaat yang sama masyarakat disini sangat membenci Ahok dan membenci Presiden Jokowi.
    Sampai saat ini, saat malam hari masih ada orang yang berkeliaran di sekitar rumah saya seakan-akan terus membuntuti saya dan anak-anak saya.
    Intimidasi dan teror berupa telepon masih saya alami sampai saat ini, tidak jarang mereka menelpon saya berkali-kali saat larut malam sampai pukul 02.58. Masih ada beberapa pihak atau oknum yang sangat ingin mencari dan bertemu dengan saya serta ingin melampiaskan amarah dan sakit hati mereka kepada saya. Mereka juga masih sering menebar ancaman untuk terus menghukum saya. Kejadian ini membuat saya merasa sudah di permalukan , dicemarkan nama baik saya bahkan telah dilakukan pembunuhan karakter yg begitu massive kepada saya.

    Sementara tidak ada support atau dukungan nyata dari teman sejawat atau pun pihak lain yang berada disekitar saya. Bahkan beberapa teman sejawat di kantor tempat saya bekerja lebih memilih aman dengan menjauhi saya.
    Saya merasa tidak aman dan terancam akibat peristiwa ini, yang paling saya fikirkan adalah beban psikis dan psikologis anak-anak saya yang belum siap menghadapi kondisi ini. Subuh sekitar pukul 04.30 WIB tadi juga ada serombongan orang bermotor lewat depan rumah saya sambil berteriak-teriak dan bersorak sorai tidak jelas. Peristiwa itu bukan hal yang biasa, karena rumah saya berada di komplek perumahan yang sepi.

    14. Atas berbagai pertimbangan diatas yaitu keselamatan saya dan anak anak saya serta tidak adanya pihak yang akan melindungi saya disini, ditambah suasana di lingkungan pekerjaan yang sudah tidak nyaman lagi, saya memutuskan untuk berkeinginan keluar dari Kota Solok, Sumatera Barat ini. Saya tidak mempunyai pilihan lain lagi, dan menurut beberapa pihak yang saya ajak berkonsultasi, pindah adalah solusi pilihan terbaik untuk situasi dan keadaan saya ini. Akan sangat berbahaya jika ditunda lebih lama demi keselamatan saya beserta kedua anak saya yang sekarang berumur 8 dan 9,5 tahun.
    Sebagai informasi tambahan, saat ini saya sebatang kara, orang tua saya sudah meninggal dunia keduanya, mama tahun 2000, papa tahun 2008. Saya tidak mempunyai saudara di kota Solok ini, saya seorang ibu yang tinggal cuma bertiga saja dengan kedua anak anak saya. Untuk itu saya memohon kepada berbagi pihak untuk bisa membantu saya supaya bisa pindah ke tempat aman di luar Sumatera Barat.
    Demikian kronologis kejadian yang menimpa saya beserta anak anak saya. Saya mohon kiranya ada pihak yang tersentuh hatinya dan mau melakukan tindakan nyata dalam menyelamatkan saya dan anak anak saya keluar dari Sumatera Barat.
    Wassalam mua’alaikum warahmatullahi wabarakatuh..
    Hormat Saya
    dr. Fiera Lovita

    Inilah bahaya jika tidak menggunakan media sosial dengan baik dan bijak, salah-salah bisa berimbas ke kehidupan kamu. Jadi, tetap harus berhati-hati ya guys?

     

  • Wanita Tanpa Busana Mendadak Viral

    Wanita Tanpa Busana Mendadak Viral

    Sebuah apotek mendadak dihebohkan dengan kehadiran wanita cantik tanpa busana yang dengan santai memasuki apotek tersbeut untuk berbelanja. Kala itu, sang wanita hanya mengenakan pakaian dalam ketika berbelanja obat di apotek di daerah Mangga Besar, Taman Sari, Jakarta Barat.

    Alhasil banyak orang yang mengabadikan moment tersebut dengan menggunakan kamera ponsel. Tidak butuh waktu lama, dalam sekejap video dan foto wanita tanpa busana ini beredar di media sosial manapun. Netizen pun berhamburan memperbincangkan wanita tersebut.

    Dari gelagatnya kala itu, sang wanita tidak terlihat canggung dan malah terlihat biasa saja. Kala itu, terlihat sang wanita nampak turun dari sebuah taksi yang ditumpanginya. Kemudian, sang wanita berjalan santai masuk ke apotek tersebut untuk membeli obat.

    Seketika, wanita tersebut langsung menjadi bahan tontonan oleh orang-orang yang berada di sekitar lokasi tersebut. Banyak juga yang mengabadikannya dengan menggunakan kamera ponsel. Tanpa mempedulikan orang di sekelilingnya, dia langsung mengarah ke kasir dan memberli obat.

    Usai membeli obat dan menenteng dua kantrong plastik kresek, wanita ini langsung melangkah cepat menuju sebuah taksi berwarna hitam.

    Beberapa warga terus mengikutinya. Wanita itu tak mengucapkan kalimat apa pun dari mulutnya.

    Melansir dari Warta Kota, identitas sang wanita kini sudah diketahui oleh pihak kepolisian.

    Hal ini diungkapkan oleh Kanit Reskrim Polsek Metro Taman Sari, Kompol Bintoro, Senin (5/6/2017).

    Setelah mengetahui identitas wanita tersebut, pihak kepolisian masih terus mengusut kasus tersebut. Apalagi sama sekali belum dilakukan pemeriksaan apapun terhadap wanita tersebut.

    Berikut fakta-fakta terkait peristiwa wanita tak berbusana yang berbelanja di sebuah apotek yang berhasil dihimpun.

    1. Sang wanita sempat menangis usai belanja di Apotek

    Kepala Seksi Rehabilitasi Sosial Suku Dinas Sosial Jakarta Barat, Suta mengatakan bahwa wanita itu sempat menangis usai keluar dari Apotek Roxy Lokasari, Mangga Besar, Jakarta Barat.

    Suta sempat menanyakan kejadian tersebut kepada tukang parkir yang ada di sana dan dikatakan wanita ini menangis seperti adanya tekanan dalam hidupnya.

    Setelah tangisannya reda dan dilihat banyak orang, ia langsung bergegas pergi dari apotek tersebut.

    Bahkan ia menggunakan taksi berwarna hitam untuk pergi dari tempat itu.

    Menurut salah satu saksi mata, mengatakan bahwa sang wanita langsung kabur begitu saja menaiki taksinya. Tujuannya pun tidak jelas mau kemana. Terliaht bahwa sang wanita juga membawa dompet dan uang, karena sang wanita bisa naik taksi, membeli obat, dan berbelanja.

    2. Terlihat seperti orang kaya

    Syafi’i, seorang pedagang rambutan yang biasa berjalan di depan apotek memberikan kesaksiannya pada kejadian yang terjadi pada, Jumat (2/6/2017) sekitar pukul 23.00 WIB ini dilansir dari Warta Kota.

    Ia mengatakan bahwa kejadian tersebut langsung ramai karena terjadi pada malam Sabtu dan bahkan membuat driver ojek online berhenti untuk menyaksikannya.

    Syafi’i mengatakan bahwa wanita tanpa busana ini tiba di apotek dengan menggunakan taksi premium.

    Ia juga menilai bahwa wanita ini adalah orang kaya, dilihat dari dompet yang ia gunakan untuk menutup payudaranya saat menangis di luar apotek terlihat tebal dan uangnya banyak.

    Apalagi ia juga menumpang taksi yang premium dan terbilang mahal.

    3. Wanita ini tinggal di sebuah apartemen

    Kembali melansir Warta Kota, identitas wanita ini sudah diketahui oleh pihak kepolisian. Wanita yang tak berbusana ini berinisial VM.

    Hal mengejutkan lainnya adalah, diketahui bahwa ia tinggal di sebuah apartemen yang terletak di daerah Setiabudi, Jakarta Selatan. Padahal apartemen tersebut juga tergolong mewah.

    Dua fakta ini diungkapkan oleh Kanit Reskrim Polsek Metro Taman Sari, Kompol Bintoro, Senin (5/6/2017).

    Pihak kepolisian belum memeriksa wanita itu. Pihaknya, hanya mengetahui identitas dari wanita yang setengah telanjang dan menghebohkan dunia maya.

    Untuk sementara ini, Kapolres Metro Jakarta Barat, Kombes Polisi Roycke Harry Langie mengatakan bahwa pihaknya masih terus melakukan penyidikan terkait kejadian ini.

    Namun, jika pada penyelidikan ditemukan bahwa wanita tersebut mengalami gangguan kejiwaan, maka pihak kepolisian tidak bisa menjatuhkan hukuman untuknya.

    “Makanya nanti kita lihat. Kalau ada pengaruh jiwa kan tidak mungkin kena. Karena secara Undang-undang, tidak bisa dihukum Pasal 44,” kata Royke di Mapolres Metro Jakarta Barat, Jalan S Parman, Palmerah, Jakarta Barat, Senin (5/6/2017).

    Namun, jika tidak mengalami gangguan kejiwaan maka wanita itu terancam hukuman, yaitu terkait pornoaksi karena melakukan aksi setengah bugil ditengah jalan.

    Wah, semoga tidak terulang lagi aksi seperti ini ya?

  • Video Dedy Corbuzier “Islam Menurut Saya” Booming

    Video Dedy Corbuzier “Islam Menurut Saya” Booming

    Perdebatan seputar agama dan ras memang akhir-akhir ini menjadi perdebatan di banyak kalangan. Bukan hanya itu, banyak yang saling hujat karena perbedaan tersebut. Padahal Indonesia memang memiliki semboyan “Berbeda-beda namun tetap satu jua”.

    Atas dasar banyaknya masalah perdebatan mengenai perbedaan tersebut, tentunya pemerintah dna pihak yang berwajib pun kewalahan mengatasi permasalahan tersebut. krisis perbedaan pun dirasa semakin parah, ahri demi hari.

    Mungkin bertepatan dengan moment tersebut, sang Master yang satu ini kemudian memiliki ide untuk membuat sebuah video bertemakan perbedaan agama tersebut. Dengan begitu, mungkin masyarakat dapat lebih memahami dan menghargai adanya perbedaan di antara orang-orang di sekeliling kita.

    Setelah menuangkan opininya tentang aksi sesama pesulap  yang dilakukan oleh rekan seperjuangannya dulu Demian Aditya di America’s Got Talent, Deddy Corbuzier kembali menuangkan opininya mengenai pandangannya seputar perbedaan agama yang ada di Indonesia.

    Baru-baru ini sang Master, membuat sebuah video Youtube yang berjudul “Motive” selalu berhasil menyita perhatian publik dan dengan cepatnya menjadi viral di sosial media.

    Pesan yang disampaikan oleh Master Corbuzier dalam video tersebut, rata-rata memiliki durasi 7 hingga 10 menit, dalam videonya ditampilkan informasi-informasi terkini yang sedang hangat diperbincangkan oleh publik.

    Baru-baru ini, dari video yang diunggahnya berjudul “Islam Menurut Saya” ini mendadak menjadi perbincangan, padahal baru saja diunggah dalam waktu sehari.

    Video berdurasi 10 menit 55 detik ini mengungkapkan pandangannya terhadap agama Islam dari sisi seorang non muslim.

    Video berjudul ‘ISLAM MENURUT SAYA!!! Berikan komen kalian and SHARE it!’ itu diunggah pada 2 Juni kemarin dan sudah ditonton lebih dari 1 juta  oleh viewers. Wah nominal yang cukup fantastis bukan?

    Diketahui secara umum bahwa Deddy merupakan seorang yang beragama non muslim, namun berdasarkan pengakuannya hampir setiap hari ia berhubungan dengan orang muslim di sekelilingnya.

    Deddy pun pernah menikah dengan seorang wanita muslim yang dikenal dengan nama Kalina, walaupun akhirnya harus berpisah baik-baik. Bahkan, hingga kini pun keduanya masih berhubungan baik. Hal ini dapat terlihat dari kedatangannya di acara pernikahan Kalina yang digelar  baru-baru ini.

    Kembali membahas video, pada video unggahan yang sudah ditonton 1 juta lebih kali ini, Deddy menyoroti agama Islam yang sering mendapat Stereotipe terorisme atau ISIS.

    Ia pun tegas mengandaikan jika agama Islam adalah tidak baik, teroris atau ISIS, maka dirinya sudah lama meninggal.

    “Mengapa? Karena 90 persen sahabat saya adalah muslim,” kata Deddy.

    Ia pun menjelaskan 87 persen masyarakat Indonesia adalah penduduk beragama muslim, dan mereka menjadi agama mayoritas, karena memiliki pengikut yang terbilang sangat banyak.

    “Tapi nyatanya saya masih hidup, bahkan bekerjasama dengan mereka. Dan I love it, tidak ada masalah dengan mereka,” ungkapnya.

    Muncul sebuah kesimpulan bahwa ‘Islam adalah agama yang baik’ pada video itu.

    Lebih lanjut, Deddy menjelaskan tidak ada agama apapun yang mengajarkan kejahatan.

     Semua agama mengajarkan untuk berbuat baik kepada siapapun baik yang seiman atau tidak.

    Deddy pun ia mencontohkan sebuah kejadian ketika ada seseorang yang membutuhkan bantuan, apakah akan ditanya dia beragama apa?

    Menurutnya, tentu tidak demikian, kebanyakan orang membantu orang lain tanpa melihat siapa itu.

    “Itulah Indonesia!”

    Jadi menurutnya, bukan persoalan agama, suku, atau keturunan apa.

    “Kalau ada yang bilang agama ini teroris, bukan agamanya tapi oknum-oknumnya,” ungkapnya.

    Sekali lagi Deddy menegaskan tidak ada agama yang mengajarkan kejelekan.

    Bahkan ia menganalogikan sebuah agama seperti memilih jenis bela diri.

    Deddy juga mengaitkan perbedaan agama yang diakui di Indonesia dengan Pancasila sebagai prinsip Indonesia.

    Tak lupa, ia sebagai penduduk beragama non muslim merasa sedih melihat perpecahan yang terjadi di Indonesia yang berdalil agama.

     Di ending video, ia terlihat berdialog dengan Ustadz Wijayanto untuk menunjukkan bahwa berbeda agama mereka tetap bersaudara.
    Selain ditonton lebih dari 1 juta kali, banyak yang juga mengapresiasi karya Deddy yang satu ini Karena banyak masyarakat yang merasa tersampaikan dan memahami isi dari pesan video yang ingin disampaikan oleh sang Master.
    Memang seharusnya perbedaan bukan dijadikan sebagai alasan untuk memicu perdebatan, justru dengan adanya perbedaan kita lebih bisa saling menghargai dan menghormati antar satu dengan yang lainnya.

     

  • Duka Sang Kakek, Buka dan Sahur Hanya dengan Air Putih

    Duka Sang Kakek, Buka dan Sahur Hanya dengan Air Putih

    Indonesia memang masih belum 100% mentas dari kemiskinan. Tingkat pendidikan, tersedianya lapangan pekerjaan memengaruhi pendapatan masing-masing masyarakat di Indonesia. Hal inilah juga yang memengaruhi ekonomi para warga masyarakat di Indonesia.

    Seringkali banyak pemberitaan yang menggambarkan betapa mirisnya sebagian warga miskin di Indonesia, yang harus berjuang setengah mati untuk bertahan hidup. Dengan kondisi yang begitu serba kekurangan, kesehatan yang terganggu, dan hunian yang tidak layak. Memunculkan potret kehidupan yang begitu miris.

    Meski dilingkupi dengan kehidupan yang sulit, nyatanya masih banyak orang yang rela bekerja keras dan tidak meminta-minta demi mengharapkan belas kasihan dari orang lain.

    Meski hasil pendapatan dari apa yang dikerjakan sehari-hari masih jauh dari kata cukup. Namun dibanding dengan meminta-minta, tentu pekerjaan ini jauh lebih halal.

    Berdasarkan unggahan yang ditulis oleh pemilik akun Facebook Fauziah Ulfa, seorang kakek yang sudah terlihat renta dan masih sangat giat mencari rezeki.

    Ia berjalan pagi dari rumah membawa gerobak kecil berisi abu gosok yang dijualnya Rp 3.000 per satu kantong plastik.

    Sang kakek pun tak peduli dengan panasnya sengatan matahari meskipun sedang berpuasa. Mirisnya lagi, kakek yang hidup menumpang ini hanya sahur dan berbuka puasa dengan minum air putih saja lantaran tidak mempunyai makanan, dan tidak sanggup membeli makanan untuk berbuka. Ketika diajak mengobrol, Ia pun tak bisa mengobrol banyak karena akan membuat perutnya sakit.

    Berikut postingannya:

    Teruntuk Mahasiswa/i UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.

    Beberapa kali saya temui kakek ini, bahkan beberapa kali pula saya mencari keberadaan beliau.
    Beliau kakek tua yang giat mengais rezeki, tak peduli tubuh renta, tak peduli sengatan matahari.
    Berjalan pagi dari rumah membawa gerobak kecil miliknya yang berisi “bola kecil dan abu gosok”.
    Fikirnya saya saat tahu pertama kali apa yang beliau jual “jaman sudah se-modern ini sudah jarang sekali yg menggunakan abu gosok”. Namun, beliau tidak menyerah. Tidak menjadikan ke-rentaannya utk meminta belas kasih seseorang.
    Itu yang saya patut acungi jempol.

    Pagi ini, ketika ingin berangkat ke kampus. Saya bertemu kakek ini sedang duduk di pinggir jalan dengan lemahnya. Sontak saya berhenti, berniat membeli se-plastik abu gosok utk membantunya. Sebab jika saya hanya memberinya uang, sy takut beliau tersinggung.

    “Pak, beli abu gosoknya ya” berkali2 saya berkata, beliau hanya terdiam. Ternyata, pendengaran beliau terganggu. Saya mengencangkan suara dan beliau akhirnya mendengar.
    Dengan tergopoh2 utk berdiri beliau menyiapkan abu gosok pesanan saya.
    “Tidak usah banyak2 pak, berapa harganya?”
    “3000 ribu neng”
    Saya terdiam, untuk seplastik abu gosok beliau hanya menjual 3000 rupiah. Benar2 nominal yg tdk ada apa2nya utk jaman skrg.
    Saya pun bayar, memberi dengan lebih berniat bukan untuk menganggapnya peminta2 tapi karna simpati saya sebagai manusia (bukan utk riya hanya berbagi kisah).
    Setelah saya bayar, begitu banyak doa yg beliau layangkan utk saya sambil mencoba duduk kembali.
    Karena memang sudah lama sekali sy mencari kakek ini, moment ini pun saya gunakan utk sedikit bertanya ttg kehidupannya.
    “Bapak tinggal dimana?”
    “Deket, di deket bengkel las daerah pisangan”
    (Saya menyimak)
    “Saya tinggal numpang sama orang, anak saya tinggal di cikarang. Perut saya sakit neng, selama puasa gak pernah makan karena gak ada apa2 dirumah. Saur sm buka cuma pake air putih aja”
    Suaranya terdengar parau menahan tangis.
    “Bapak kenapa gak istirahat aja? Gak usah puasa aja pak”
    Beliau hanya tersenyum. Dan berkata “maaf ya neng, saya gak bisa ngobrol banyak. Perut saya sakit kalo banyak ngobrol”
    “Ohiyaa pak, saya pamit ya pak”

    Tangis saya tertahan, saya merasa tertampar pagi ini.
    Beliau sudah se-tua itu, masih sanggup berpuasa. Masih sanggup bekerja.
    Saya yang se-muda ini, masih sering mengeluh, masih sering menyepelekan makanan sdgkan kakek tersebut, untuk makan pun susah.

    Dari tulisan ini,
    Saya bermaksud mengajak teman2 semua utk membantu beliau terkhusus mahasiswa/i UIN Jakarta karena posisi beliau yg dekat dgn kampus dan seluruh warga tangerang selatan.
    Jika kalian temui kakek ini, berhentilah sejenak.
    Belilah abu gosoknya yg seharga 3000 rupiah atau bola kecil yg seharga 5000 rupiah.

    Pak, semoga hari ini Allah memberimu rezeki yg berlimpah dan semoga ibadah puasamu beberapa hari ini di terima oleh Allah.

    Ciputat, 31 Mei 2017

    Dalam postingan tersebut ditulis juga tanda pagar #mariberbagidibulanberkah, #berbagiterhadapsesama dan #ramadhanberkah

    Para netizen yang melihat dan membaca postingan itu pun turut berkomentar dan simpati kepada sang kakek, berikut isi komentarnya:

    Evi Riyani: Saya sering beli bola bt anak saya wkt msih kecil dr kakek itu, anak saya skrg udh 8th…sehat dan panjang umur ya kek.

    Ikha Ikhwanull: Ya allah baca ini miris bgt mpe netesin aer mata nyentuh di hati, kalo dekat pasty saya akan bantu karna dsini msh perlu dgn abu gosok,mudah” n si bapa mndptkan bnyak rejeki nd diberikan kesehatan oleh allah swt

    Nurdiana: Amin semoga diberi kelancaran ya kakek

    Muhamad Sukron: Sedih bgt cerita y qt aj msg kuat tuk puasa msg aj bnyak gk puasa kalah dengan seorang umur y 2X lipat ma qt

    Edi Brekele Vacbdgtimur: Saya do’a in kakek sehat jasmani rohaninya dan selalu dalam lindungan ALLOH SUBHANNAHU WATTA ALA

    Semoga masih ada para relawan yang mau dan mampu untuk membantu sang kakek agar mendapatkan kehidupan yang jauh lebih layak. Sehat selalu Kek.