Blog

  • Burung Merpati Jadi Kurir Narkoba

    Burung Merpati Jadi Kurir Narkoba

    Burung merpati dulunya memang digunakan oleh orang-orang di zaman dahulu sebagai sarana untuk berkomunikasi. Burung merpati yang digunakan sebagai sarana untuk berkomunikasi lintas jarak, seringkali disebut dengan merpati pos.

    Merpati pos adalah burung merpati yang telah dilatih untuk mengantarkan surat atau pesan. Merpati merupakan salah satu jenis burung yang cukup pintar, memiliki daya ingat yang kuat, kemampuan navigasi, dan memiliki naluri alamiah yang dapat kembali ke sarang meskipun sudah pergi dengan jarak yang jauh dan waktu yang lama, sehingga surat yang disampaikan pasti sampai di tujuan atau sangat kecil kemungkinan surat tersebut nyasar.

    Merpati pos diberi makanan khusus berupa campuran kalium karbonat dan minyak ikan. Campuran tersebut berguna sebagai vitamin yang dapat membuat merpati menjadi kuat dan lebih mudah dilatih. Di Indonesia, rata-rata merpati pos adalah hasil perkawinan silang antara ras Yansson dan Delbar dari Belgia dengan ras unggulan lainnya.

    Namun seiring dengan perkembangan teknologi yang semakin pesat, sarana komunikasi dengan menggunakan burung merpati sudah tidak digunakan lagi. Hal ini disebabkan karena alat komunikasi yang sudah sangat canggih, apalagi sudah ditambah dengan jaringan internet yang terbilang cukup kuat.

    Setelah sekian lama burung merpati ini tidak digunakan untuk sebuah kepentingan manusia, baru-baru ini Si Merpati ini mulai digunakan kembali sebagai sarana untuk mengirimkan sesuatu, tetapi bukan seputar surat-menyurat, melainkan hal yang lebih besar lho. Kira-kira hal besar seperti apa ya?

    Ternyata di zaman modern seperti ini, merpati sudah tidak lagi berperan sebagai pengirim surat kecil. Perannya kini sudah digantikan untuk mengirimkan barang-barang haram dan dilarang oleh negara manapun.

    Namun siapa sangka di zaman modern seperti ini, kemampuan luar biasa dari merpati itu justru dimanfaatkan untuk kejahatan oleh orang tak bertanggungjawab. Pasalnya seekor merpati ditemukan terbang menuju Kuwait dengan membawa kantong berisi dengan ratusan pil obat-obatan terlarang.

    Baru-baru ini santer beredar kabar, bahwa pihak yang berwenang di Kuwait menangkap seekor burung merpati yang mencoba menyelundupkan 178 pil ekstasi dari Irak. Aksinya pun diketahui oleh pihak yang berwenang dan segera mendapatkan penanganan.

    Burung merpati tersebut kedapatan membawa 178 butir narkoba di dalam kantong yang dibuat menyerupai tas punggung tersebut. Menurut laporan surat kabar lokal Kuwait, Al-Rai, burung merpati itu dipercaya terbang dari arah Irak. Pihak berwenang setempat mengaku sebelumnya telah mendengar bahwa merpati telah digunakan untuk penyelundupan narkoba.

    http://cdn2.tstatic.net/tribunnews/foto/bank/images/merpati_20170528_224632.jpg

    Namun, penangkapan terhadap burung ini merupakan penangkapan untuk pertama kalinya. Sebelumnya, pada 2015 seekor merpati juga tertangkap membawa kokain di Costa Rica dan pada 2011, Kepolisian Kolombia menemukan seekor burung yang kesulitan terbang. Ternyata burung tersebut sulit terbang karena kelebihan beban saat membawa paket kokain dan mariyuana.

    Burung merpati yang dulunya digunakan sebagai sarana surat-menyurat yang biasa dilakukan oleh sepasang kekasih yang dipisahkan oleh jarak yang cukup jauh pun, sekarang burung merpati yang indah dan pintar itu malah dimanfaatkan oleh para oknum yang tidak bertanggungjawab untuk menyimpan atau menyelundupkan salah satu jenis narkotika, yaitu pil ekstasi.

    Bahkan, penyelundupan tersebut melintasi perbatasan internasional, yaitu dari Irak menuju Kuwait. Gembong narkotika merpati ini berhasil dilacak oleh otoritas Kuwait setelah seekor merpati terbang tepat di atas bangunan bea cukai di Kuwait dan berhasil ditangkap.

    Hal yang lebih membuat heran dan mencengangkan adalah burung merpati memang baru-baru ini semakin sering dipergunakan untuk menyelundupkan obat-obatan terlarang, seperti kokain dan juga ekstasi hingga melintasi daerah perbatasan.

    Jadi, alasan apa yang membuat burung merpati dipilih untuk menyelundupkan barang tersebut? Mengapa burung merpati dan bukan jenis burung lainnya? Karena burung merpati dikenal memiliki kemampuan terbang hingga sejauh 150 km tanpa beristirahat. Bahkan, burung merpati mampu membawa beban sekitar 10 persen dari berat badan mereka.

    Wah, semakin aneh-aneh saja ya ide-ide para oknum tidak bertanggungjawab tersebut dengan menghalalkan segala macam cara untuk tercapainya keuntungan bagi dirinya sendiri. Padahal tentu hal ini sudah jelas-jelas dilarang dan juga sudah dibuat peraturannya.

    Semoga saja hal tersebut dapat dihentikan dan tidak semakin merajalela, agar peredaran obat-obatan terlarang tersebut tidak semakin menyebar dan membuat banyak orang dengan mudah mendapatkan obat-obatan terlarang tersebut.

     

  • Motor Berhantu, Dipindah Balik Lagi

    Motor Berhantu, Dipindah Balik Lagi

    Seharusnya, sebuah benda hanya bisa dipindahkan jika memang dengan sengaja diangkat atau dipindahkan oleh seseorang. Nmaun, jika benda yang tidak bernyawa sudah dipindah ke lain tempat, namun kembali ke tempat semula dengan cara yang misterius. Kira-kira siapa ya yang memindahkan?

    Jika yang memindahkan adalah sosok hantu? Mungkinkah hal tersebut bisa terjadi? Atau cerita-cerita tersebut hanya ada di dalam film-film horor saja? Atau ada juga di dunia nyata ya? Siap-siap bulu kudukmu merinding ya?

    Beberapa waktu terakhir ini, netizen dibuat heboh dengan penampakan Honda CBR yang terparkir d ipinggir jalan sepi. Foto Motor berhantu dikabarkan berada di wilayah Sulawesi tenggara, hal inipun mendadak viral di media sosial setelah penampakannya diunggah oleh akun @Shary Azhary pada pekan lalu.

    Kisah yang diunggah oleh pemilik akun @Shary Azshary itu tentang Honda CBR 250 R. Dia mengunggah empat foto motor yang terparkir di pinggir jalan itu. Kanan dan kirinya wilayah hutan, hijau.

    Menurut Shary Azshary, dua tahun lalu, pemilik motor tersebut meninggal dunia di lokasi tersebut, tepat di tempat CBR 250 R itu terparkir. Dan sejak itu pula, tulis Shary, motor itu terparkir tanpa ada yang bisa memindahkannya.

    Konon berdasarkan cerita dari penduduk sekitar daerah tersebut, motor berhantu tersebut sudah terparkir di tempat itu hampir 2 tahun lamanya dan tidak ada yang bisa memindahkannya, lebih heboh lagi Honda Cbr itu juga bisa berpindah tempat sendiri bahkan bisa balik ke tempat itu lagi meski sudah dipindahkan oleh pihak kepolisian.

    “Misteri motor hantu… pemilikx meninggal 2tahun lalu di lokasi ini dan sudah 2tahun lebih pula motor ini trparkir disana tanpa ada xg bisa memindahkanx.. setiap kali di pindahkan motor ini akan kembali sendiri ke lokasi ini.. jika anda aering melintasi jalur kendari – sulteng anda akan melihat motor ini di wilayah jalan poros sebelum batas… ngeriii … colek Bhia Dji,” tulis Shary dalam postingannya.

    Tapi, apakah berita tersebut benar adanya atau cuma berita palsu atau hoax tidak ada yang tahu mengenai kenyataan tersebut, hal ini dapat terlihat dari beragam komentar netizen pada unggahan itu yang menyatakan jika itu adalah bohong.

    Sebagaimana komentar dari Akram Makmur berikut “Hoax… Br2 sy lwt 3hr yg lalu tdk ada sesuatu… Kurang kerjaan ini yg buat berita… Hahahaha.”

    Sama halnya dengan komentar yang dituliskan oleh Erna Sarambu Kallung yang mengatakan “Hhhhhh bohong itu hhhh.” “Itu motorx yg punya kebun dy parkir di pggir jln,” tulis Ilyas Muhammad.

    Meski demikian, ada pula yang percaya dan membenarkan. Pemilik akun Ughu Halid menulis, ” Selamat pagi ‘ sekedar meluruskan sedikit soal motor tersebut” Memang benar adanya berita tersebut ‘ motor itu tdk ada yg berani pindahkan atau sentuh ‘ dan tepatnya di poros menuju Asera konawe utara sultra’ konawe utara ini memang sdh batas dari sultra dan sulteng.”

    Sejak diunggah hingga Sabtu 20 Mei 2017, foto dan kisah ini sudah dibagikan sebanyak 510 kali dan juga mendapat seribu lebih reaksi, dan 116 komentar.

    Hingga berita ini dipublikasikan dan menjadi bahan perbincangan di mana-mana, belum ada pihak yang mengkonfirmasi kebenaran dan tujuan dari unggahan itu, mungkin memang berita hoax yang niatnya bercanda atau semacamnya, tetapi jika itu memang benar pasti akan menjadi Cerita Nyata yang mengerikan, bukan?

    Wajar saja, hal ini tentu akan memunculkan kesan ngeri ketika para pengguna jalan tersebut melintasi kawasan motor berhantu yang terparkir di sana.

    Seringnya berita-berita palsu yang beredar dan tidak diketahui sumber serta keaslian beritanya, membuat banyak orang menjadi semakin resah dan bertanya-tanya seputar beirta yang beredar tersebut. Oleh karena itu, di era yang modern seperti ini haruslah diimbangi dengan kemampuan menalar informasi berita yang beredar, jangan sampai tertipu dengan adanya berita palsu.

    Terlepas dari benar atau tidaknya berita motor berhantu tersebut, semoga saja para pembaca dapat menyikapi dengan bijak setiap informasi yang beredar, agar tidak salah mencerna dan memilah informasi yang tepat.

     

     

     

  • Polisi Tilang Pria Kemayu Di Jalan

    Polisi Tilang Pria Kemayu Di Jalan

    Sebuah video, apalagi video lucu tentu akan banyak menarik banyak penonton. Hal ini dikarenakan, sebuah hiburan mampu menjadi penghibur di kala sedih dan juga penghilang rasa jenuh di kala banyaknya tugas pekerjaan yang menumpuk dan segera dikejar deadline.

    Baru-baru ini beredar video lucu yang di dalamnya terdapat seorang polisi sedang melakukan penilangan di sebuah jalan. Nampak, seorang polisi bernama Brigadir Iwan Wirana menilang salah seorang pengendara motor yang viral di akun @satlantaspolretabessmg. Bahkan Brigadir Iwan pun ikut kemayu dan nyaris dicium oleh pelanggar lalu lintas itu.

    Salah satu akun Instagram yang mengunggah video tersebut yaitu @hms_poldajateng. Video itu sudah ditonton 24 ribu kali lebih dan mendapat ratusan komentar. Lebih banyak komentar memuji sikap polisi yang humanis daripada soal pria kemayu yang ditilang.

    Saat itu, Iwan anggota Satuan Lalu Lintas Polrestabes Semarang Unit Kecelakaan, ikut dalam Operasi Patuh Candi 2017 di Jalan Pamularsih, Kota Semarang, Selasa (16/5/2017) pagi.

    Mulanya Bripka Arif rekan yang saat itu juga bertugas, mengarahkan seorang pria yang kala itu tidak memiliki SIM ke Brigadir Iwan. Seketika, Brigadir Iwan pun kaget karena semula yang dikira pria, ternyata merupakan pria semi. Awalnya tidak ada yang merekam saat dia mulai berbincang dengan laki-laki kemayu itu soal pelanggarannya. Karena melihat dialog tersebut lucu, ada salah satu polisi yang mengabadikannya.

    Brigadir Iwan pun segera mengeluarkan kertas tilang, lalu mengisi data pelanggaran di kertas tersebut, Selama proses tilang berlangsung, pelanggar yang bekerja di sebuah salon kecantikan berulang kali memohon agar tidak ditilang.

    Untuk membujuk Brigadir Iwan agar tidak memberikan surat tilang kepadanya, maka dia mencoba merayu dan menawarkan jasa massage gratis. Posisinya pun begitu menggoda dan hampir bersandar di pundak sang Brigadir. Membayangkannya saja tentu sangat geli, bukan?

    Iwan berujar sempat risih saat digoda pria itu. Dalam sekejap ia pun ingat harus profesional dan ramah selama melayani masyarakat.

    Kecentilan pria itu dikatakan Iwan semakin menjadi-jadi ketika ditanya terkait nomor telepon. Kala itu, Brigadir Iwan mengaku bahwa dagunya sempat dicolak-colek. Pada saat itulah ada beberapa polisi yang justru merekam kejadian tersebut, dan Brigadi Iwan baru menyadari setelah sekian lama.

    Perlu diketahui, petugas kepolisian wajib menanyakan nomor telepon pelanggar untuk layanan tilang elektronik. Ketika proses penilangan selesai, yang membuat Brigadir Iwan semakin kaget adalah dirinya hampir saja dicum oleh pria tersebut.

    Dialog lucu keduanyapun terekam kamera termasuk ketika Iwan ikut melambai bahkan dicolek pipinya oleh laki-laki tersebut. Usai memberikan penjelasan dan surat tilang, laki-laki itu sempat bercanda dengan nyaris mencium Iwan kemudian pergi.

    Meski kocak, namun Iwan mengaku serius dalam tugasnya termasuk menjelaskan soal prosedur setelah kena tilang hingga ke pengadilan. Dalam video itu juga terjadi dialog ketika laki-laki itu mencoba menawar agar pembayaran di bank bisa dicicil.

    “Dicicil oleh (boleh)?” tanya laki-laki itu.

    “Oleh, sedino ping telu (boleh, sehari tiga kali),” jawab Iwan dengan nada bercanda.

    Anggota unit laka lantas Satlantas Polrestabes Semarang itu sempat khawatir ketika videonya viral karena takut menyinggung jika ada yang tidak berkenan. Tapi ternyata banyak yang memuji sikapnya karena dinilai humanis dan membuat suasana razia tidak menegangkan.

    “Intinya saya imbangi, hakikatnya melayani. Biasanya orang ditilang kan dongkol. Kebetulan kami sebisa mungkin membuat orang tidak merasa dongkol dan tetap tahu kesalahannya,” kata pria kelahiran tahun 1988 itu.

    “Bahasa bapakku itu ‘sersan’, serius tapi santai,” imbuhnya.

    Tindakannya itu juga sesuai dengan briefing sebelum bertugas yang mengatakan tidak boleh arogan saat melakukan penindakan. Iwan juga menjelaskan awalnya video itu hanya disebar lewat aplikasi WhatsApp sesama petugas untuk menghibur.

    “Awalnya saya kira hanya untuk konsumsi petugas lalu lintas. Memang kita share di WA lalulintas biar buat yang kerja itu waktu capek istirahat lihat handphone bisa ketawa bisa refresh,” katanya.

    Video Iwan yang menilang laki-laki kemayu itu terus tersebar hingga saat ini. Banyak akun Instagram yang me-repost video tersebut dan rata-rata memuji aksi Iwan.

    Salut untuk Pak Polisi lucu yang satu ini dan dengan santai menanggapi segala macam tingkah laku para pelanggar lalu lintas.

     

     

  • Berkat “Warisan” Afi Kini Laris

    Berkat “Warisan” Afi Kini Laris

    Afi Nihaya Paradisa, seorang pelajar SMA Gambiran, Banyuwangi yang baru-baru ini muncul ke permukaan dan menjadi viral berkat tulisannya di Facebook kerap kali menjadi viral. Banyak yang memuji, ada juga yang tidak setuju dengan tulisannya tersebut. Namun Afi kini justru menjadi laris manis.

    Selain mendapatkan tawaran beasiswa dari Pemkab Banyuwangi, Dia pun banyak sekali mendapatkan tawaran untuk mengisi acara di berbagai tempat dan kesempatan.

    Afi lahir dan menetap hingga besar di Desa Yosomulyo, Gambiran, Banyuwangi. Gadis kelahiran 23 Juni 1998 itu dikenal publik karena sangat kritis sekaligus inspiratif. Banyak tulisan yang dihasilkannya, buah dari kekritisannya dalam menanggapi suatu hal.

    Bukan hanya satu atau dua tulisan saja yang dihasilkannya, namun banyak dari tulisannya yang juga menjadi viral dan menjadi bahan perbincangan oleh publik.

    Tulisan terbarunya, bahkan sudah disukai oleh lebih dari 30.000 orang dan dibagikan sebanyak puluhan ribu orang di dunia maya. Bahkan follower akunnya saja, sudah mencapai hingga 270.000 orang. Wow bukan jumlah yang sedikit tentunya, ya?

    Afi sempat menceritakan kisah menulisnya. Dia mulai menyukai dunia tulis menulis sudah sejak duduk di bangku SD. Afi mendapatkan inspirasi menulis melalui pengamatan yang dilakukannya sehari-hari dan juga melalui kegemarannya untuk membaca buku. Dari situlah dia banyak menemukan inspirasi yang dapat dijadikan sebagai bahan tulisannya.

    Biasanya Afi membaca beragam berita yang diunggah di dalam media internet, namun dia juga membaca banyak buku-buku untuk mengembangkan pemikirannya. Dalam sebulan, Afi menetapkan target membaca sekitar satu hingga 3 buku.

    Afi mengatakan, emski dia begitu menyukai menulis sejak lama, namun dia baru aktif memulai menulis sejak dia menggunakan Facebook sejak bulan Maret 2016. Tiga bulan setelah aktif menulis dan menggunakan Facebook, tulisannya pun banyak disukai dan sering menjadi viral.

    Padahal, Afi mengakui jika dirinya semata-mata hanya sekedar menulis tanpa mengharpakan tulisannya menjadi viral. Bahkan untuk kepikiran hal tersebut pun tidak pernah terbersit sama sekali di pikirannya. Dia hanya menulis ketika ingin menulis dan mengunggahnya di sosial media. Justru, ketika menjadi viral dia pun sama sekali tidak menyangka hal tersebut.

    Meski banyak dari tulisannya yang disukai oleh beberapa kalangan, masih ada saja pihak yang tidak setuju dan tidak menyukai tulisan-tulisannya tersebut. Akun Facebook nya sempat di suspend atau ditangguhkan.

    Menurut Afi sendiri, diduga akun miliknya telah di report atau dilaporkan oleh seseorang yang tidak dikenalnya sebelumnya. Sehingga, pihak Facebook menangguhkan akunnya tersebut. Namun setelah beberapa waktu, akun Facebook nya dapat digunakan kembali dan sudah mulai aktif untuk digunakan.

    Apa yang dilakukan oleh Afi inipun pada akhirnya menyita perhatian dari Bupati Banyuwangi, Abdullah Azwar Anas.

    Abdullah Azwar Anaspun mengajak Afi untuk makan bersama di ruang kerja, Kamis (18/5/2017).

    Pada kesempatan itu, Anas menawarkan ke Afi untuk mengikuti beasiswa Banyuwangi Cerdas yang bekerja sama dengan beberapa universitas negeri.

    Beasiswa ini membiayai kuliah beserta biaya hidup selama berkuliah. Di ruang kerjanya, Anas mengajak Afi makan bersama dengan menu pecel rawon.

    Ini Cuplikan Tulisan Afi :

    WARISAN

    Kebetulan saya lahir di Indonesia dari pasangan muslim, maka saya beragama Islam. Seandainya saja saya lahir di Swedia atau Israel dari keluarga Kristen atau Yahudi, apakah ada jaminan bahwa hari ini saya memeluk Islam sebagai agama saya? Tidak.

    Saya tidak bisa memilih dari mana saya akan lahir dan di mana saya akan tinggal setelah dilahirkan.
    Kewarganegaraan saya warisan, nama saya warisan, dan agama saya juga warisan.

    Untungnya, saya belum pernah bersitegang dengan orang-orang yang memiliki warisan berbeda-beda karena saya tahu bahwa mereka juga tidak bisa memilih apa yang akan mereka terima sebagai warisan dari orangtua dan negara.

    Setelah beberapa menit kita lahir, lingkungan menentukan agama, ras, suku, dan kebangsaan kita. Setelah itu, kita membela sampai mati segala hal yang bahkan tidak pernah kita putuskan sendiri.

    Sejak masih bayi saya didoktrin bahwa Islam adalah satu-satunya agama yang benar. Saya mengasihani mereka yang bukan muslim, sebab mereka kafir dan matinya masuk neraka.
    Ternyata,
    Teman saya yang Kristen juga punya anggapan yang sama terhadap agamanya.

    Mereka mengasihani orang yang tidak mengimani Yesus sebagai Tuhan, karena orang-orang ini akan masuk neraka, begitulah ajaran agama mereka berkata.

    Maka,
    Bayangkan jika kita tak henti menarik satu sama lainnya agar berpindah agama, bayangkan jika masing-masing umat agama tak henti saling beradu superioritas seperti itu, padahal tak akan ada titik temu.

    Jalaluddin Rumi mengatakan, “Kebenaran adalah selembar cermin di tangan Tuhan; jatuh
    dan pecah berkeping-keping. Setiap orang memungut kepingan itu,
    memperhatikannya, lalu berpikir telah memiliki kebenaran secara utuh…..

  • Presiden Jokowi Diminta Tes DNA, What?

    Presiden Jokowi Diminta Tes DNA, What?

    Menjadi orang nomor satu di Indonesia, tentunya benar-benar menjadi sorotan publik. Segala gerak-gerik dan juga tingkah lakunya, pasti akan menimbulkan perhatian dari banyak pihak. Wajar saja, jika dalam segala kesempatan. Sang orang nomor satu ini, begitu dengan cepat menjadi sorotan publik.

    Joko Widodo, semenjak menjadi Walikota Solo, memang sudah banyak menyita perhatian publik. Ditambah lagi, ketika dirinya berhasil menjabat sebagai Presiden RI. Kesehariannya pun kerap dijadikan sebagai bahan pemberitaan oleh media.

    Setelah gaya berpakaian, gaya berbicara, dan banyak gaya lainnya yang diperlihatkan hingga menyebabkan kehebohan di kalangan netizen. Baru-baru inipun dirinya menjadi bahan perbincangan oleh netizen di dunia maya.

    Lantas berita apa yang diusung oleh Bapak Presiden kita kali ini?

    Dalam setiap program pembangunan yang direncanakan dan dilaksanakan oleh Jokowi, banyak masyarakat yang mendukung hal tersebut.

    Begitu juga mereka yang seolah terus menemukan titik celah sebagai pintu masuk isu-isu negatif yang berkembang.

    Salah satu yang kerap menjadi perbincangan hangat netizen di media sosial adalah soal dekatnya hubungan kerja sama Indonesia dan China yang bagi beberapa orang dimaknai berbeda.

    Bahkan ada yang menuding Jokowi sebagai antek Partai Komunis Indonesia (PKI).

    Isu itupun sempat membuat Jokowi jengkel jelang Pemilihan Presiden 2014 lalu.

    Dengan tegas isu itu ditepisnya dan menyebutnya sebagai penghinaan besar.

    Jokowi mengatakan, dirinya selama ini sudah merasa sabar dengan banyaknya tudingan dan fitnah yang merebak jelang Pemilihan Presiden tahun 2014.

    Isu itu nyatanya hingga kini masih ada yang membahasnya.

    Bahkan baru-baru ini seorang netizen meminta Presiden Jokowi melakukan satu pembuktian dengan melakukan tes DNA.

    “Timbul Fitnah jika tk ada Bukti, maka kalo Pak @jokowi tdk ingin ada lagi Opini Bhw anda Adalah PKI, Tes DNA lah. Anda Gentle jika berani !” tulisnya.

    Sontak saja cuitan itupun memicu komentar pengguna twitter.

    Para netizen pun menanyakan cuitan yang dinilai aneh itu hingga menuliskan komentar bernada sindiran.

    Banyak pula dari mereka yang ngakak karena gagal paham dengan maksud cuitan itu.

    Seolah mereka ‘pasrah’ tak sanggup lagi menuliskan komentar yang paling pas untuk menanggapinya.

    Berikut beberapa komentar netizen:

    Ni anak bio nya keliatannya org yg berpendidikan..tp kok pemikirannya begini amat ya? Sejak kapan sebuah aloran bisa kaitkan dgn test DNA

    @MAHENDRA_GNW @jokowi Apa hubungan pki dgn DNA yaa mas? Lulus SMP tdk yaa? Padahal pelajaran Biologi SMP nih

    Perkataan mas ini membuktikan istilah pintar itu terbatas dan kebodohan itu tak terbatas. Gila masih mending loh drpd bodoh kaya gini.

    ya Allah sungguh berat tugas mentri pendidikan 

    Sumpah ga brenti ngakak thank u @MAHENDRA_GNW aselik km lucu bgt. #standingapplause

    Presiden Joko Widodo menegaskan, konstitusi menjamin hak berserikat dan berkumpul. Namun jika ada yang melawan konstitusi akan “digebuk”.

    Presiden menegaskan, organisasi yang jelas-jelas bertentangan dengan Pancasila, UUD 1945, Bhinneka Tunggal Ika, dan NKRI tak bisa dibiarkan.

    Pemerintah, kata Jokowi, tidak bakal ragu menindak organisasi-organisasi tersebut.

    Jokowi menyebut, langkah menggebuk mereka yang melawan konstitusi merupakan bagian dari penegakan hukum.

    “Indonesia adalah negara demokrasi sekaligus negara hukum. Kalau ada keluar dari koridor itu, yang pas istilahnya ya digebuk,” ujarnya.

    Soal istilah digebuk yang pernah digunakan Presiden Soeharto di akhir masa jabatannya, sengaja dipilih Jokowi untuk menunjukkan ketegasan pemerintah dan negara.

    “Kalau dijewer, nanti dikatakan Presiden tidak tegas,” ujarnya sambil tersenyum.

    Meskipun demikian, ketegasan itu diletakkan dalam nilai moral, etika dan keadaban bangsa Indonesia.

     Di lapangan, Presiden minta Kepala Polri untuk tegas bertindak.

    “Jika ada bukti dan fakta, lakukan penegakan hukum. Jangan pakai hitung-hitungan lain selain penegakan hukum,” ujar Jokowi.

    Begitulah risiko menjadi publik figur, apalagi menjadi orang nomor satu di sebuah negara. Tentu akan banyak orang yang berusaha mencari celah untuk menjadikan sang tokoh menjadi pembicaraan di mana-mana. Apalagi, kehidupan pribadi pun kadang-kadang juga menjadi sorotan bagi khalayak umum. Tetap semangat Pak Jokowi, jangan kapok ya jadi Orang nomor satu di Indonesia. Sukses selalu