Blog

  • Hanya Ingin Check Up Balita Jessica Justru Meninggal

    Hanya Ingin Check Up Balita Jessica Justru Meninggal

    Memang tidak ada yang pernah tahu kapan datangnya maut. Setiap orang hanya perlu menunggu dan banyak-banyak melakukan hal-hal baik, serta mendekatkan diri kepada Tuhan semasa hidupnya.

    Meski begitu, terkadang kematian yang mendadak membuat orang-orang yang ditinggalkan menjadi shock dan seolah tidak percaya bahwa bagian keluarga atau orang terdekatnya meninggal secepat itu.

    Mungkin hal inilah yang tengah dirasakan oleh orangtua dari balita Jessica yang terpaksa harus kehilangan anaknya secara mendadak.

    Kisah kematian seorang anak kembali membuat resah para orang tua di Indonesia.

    Kali ini kisah kematian anak dari Medan dan berkaitan dengan palayanan medis di rumah sakit.

    Padahal sebenarnya balita ini berkunjung ke rumah sakit hanya untuk cek kesehatan.

    Tapi akibat salah masuk ruang unit gawat darurat (UGD) RSUP Adam Malik nyawa Jessica Kateline Br. Sianipar harus melayang.

    Balita Jessica meninggal dunia usai menjalani perawatan Central Venous Cathether (CVC).

    Orangtua balita ini harusnya masuk ke ruang poliklinik untuk melakukan medical chek up.

    Melansir dari Tribun Medan (2/11/2017) namun sang ayah, Jhonson Parsaoran Sianipar salah masuk parkiran rumah sakit.

    Hingga akhirnya anaknya ditangani paramedis untuk pasien unit gawat darurat (UGD).

    Awalnya balita Jessica hanya divonis sakit GBS oleh dokter.

    Penyakit yang menyerang gangguan pada sistem saraf yang menyebabkan kelemahan otot, kehilangan refleks dan rasa baal atau kesemutan pada lengan, tungkai, wajah, dan bagian lain dari tubuh pasien.

    Kisah menyedihkan tentang meninggalnya balita Jessica ini diposting oleh akun Facebook Birgaldo Sinaga (2/11/2017) dengan sangat detil.

    Berikut cerita selengkapnya:

    “Balita Jessica Tewas di RS Adam Malik Usai Dipasang CVC, Keluarga Menuntut Keadilan

    “Katakan mana rumah sakit yang paling bagus dokter !! Columbia atau Materna !!”, teriak Ibu Jessica dengan isak tangis pilu.

    “Maaf Bu… Anak ibu sudah meninggal..kami sudah berusaha.. “, jawab dokter Nina terbata.

    “Tidakkk !!! Tidakkk !! Anakku belum mati. Anakku masih hidup….Cepat katakan rumah sakit mana yang paling bagus Columbia atau Materna !!. Katakan cepat !!”, teriak kencang Bu Jessica sambil menggoyang-goyangkan tubuh kaku anaknya Jessica.

    Sementara di tengah ranjang Jessica, Pak Jessica suami Bu Jessica tampak menangis sesunggukkan. Dadanya bergetar. Ia memukul dinding. Ia mencoba menahan istrinya yang menjerit meraung histeris tidak terima anaknya mati.

    Jerit tangis seisi keluarga Jessica memecah ruang UGD RS Adam Malik sore itu. Kakek, Nenek, Paman, Bibi dan tetangga Kakek Jessica tak kuasa menahan tangis. Mereka histeris melihat Jessica meninggal begitu cepat. Serasa mimpi.

    Rabu, 23 Agustus 2017, menjadi hari kelabu bagi keluarga Jessica. Hari yang mengubah perjalanan hidup keluarga Jessica.

    Jessica balita berusia 4 tahun adalah putri satu-satunya keluarga Jhonson Parsaoran Sianipar dan Ibu Kristin Aviani Simbolon. Jessica adalah anak ke dua dari tiga bersaudara.

    “Kami membawa Jessica untuk medical check up sesuai anjuran Dokter Yazid. Tapi kenapa malah meninggal”, ucap Bu Jessica terbata-bata sambil menangis sesunggukan tak percaya.

    Bulan September lalu, saya mendapat kabar kematian Jessica dari Ibu Henny Silalahi, Ibu dari bayi Debora yang meninggal di RS Mitra Keluarga Kalideres pada Minggu, 3 September 2017 lalu. Bu Jessica curhat kepada Bu Debora. Bu Jessica tahu kisah bayi Debora yang mirip dengan kematian balita Jessica.

    Saya menyuarakan jerit hati Bu Henny Silalahi yang sedang mencari keadilan untuk anaknya Debora. Debora meninggal dunia diduga hanya karena persoalan uang muka hingga tidak dapat masuk ruang PICU.

    Awal bulan Oktober lalu, Ibu Jessica menelepon saya. Di balik telepon, Ibu Jessica menceritakan perih hatinya. Anak perempuan yang paling dikasihinya direnggut dari hidupnya.

    Sepanjang percakapan di telepon itu Ibu Jessica terus menangis. Saya hanya diam mendengarkannya. Saya berjanji akan datang ke Medan untuk menemui Bu Jessica pada pertengahan Oktober.

    Jumat sore, 13 Oktober 2017 saya tiba di Medan. Esoknya, Sabtu 14 Oktober 2017 kami bertemu di bilangan Jalan Imam Bonjol Medan.

    “Kami membawa Jessica bukan karena Ia sakit kritis. Kami bawa ke RS Adam Malik karena saran Dokter Yazid yang meminta agar Jessica diperiksa ke laboratorium untuk memastikan diagnosa dokter Yazid soal sakit GBS”, ujar Bu Jessica terbata-bata menahan tangis membuka percakapan kami.

    Seminggu sebelum di bawa ke RS Adam Malik, tepatnya Hari Selasa, 15 Agustus 2017, Jessica dibawa kedua orang tuanya ke M77 Clinic. M77 Clinic adalah tempat Dokter Yazid buka praktik.

    Menurut pemeriksaan Dr. Yazid Dimyati, Sp. A(K), Spesialis Anak Konsultan Saraf Anak, Jessica mengalami sakit GBS (Guillain Barre Syndrome) atau radang polineuropati demielinasi akut.

    GBS adalah peradangan akut yang menyebabkan kerusakan sel saraf tanpa penyebab yang jelas. Itu yang menyebabkan Jessica sulit berjalan. Kakinya sering merasa seperti kesemutan. Sejak bulan Juli Jessica terkena GBS.

    Oleh Dokter Yajid, Jessica diberikan rujukan ke RS Adam Malik untuk dilakukan pemeriksaan EMG/KHS. Menurut Dokter Yazid hanya di RS Adam Malik yang punya alat pemeriksaan penyakit GBS.

    Kondisi Jessica menurut Dokter Yazid sudah melewati masa kritis GBS. Hanya masalah waktu saja Jessica akan pulih. “Yang penting kontrol dan minum obat. Pakai BPJS juga tidak mengapa”, ucap Dokter Yazid serius.

    Namun, untuk memastikannya Dokter Yazid menyarankan dilakukan pemeriksaan laboratorium agar dipastikan diagnosa GBSnya 100 persen. Dokter Yazid memberikan surat pengantar rujukan ke RS Adam Malik .

    Dua hari menjelang medical check up, Senin 21 Agustus 2017, Jessica masih beraktifitas normal. Pagi hari pukul 07.00 Wib, Jessica berangkat pergi ke sekolah TK, di bilangan Jalan Brigjen Katamso Medan. Jessica diantar ayahnya.

    Untuk mencari tahu kondisi Jessica pada hari itu, saya mengunjungi Sekolah TK Jessica pada Senin, 16 Oktober 2017. Sekitar pukul 10.30 WIB, saya bersama kedua orang tua Jessica menemui ibu guru dan kepala sekolah TK Jessica.

    “Jessica pagi itu nampak normal. Seperti biasa. Tidak ada nampak sesak nafasnya”, ujar Bu Liny asisten wali kelas Jessica. Kami bicara di ruang kelas Jessica belajar.

    “Jessica pagi itu diberikan tugas menulis angka huruf mandarin. Dan Jessica sama seperti teman-temannya menulis seperti yang saya ajarkan”, ujar Bu Lenny Wali Kelas Jessica.

    Menurut Bu Lenny, Jessica anak yang penurut. Cukup cerdas dan pendiam. Bahkan Kepala Sekolah TK Jessica, Ibu Yenny melihat Jessica punya semangat belajar yang tinggi.

    “Hari Senin itu Jessica kelihatan wajar dan nampak seperti biasa”, terang Bu Liny dan Bu Lenny kompak.
    Saya melihat buku-buku milik Jessica yang masih tersimpan dalam lemari. Tulisan tangannya masih belum sempurna. Sebuah kertas berwarna hijau berbentuk bujur sangkar tertempel pada halaman tengah buku.

    “Itu tugas kerajinan tangan Jessica”, ujar Bu Lenny menjelaskan hasil karya Jessica. Ada tanda tangan dan nilai Ibu Lenny di kertas itu.

    “Seminggu lagi sebenarnya Jessica ada ujian mengucapkan hapalan Tulang”, ujar Bu Jessica memecah konsentrasi saya yang sedang melihat tulisan Jessica.

    Di ruang kelas itu, Bu Jessica tiba-tiba menangis. Air matanya mengalir deras. Ia sepertinya membayangkan Jessica anaknya sedang duduk di kursi paling depan mengerjakan tugas gurunya. Kursi kecil plastik tempat Jessica duduk, diduduki Bu Jessica.

    “Jessica…, Anakku.. coba kau ulang ujian hafalanmu nak”, lirih Bu Jessica sambil langsung dibalasnya sendiri kata-katanya itu. “Bajuku Baju Baru…Bajuku Dibelikan Ibuku.. Bajuku berwarna biru “, ucap Bu Jessica terbata-bata bercampur isak tangis menirukan anaknya Jessica.

    Usai menirukan hapalan Jessica, Ibu Jessica terdiam. Matanya tampak kosong memandang saya dan Bu Lenny. Bu Jessica terus menangisi anaknya. Suaminya mencoba menenangkan istrinya.

    Usai wawancara dari sekolah, kami meluncur ke RS Adam Malik.

    “Saya baru pertama kali ke rumah sakit itu Tulang. Tidak tahu pintu gerbang rumah sakit itu sebelah mana”, ujar Pak Jessica sambil menyetir mobil Nissan Livina membawa kami ke RS Adam Malik.

    Dari sinilah pangkal muasal musibah kematian Jessica bermula.

    Rabu, 23 Agustus 2017, Jessica dibawa kedua orang tuanya ke RS Adam Malik, merujuk surat rujukan dari Dokter Yazid. Malam sebelumnya, Jessica masih mengerjakan PR menulis huruf mandarin. Jessica juga antusias menghafal Baju Baru untuk ujian. Tidak ada tanda-tanda sakit pada tubuh Jessica.

    Pukul 06.00 Wib, pagi hari itu, Jessica bangun. Mandi. Sarapan. Jessica selalu berdoa sebelum makan. Ia selalu mengingatkan abang dan adiknya agar selalu berdoa sebelum makan dan sebelum tidur.

    Jika Jessica tidak melihat kedua saudaranya itu berdoa, Jessica meminta abang adiknya mengulangi doanya. Padahal abang dan adiknya sudah selesai berdoa. Tapi Jessica tidak percaya. Jessica harus melihat sendiri mereka berdoa.

    Pukul 08.00 Wib, Keluarga Jessica bersiap berangkat ke RS Adam Malik. Jessica dipapah berjalan oleh ayahnya dari kamar ke teras rumah. Turut serta kakek nenek Jessica dalam rombongan.

    Aditya Maulana, karyawan Game Online milik keluarga Jessica pagi itu juga melihat Jessica bersiap berangkat ke rumah sakit. Rumah Jessica dibuat merangkap usaha game online. Ruang tamu dijadikan tempat usaha game online.

    Ada puluhan komputer tertata di meja ruang tamu. Rumah petak yang disewa ini beralamat di bilangan Simpang Kuala Medan. Aditya Maulana adalah karyawan keluarga Jessica. Saya mewawancarai Aditya pada Senin, 16 Oktober 2017, selepas makan siang.

    “Saya lihat biasa saja sih Jessica. Seperti biasa aja Bang. Kalau berjalan Jessica pegang tangan ayahnya”, ujar Aditya.

    Aditya tidak melihat ada tanda-tanda Jessica sakit. Aditya tidak ada melihat jessica sesak nafas. Sama seperti hari-hari lainnya. Jika berjalan Jessica dipapah ayahnya. Pagi itu Aditya dapat giliran menjaga game online dan melihat Jessica pergi bersama keluarganya ke rumah sakit.

    Sekitar pukul 09.00 Wib keluarga Jessica tiba di RS Adam Malik. Sialnya, Ayah Jessica tidak tahu pintu masuk poliklinik umum RS Adam Malik. Maksud hati menuju poli umum, apa daya mobil yang dikendarai malah masuk pintu gerbang UGD. Ada dua pintu masuk RS Adam Malik. Jalan pintu masuk hadap Selatan tempat Poli Umum. Jalan pintu masuk hadap Barat tempat UGD.

    Tiba di depan pintu UGD, para perawat langsung menyorongkan ranjang beroda. Jessica dibangunkan dari tidur oleh Ibunya. Setengah perjalanan Jessica tidur. Jessica turun dari mobil. Berdiri di samping mobil menunggu neneknya turun dari pintu samping. Jessica ngotot tidak mau naik kereta ranjang.

    Akhirnya Jessica digendong dinaikkan ke ranjang. Ia menolak rebah. Dari pintu gerbang menuju ruang UGD, Jessica hanya duduk saja di atas ranjang. Perawat memasukkan Jessica ke ruang UGD.

    Ayah Jessica mencari parkiran. Agak menjauh dari UGD. Sementara Ibu Jessica diminta perawat mengisi pendaftaran di bagian administrasi.

    Kakek nenek Jessica ikut masuk ke dalam ruang UGD. Tampak Jessica dikelilingi dokter dan beberapa perawat. Ada sekitar 6-8 orang mengelilingi Jessica. Para medis langsung mengambil tindakan.

    “Lho kenapa anakku? Apa yang terjadi? Kenapa jadi begini kondisinya? “, ucap Ibu Jessica terperanjat menyaksikan anaknya tampak ketakutan. Ibu Jessica melihat jarum suntik yang berisi darah Jessica usai mendaftar di administrasi.

    Lho kenapa diambil darah anakku? “, protes Bu Jessica. Perawat menjelaskan mereka terpaksa mengambil darah dari selangkangan Jessica karena beberapa kali dicoba di pergelangan tangan Jessica, mereka tidak dapat pembuluh darahnya. ” Darah ini untuk pemeriksaan laboratorium bu”, ujar perawat datar.

    Usai diambil darahnya, kedua bola mata Jessica nampak bergerak berputar-putar melihat langit-langit. Jessica tidak mengenali lagi Ayah Ibu dan kakek neneknya. Jessica hanya mendelik matanya. Seperti ketakutan. Seperti trauma. Padahal baru lima belas menit ditinggalkan ibunya yang pergi mengurus di bagian pendaftaran.

    Pukul 10.00 Wib, Dokter Nina memanggil Ibu Jessica. Menurutnya kondisi Jessica kritis. Diharuskan opname dan infus. Hasil lab sudah keluar.

    “Lho kok jadi parah begini dokter. Saya bawa kemari untuk medical check up seperti rujukan Dokter Yazid”, ucap Bu Jessica sambil menunjukkan surat rujukan Dokter Yazid.

    “Kondisi anak ibu kritis. Kritis”, ketus dokter Nina yang tampak emosi karena dipertanyakan diagnosanya.

    Ibu Jessica memohon untuk dipindah ke rumah sakit yang lain. Ia beralasan kurang nyaman anaknya yang tampak sehat ketika dibawa malah seperti kehilangan kesadaran ketika diambil darah dari selangkangan Jessica tanpa seijin dirinya.

    “Kami tidak bisa mengizinkan anak ibu pindah rumah sakit, karena kondisinya kritis”, jawab dokter Nina tegas.

    Keluarga Jessica mengalah. Mereka tidak mau berdebat panjang. Yang penting Jessica bisa selamat. Meskipun dalam rongga dadanya ada penyesalan melihat kondisi anaknya memburuk.

    Pukul 10.30 Wib, Jessica diberikan infus dan NGT. Sulit mencari nadi dipergelangan tangannya. Akhirnya infus dimasukkan dari tungkai kaki Jessica.

    Jessica masih terbaring diruang UGD. Tempat tidur Jessica hanya dibatasi tirai gordyn berwarna biru. Banyak bangsal berjejer berdampingan berbatas gordyn saja. Bangsal Jessica persis di tengah depan pintu kaca masuk ruang UGD. Di sebelahnya juga ada yang sedang dirawat. Ramai orang sakit hari itu masuk UGD. Hilir mudik lalu lalang orang tak henti keluar masuk.

    Pukul 11.00 Wib, kesadaran Jessica mulai pulih. Jessica sudah mampu mengenali kedua orang tuanya.
    “Mama.. berdarah ma.. “, lirih Jessica sambil menunjuk selangkangan dan punggung tangannya yang tampak bekas tusukan jarum. Cairan infus melalui tungkai kaki mampet. Cairan tidak bisa mengalir.

    Ibu Jessica mencoba menenangkan anaknya. “Tidak nak.. Itu digigit nyamuk nak”, bujuk Bu Jessica menenangkan anaknya.

    Ayah Jessica mencoba menghibur Jessica. Ia tahu lagu kesukaan Jessica. Ayahnya menyanyikan lagu Twinkle Twinkle dan lagu Kingkong Badannya Besar. Jessica senang sekali. Ia menyela ayahnya yang salah menyanyikan syair twinkle twinkle.

    Dokter Firdaus seorang dokter Anestesi memanggil kedua orang tua Jessica. Jessica ditinggal sebentar dan dijaga kakek, nenek dan pamannya.

    “Jessica harus dilakukan CVC bu. CVC diperlukan untuk menyelamatkan Jessica. Infus biasa tidak mampu lagi”, terang dokter Firza.

    “Apa itu CVC dok”, tanya Bu Jessica.

    Dokter Firdaus menjelaskan CVC itu adalah Central Venous Catheter. CVC prinsipnya sama dengan infus biasa. Cuma CVC infus yang langsung dimasukkan ke pembuluh darah dekat leher.

    “Apakah ada risikonya dok”, kejar Ibu Jessica.

    “Ada dua cara pemasangan CVC. Satu di dekat leher dan satu lagi di selangkangan. Risiko pemasangan di selangkangan berisiko infeksi. Jadi lebih baik kita pasang dekat leher. Ibu tenang saja. Saya sudah sering melakukan CVC. Tidak pernah ada masalah. Tidak pernah gagal. Anak ibu harus di CVC karena kondisinya kritis”, tegas dokter Firdaus.

    Keluarga Jessica mengalah. Mereka tidak punya pilihan lain, mereka percaya tindakan medis dokter. Air mata Ibu Jessica menetes saat menandatangani surat persetujuan CVC. Jam menunjukkan pukul 12.00 Wib.

    Hingga pukul 13.30 Wib, belum ada tanda-tanda dilakukan persiapan pemasangan CVC. Padahal kata dokter harus segera dilakukan tindakan CVC.

    Kakek Jessica, Pak Simbolon bertanya kepada dokter Nina yang asik bertelepon di pojok ruangan UGD.

    Dokter Nina mengelak. Ia tidak tahu menahu soal itu. Ibu Jessica mendatangi dokter muda di meja tengah UGD. Bu Jessica meminta jika tidak ada alat CVC, Bu Jessica meminta agar anaknya di pindahkan ke RS Sakit lain. Namun ditolak dokter karena alasan medis.

    Tiga jam berlalu. Waktu menunjukkan hampir pukul 15.00 Wib. Jessica belum juga dilakukan tindakan CVC. Jessica sudah haus. Jessica lapar. Sejak pagi hanya makan sedikit. Perawat wanti-wanti agar tidak diberi minum dan makan sebelum dilakukan tindakan CVC.

    Ibu Jessica hanya mengoleskan air ke bibir Jessica.

    Pak Marpaung teman kakek Jessica yang ikut menjenguk mulai kesal. Pak Marpaung marah. Ia membentak paramedis yang acuh pada Jessica. Sudah hampir 3 jam lebih dibiarkan tanpa kejelasan.

    Untunglah Jessica sabar. Di pembaringan itu Jessica terus bermain dengan ayah dan ibunya. Opungnya juga ikut membelai tangan Jessica. Jessica merasa bosan, lalu Jessica mengambil handphone ayahnya. Ia main game sambil ayahnya bernyanyi twinkle-twinkle.

    Setelah Pak Marpaung marah-marah, perawat mengatakan alat CVC ukuran 5 tidak ada. Yang ada hanya ukuran 4,5. Lagi dicari. ” Mudah-mudahan sebentar lagi dapat pak”, kata seorang perawat dengan raut muka dingin.

    Keluarga Jessica kontan mulai emosi. Bagaimana mungkin rumah sakit sebesar Adam Malik ini tidak punya alat CVC? Lalu untuk apa dikatakan kritis harus dipasang CVC jika alatnya tidak ada ? Mengapa tidak dirujuk ke rumah sakit lain? Mengapa empat jam dibiarkan tanpa kepastian?

    Sejuta tanya dan rasa kecewa amarah meledak. Pak Marpaung dan Kakek Jessica naik emosi. Mereka mendesak dan mengultimatum dokter dan perawat agar segera menangani cucunya.

    Pukul 15.30 Wib, alat CVC ukuran 5 akhirnya tiba. Persiapan untuk dilakukan tindakan CVC segera dilakukan. Dokter Firdaus, Dokter Nina dan Dokter Sitanggang ikut. Beberapa perawat juga ada mendampingi.

    Jessica tidak dipindahkan ke ruang ICU atau ruangan khusus. Jessica tetap baring di ranjang UGD. Gordyn ditutup. Keluarga diminta keluar menunggu. Para dokter dan perawat bersiap melakukan tindakan CVC. Sebelum keluarga meninggalkan Jessica, Jessica masih asyik main handphone ayahnya.

    Dokter segera lakukan pemasangan CVC. 15 menit kemudian tindakan CVC selesai dilakukan. Dokter Sitanggang memanggil kedua orang tua Jessica. Waktu menunjukkan sekitar pukul 16.00 Wib.

    “Pak Bu.. CVC sudah selesai kami lakukan. Jessica bisa opname di sini atau pindah rumah sakit”, terang dokter Sitanggang.

    Belum selesai dokter Sitanggang menjelaskan, dari ruang Jessica terdengar suara gemuruh kepanikan. Terdengar suara kencang perawat memanggil dokter. Ibu Jessica terperanjat. Mereka ikut masuk. Ada apa gerangan?

    Tampak dua tiga orang perawat dan dokter Sitanggang berlari ke ruang Jessica. Beberapa orang perawat mencoba menekan dada Jessica untuk memberi CPR. Dua orang perawat membuka paksa mulut Jessica dengan alat. Mencoba memasukkan selang. Saking paniknya tiga buah gigi atas Jessica patah. Ibu Jessica menjerit. Lalu berlari keluar memanggil keluarganya yang lain.

    “Saya melihat tiga gigi Jessica patah karena dipaksa buka” ujar Pak Marpaung dan Pak Tambunan kawan kakek Jessica yang ikut melihat kejadian.

    Pukul 16.15 Wib, detak janjung Jessica berhenti. Di layar monitor tampak garis lurus berjalan. Jessica meninggal dunia.

    Ibu Jessica meraung-raung menangis kesetanan. Ia menjerit histeris. Suaminya memukul-mukul tepi tempat tidur Jessica. Mereka menggoncang-goncangkan tubuh Jessica yang mulai mendingin kaku.

    “Jessica.. Bangun kau nak.. Bangun kau nak. Jangan tinggalkan mamak nak… Bangun kau… Tuhan Yesus tolong anakku.. Tolong Tuhan.. “, jerit histeris Ibu Jessica seperti orang kesurupan.

    Ibu Jessica melabrak dokter. “Kalian apakan anakku ini??? Katakan dimana rumah sakit yang terbaik.. Katakan.. Columbia atau Materna!!”, teriak Ibu Jessica geram.

    “Maaf ibu.. Anak ibu sudah meninggal.. “, ujar dokter Nina terbata.

    “Tidak!! Tidakkkk.. Tidakkk!! Anakku belum mati. Papa.. Ayo kita bawa Jessica ke Columbia. Cepat pa! “, pinta Ibu Jessica pada suaminya.

    Pak Jessica dan anggota keluarga lain tak kuasa menolak. “Anak kita sudah meninggal ma”, isak Pak Jessica lirih sambil memeluk istrinya.

    “Gendong pa.. Gendong pa”, paksa Bu Jessica kepada suaminya.

    Akhirnya Jessica digendong. Dibawa lari langsung ke RS Columbia Medan. Sekitar 15 km jaraknya dari RS Adam Malik. Mobil tancap gas melaju kencang membelah jalanan Medan yang macet.

    Di dalam mobil, tidak henti-hentinya Bu Jessica komat kamit berdoa berharap muzizat. ” Pa.. Beri nafas buatan Pa.. Ayo Pa.. Beri nafas buatan Pa” pinta Bu Jessica agar suaminya memberi nafas buatan.

    Ayah Jessica mencoba memberi nafas buatan. Ia tahu itu sia-sia. Tapi tetap dilakukan agar istrinya tenang.

    Mulutnya ditempelkan ke mulut Jessica sambil didekapnya erat bercucuran air mata. Sepanjang jalan hampir 1 jam perjalanan, tubuh kaku Jessica terus dibelai ibu Jessica sambil berseru Tuhan Yesus selamatkan anakku. Sementara suaminya terus memberi nafas buatan.

    “Dokter tolong anak saya tolonnnggggg” jerit Ibu Jessica setibanya di depan ruang UGD RS Columbia.
    Para perawat nampak sigap. Dengan cekatan membopong Jessica ke ruang UGD. Dokter jaga langsung memeriksa Jessica.

    “Maaf bu.. Anak ibu sudah meninggal dari tadi bu. Tubuhnya sudah dingin dan kaku. Tidak ada lagi detak jantungnya”, ujar dokter jaga RS Columbia geleng-geleng kepala.

    “Tolong selamatkan anak saya dokter.. Tolonnng.. Tolonnng dokter”, pinta Ibu Jessica sambil menyembah-nyembah dengan sepuluh jarinya. Ibu Jessica rebah di lantai. Ia terus mendesak agar dokter menyelamatkan anaknya. Dokter hanya menggeleng.

    Jenazah Jessica akhirnya dikembalikan. Mulutnya ditempel lakban plastik oleh perawat RS Columbia karena gigi atasnya tiga buah patah saat dipaksa buka oleh tenaga medis RS Adam Malik.

    Malam sekitar pukul 20.30 Wib, jenajah Jessica tiba di rumah kakeknya di Jalan Binjei. Esok sorenya langsung kebumikan di Pekuburan Sei Semayang Binjei.

    “Darah terus mengucur deras dari hidung anakku waktu di baringkan di rumah duka. Terus ku lap hidungnya pakai tisu. Kenapa keluar darah segar dari hidung dan mulutnya?”, ucap Ibu Jessica sesak menahan geram.

    Ibu Jessica menunjukkan foto Jessica sesaat meninggal dunia. Di pundak kiri dekat leher tampak ada dua bekas lubang CVC menghitam. Sementara di lengan kanan kirinya tampak kulitnya menghitam.

    Selepas wawancara, saya mengajak keluarga Jessica jiarah ke makam Jessica. Cukup jauh perjalanan siang itu. Berkisar 30 – 40 km jarak tempuh. Sabtu siang, 14 Oktober 2017 di depan makam anaknya Ibu Jessica menumpahkan kesedihannya.

    “Jessica… Lihatlah sudah datang Tulang Birgaldo mau membantu kita nak.. Lihat Jessica anakku”, ucap Ibu Jessica menangis keras sambil memeluk kayu salib kuburan anaknya.

    Kedua orang tua Jessica sedih dan kecewa. Laporan tindak pidana dugaan malpraktik yang telah dilaporkan ke polisi pada 4 Oktober 2017 hingga saat ini belum diproses Polda Sumut. Sejak dilaporlan belum ada pemanggilan sama sekali.

    “Mentang-mentang kami orang kecil ya tulang, tidak dianggap oleh mereka”, lirih Ibu Jessica sambil merapikan rerumputan makam Jessica.

    “Jessica… Maafkan mamak ya nak… Maafkan mamak nak… Mamak yang salah.. Mamak yang salah membawamu ke rumah sakit Adam Malik itu”, lirih Bu Jessica sesunggukkan sambil menyesali dirinya yang salah membawa anaknya ke Adam Malik.

    Saya mencoba menepuk pundak Bu Jessica.

    Menenangkannya. Mencoba menguatkannya. Saya memberikan sapu tangan. Ibu Jessica terus menangis memeluk kuburan anaknya. Seakan tidak mau berpisah. Setiap minggu sudah tiga bulan Ibu Jessica selalu jiarah melihat kubur anaknya.

    “Kuburan Jessica belum kami perbaiki karena menunggu tulang datang”, ujar Bu Jessica terisak.
    Ahh.. Betapa saya tidak mampu menahan kesedihan. 
    Air mataku tidak mampu ku tahan. Seorang ibu kehilangan anak yang paling dicintainya tanpa Ia tahu apa penyebab kematian anaknya.

    Hasil laboratorium dari Adam Malik tertanggal print out 23 Agustus 2017 yang diminta keluarga malah tidak diberikan. Yang diberikan malah print out tertanggal 4 Oktober 2017. Aneh.

    “Saya ingin keadilan untuk anak saya”, lirih Bu Jessica setengah berbisik saat ku peluk pundaknya di depan kuburan anaknya.

    Lamat-lamat telingaku seperti mendengar suara nyanyian lagu Hapogosanta dari Grup Musik Siantar Rap. Lagu Batak kesukaan Jessica yang selalu dinyanyikannya setiap saat. Lagu itu juga dinyanyikannya sepanjang jalan saat menuju RS Adam Malik.

    “sai hu ingot do ho inang nang damang i
    (selalu ku ingat engkau ayah dan bunda)

    sai hu rimangi do amang di poda mi
    (selalu ku renungkan semua petuahmu)

    tangiangkon au inang, tangiangkon au amang
    (doakan aku bunda, doakan aku ayah)

    asa boi au pasonang rohami”
    (agar aku bisa menyenangkan hatimu kelak)

    Desir angin siang panas terik hari itu cukup kencang. Ilalang dan kebun tebu di hamparan pemakaman baru itu seakan ikut bersedih. Dedauanan Ikut bergoyang diterpa angin menyibak wajah saya yang berdiri dekat pohon tebu.

    Saya mengucapkan selamat istirahat dengan tenang ya ananda Jessica, sementara Ibu Jessica masih enggan meninggalkan makam Jessica.

    Keadilan memang terkadang sulit didapatkan, tapi kita tidak boleh berhenti memperjuangkannya.

    Damailah dalam tidur panjangmu. Maafkan kami yang gagal menyelamatkanmu. Sepenuh jiwa akan kami perjuangkan keadilan untukmu.

    Salam perjuangan penuh cinta
    Birgaldo Sinaga”

    Bagaimana menurut kamu guys? Adakah yang salah dari perawatan yang dialami oleh Jessica?

    Kita tunggu saja bagaimana kelanjutan dari peristiwa ini.

     

  • Bayi Berkuku Panjang Ini Menyita Perhatian

    Bayi Berkuku Panjang Ini Menyita Perhatian

    Kesehatan merupakan hal yang penting bagi manusia. Tanpa kesehatan, manusia akan kesulitan untuk melakukan aktivitas sehari-hari. Oleh karena itu, setiap manusia diwajibkan untuk selalu menjaga kesehatan dengan cara merawat kebersihan tubuh, menjaga pola makan yang sehat, istirahat yang cukup, dan masih banyak cara lainnya untuk menjaga kesehatan.

    Namun, kadang-kadang kita sering lupa untuk menjaga kebersihan di tubuh kita sehingga penyakit akan mudah menyerang kekebalan tubuh kita.

    Misalnya saja dengan memanjangkan kuku jari tangan. Hal ini ternyata merupakan hal yang tidak dianjurkan dan berbahaya bagi kesehatan.

    Semua orang tahu bahwa bayi memiliki kulit yang lembut dan masih tipis, karena memang bayi belum memiliki pertumbuhan yang pesat seperti layaknya orang dewasa.

    Kulit bayi sangatlah rentan akan gesekan dan garukan kuku mereka yang bisa saja melukai kulit. Oleh karena itu, para orang tua seringkali memakaikan sarung tangan untuk bayi. Agar bayi terhindar dari risiko tercakar kukunya sendiri.

    Namun, hal ini justru berbeda. Bayi yang satu ini malah justru dibiarkan memiliki kuku panjang dan tajam seperti cakar.

    Maka tentu saja, netizen langsung marah besar ketika sebuah foto bayi dengan kuku tajam beredar luas di media sosial.

    Bayi tersebut memiliki kuku tajam yang bahkan seperti cakar.

    Foto tersebut diunggah oleh Instagram @daily_earthpix pada 24 Oktober lalu.

    Caption dalam foto itu berbunyi “Cute or not?”.

    Akun Instagram tersebut tidak menjelaskan darimana sumber foto itu, siapa bayi itu, dan apakah foto itu asli atau hanya editan.

    Namun, banyak para netizen khususnya orang tua yang geram akan foto tersebut.

    Netizen mengkritik orang tua bayi itu karena tidak mempedulikan keselamatan bayi.

    Banyak netizen yang mengomentari foto tersebut, menyampaikan kekhawatiran mereka pada si bayi.

    Definitely not cute and unsafe for the baby.” tulis @sandrakcovert.

    @harryd2410: This is sooooo bad..just like piercing’s really..honestly let new borns grow naturally like mother earth intended. Some folk av no sense……..

    Ada pula yang meminta orang tua bayi itu untuk segera memotong kukunya sebelum hal yang buruk terjadi.

    @burgundyvents: Ummm please cut that baby nails

    @abby._.heffner: Not cute, that’s a baby that sticks their hands in there mouth, nose, and eyes, that baby could get srsly hurt

    Bagi kamu yang ingin atau sedang memanjangkan kuku, ternyata memanjangkan kuku itu memiliki dampak negatif lho.

    1. Tempat bersarangnya kuman

    Kuku merupakan tempat dimana kotoran seringkali menempel, secara otomatis bakteri dan kuman akan seringkali hinggap di kuku. Ketika kamu berpikir bahwa tanganmu bersih karena sudah dicuci menggunakan sabun. Ternyata, belum tentu bahwa kukumu juga bersih.

    Dalam kuku yang kotor akan sangat sulit dibersihkan jika tanpa dipotong. Hal inilah yang menyebabkan mengapa memanjangkan kuku berdampak negatif bagi kesehatan, karena kuman akan tetap bersarang pada kuku jika tanpa dipotong.

    2. Dapat merusak kulit

    Tanpa kamu sadari, kamu seringkali melihat bahwa kulit kamu tergores tanpa mengetahui sebabnya. Kuku yang panjang mampu melukai kulit kamu, tanpa kamu rasa dan kamu lihat.

    Ketika ada bagian tubuh yang terasa gatal, kamu otomatis akan menggaruknya. Kuku yang panjang itu akan bisa melukai kulit kamu dan juga merusak kulit indah kamu.

    3. Penyebab jerawat

    Jika kamu seringkali memencet jerawat dengan menggunakan kuku, maka bakteri-bakteri pada kuku justru akan membuat jerawat kamu menjadi lebih parah karena kamu memencetnya menggunakan jari kuku yang kotor dan mengandung banyak bakteri.

    4. Rusaknya kuku

    Kuku yang dipelihara dengan panjang tanpa dipotong, ternyata akan menghambat pertumbuhan kuku. Keseimbangan kuku menjadi terganggu dan dapat merusak kuku jari kamu.

    Apalagi jika kamu tanpa sengaja terjepit atau tersangkut benda-benda yang kuat, maka risiko kuku kamu patah justru akan membuat kuku jari kamu menjadi rrusak.

    5. Dianggap jorok oleh sebagian orang

    Orang yang memanjangkan kuku jari tangan akan dipandang oleh orang jorok, karena kuku jari yang dipanjangkan dianggap menyimpan banyak bakteri. Apalagi jika kamu makan dengan menggunakan tangan dengan jari-jari yang panjang. Maka tidak menutup kemungkinan, orang lain akan memandang kamu jorok dan tidak menjaga kebersihan.

    Dari banyaknya dampak buruk memanjangkan kuku jari tangan. Masihkah kamu ingin memanjangkan jari kuku?

     

     

  • Jadi Sorotan Karena Beda Usia, Namun Postingan Si Pria Bikin Terdiam

    Jadi Sorotan Karena Beda Usia, Namun Postingan Si Pria Bikin Terdiam

    Jodoh memang tidak ada yang tahu siapa orangnya, kapan, dan akan bertemu dimana. Bahkan, seperti apa jodohmu kamu juga tidak akan mengetahuinya sebelum akhirnya dipertemukan oleh Tuhan.

    Akhir-akhir ini, banyak beredar kabar pernikahan pasangan beda usia yang seringkali menggemparkan jagat dunia maya.

    Bahkan, baru-baru ini pernikahan beda usia inipun kembali terjadi dan juga langsung viral di jagat dunia maya.

    Media sosial tengah dihebohkan dengan pasangan suami istri yang memiliki perbedaan usia.

    Kehebohan ini bermula dari unggahan akun Facebook bernama Sembara Mencarhi Chintha pada Selasa (31/10/2017).

    Pasalnya, akun Facebook Sembara Mencarhi Cinta ini mengunggah enam foto yang menampilkan seorang pria muda yang tengah berpose dengan seorang wanita yang terlihat lebih berumur.

    Akun Facebook tersebut mengunggah enam foto kemesaraan pasangan ini yang berlatar belakang taman dan beberapa tempat wisata lainnya.

    Pada keterangan fotonya tersebut, Sembara Mencarhi Chintha menuliskan mengenai takdir jodoh yang akan diterima orang di dalam hidupnya.

    Unggahan ini pun menjadi viral setelah dibagikan netizen lainnya sebanyak 3 ribu kali lebih sampai saat ini, Rabu (1/11/2017).

    Simak unggahan akun Facebook Sembara Menchari Chinta selengkapnya di sini!

    Asalamaualaikum…peringatan buat smua…ga cewe ga cowo.

    Tapi cinta yg sesungguhya..ialah..cinta..yg apa adanya.

    Kita merasa bahagia, nyaman, umur, fisik, bukanlah masalah, itu hanay kesing semata…semuanya akan sirna kelak.

    Jadi janganlah.kita memandang orang dari luar, lihatlah dari hati, so yang lagi LDR..semoga bisa cepat ketemu dan berjodoh amin.

    Semoga..bisa..sampai pelaminan&menjadi hubungan yg harmonis yang Sakinah, mawadah warohmah aminnnnn yaaaa Roob” tulis akun Facebook Sembara Mencarhi Chintha.

    Setelah ditelusuri, ternyata pemilik foto tersebut adalah Ade Imron.

    Diketahui melalui akun Facebook Ade Imron, terlihat memang banyak sekali unggahan dirinya dengan sang istri tersebut.

    Bahkan, ada unggahan Ade Imron yang mendapatkan godaan dari wanita muda dan hinaan terkait istrinya yang memang terlihat lebih berumur tersebut.

    Saat itu Ade Imron mengunggah foto dirinya bersama sang istri untuk mengucapkan terima kasih karena sudah menemaninya selama 14 tahun pernikahannya.

    “Sabar ya sayang. Klw kerja dah selesai saya langsung pulang. Makasih dah temani aku selama 14 th pernikahan kita 10. 10. 17” tulis Ade Imron pada keterangan fotonya.

    Unggahannya tersebut pun mendapatkan komentar-komentar usil dari netizen.

    Bahkan ada yang berani menghina penampilan dari istri Ade Imron yang terlihat lebih berumur.

    Namun Ade Imron pun memberikan jawaban yang cukup menohok.

    Cibiran tersebut disampaikan oleh akun Facebook bernama Yosisabela Bela.

    “Istri apa nyokap itu, cocoknya jadi ibunya yah kali yah”

    “Tua binggit kalo jadi istrinya, nggak cocok mas, mending sama gue. Wkwkw”

    Setelah beberapa kali memberikan komentar negatif, Ade Imron pun membalasnya.

    “Mulutmu aja ga bisa dijaga. Ga ada tata krama dan etika. Walau kamu muda, istriku lebih mulia. Ga akan aku pernah tertarik sama wanita ember macam kamu Yosisabela Bela”.

    Ia juga menjelaskan bahwa dirinya tidak menyukai sifat wanita yang merasa cantik, namun hanya sebatas fisik.

    “Paling nggak suka sama cewek sok cakep tapi mulut kayak setan. Pakai kerudung tapi mulut kaya comberan. Dia pikir saya akan tertarik sama wanita macam gitu,” lanjutnya.

    Para warganet pun mencoba meredakan amarah Ade yang tersulut oleh komentar pedas wanita muda tadi.

    Namun, tak sedikit di antara mereka yang juga merasa salut dengan sikap Ade yang tidak memandang usia dalam mencintai seseorang.

    Jika kamu sudah memiliki pasangan, pasti kamu ingin agar hubunganmu awet dan langgeng bukan?

    Cobalah untuk melakukan tips di bawah ini agar hubungan tetap awet.

    1. Jangan menganggap remeh pasangan kamu yang hanya sekedar bertanya mengenai bagaimana hari yang mereka lalui
    Hal ini tidak akan terlalu sulit dilakukan ketika kamu menjadikannya rutinitas. Setidaknya, di penghujung hari ketika kamu merasa tidak ada satupun orang yang peduli dengan apa yang kamu lakukan, ada pasagan yang peduli dengan kamu.

    2. Biarkan perkelahian cepat berlalu
    Perkelahian seharusnya tidak mempunyai andil untuk merusak hubungan kamu. Kamu bisa sangat mencintai seseorang pada saat yang bersamaan dengan kamu begitu marah padanya. Perkelahian tidak berarti berakhirnya hubungan kamu. Pasangan yang bertahan selamanya lebih memilih hubungan mereka, dibandingkan konflik.

    3. Terimalah sebuah hubungan sebagai sebuah kewajiban
    Anda mungkin seringkali merasa tidak ingin melakukan segala hal, yang pasangan kamu inginkan untuk dilakukan bersama-sama. Seperti bekerja, atau melihat sebuah pertunjukkan band. Namun sebenarnya kamu juga tahu bahwa hal itu dapat membuat pasangan kamu bahagia dan berarti dengan kamu di sampingnya.

    Ini 20 Rahasia yang Membuat Hubungan Awet Seumur Hidup

    12 Jan 2016, 20:00 WIB

    Liputan6.com, Jakarta Dari begitu banyak tulisan yang pernah Anda baca untuk membuat hubungan cinta berjalan baik dengan pasangan, kuncinya terletak pada ketepatan waktu, kurangi pertengkaran dan saling mencintai dalam segala kondisi. Namun, tak ada salahnya untuk mengintip beberapa rahasia dari pasangan-pasangan yang hubungannya bertahan awet seumur hidup, untuk dijadikan inspirasi.

    Seperti dilansir dari marieclaire.com, Minggu (10/1/2016), berikut 20 rahasia dari pasangan suami istri yang hubungan asmaranya bertahan seumur hidup.

     

    1. Jangan menganggap remeh pasangan Anda yang hanya sekedar bertanya mengenai bagaimana hari yang mereka lalui
    Hal ini tidak akan terlalu sulit dilakukan ketika Anda menjadikannya rutinitas. Setidaknya, di penghujung hari ketika Anda merasa tidak ada satupun orang yang peduli dengan apa yang Anda lakukan, ada pasagan Anda yang peduli dengan Anda.

    2. Biarkan perkelahian cepat berlalu
    Perkelahian seharusnya tidak mempunyai andil untuk merusak hubungan Anda. Anda bisa sangat mencintai seseorang pada saat yang bersamaan dengan Anda begitu marah padanya. Perkelahian tidak berarti berakhirnya hubungan Anda. Pasangan yang bertahan selamanya lebih memilih hubungan mereka, dibandingkan konflik.

    3. Terimalah sebuah hubungan sebagai sebuah kewajiban
    Anda mungkin seringkali merasa tidak ingin melakukan segala hal, yang pasangan Anda inginkan untuk dilakukan bersama-sama. Seperti bekerja, atau melihat sebuah pertunjukkan band. Namun sebenarnya Anda juga tahu bahwa hal itu dapat membuat pasangan Anda bahagia dan berarti dengan Anda di sampingnya.

    4. Bersikap adil
    Tidak semua hal “harus” dilakukan. Ada saatnya pasangan kamu akan menghadiri acara yang berbeda di saat yang bersamaan dengan acara yang harus kamu hadiri. Tidak masalah. Kamu harus bersikap adil dan mengerti bahwa pasangan kamu juga memiliki kehidupannya sendiri.

    5. Kejutan kecil membuat hubungan Anda bertahan lama
    Apakah pasangan kamu begitu menyukai es krim rasa cokelat? Beli dan bawakan untuknya selagi kamu sempat melewati toko es krim. Ini akan membuat pasangan kamu merasa bahwa kamu selalu memikirkan dirinya kapanpun kamu berada.

    Semoga hubunganmu akan langgeng dan awet hingga ke jenjang pernikahan.

     

  • Seluruh Siswi SMK di Tegal Wajib Bercadar

    Seluruh Siswi SMK di Tegal Wajib Bercadar

    Setiap sekolah memang memiliki peraturan yang berbeda-beda. Ada yang lebih condong ke peraturan mengenai sikap dan ada juga yang condong ke peraturan tentang berpakaian di sekolah.

    Mungkin inilah salah satu yang melatarbelakangi mengapa seluruh siswi SMK di Kota Tegal diwajibkan untuk mengenakan cadar ketika bersekolah.

    Semua siswi di SMK Attholibiyah Desa Muncanglarang, Kecamatan Bumijawa, Kabupaten Tegal, bercadar.

    Foto yang menampilkan siswi saat berada di dalam kelas itu pun sempat menjadi viral di media sosial.

    Ketua Yayasan Attholibiyah, Habib Sholeh Al Athos, menuturkan peraturan memakai cadar merupakan keputusan dari pengasuh pondok pesantren.

    “Aturan ini (memakai cadar) merupakan inisiatif dari pengasuh pondok,” kata Habib Sholeh di kompleks pondok, Senin (30/10/2017).

    Kebetulan, semua siswi SMK merupakan santri di Pondok Pesantren Attholibiyah yang terletak satu kompleks dengan bangunan SMK.

    Ia membantah keras pondok pesantren mengajarkan atau mengikuti aliran paham radikal.

    “Karena memakai cadar, bukan berarti kami berpandangan dan ikut aliran keras, atau aliran radikal lain. Kami sekeluarga, merupakan Nahdliyin ndeles (tulen), ahlussunah wal jamaah,” jelasnya.

    Habib Sholeh menjelaskan, tujuan penetapan aturan yang mengharuskan siswi memakai cadar dilatarbelakangi masalah moral dan sosial pemuda pemudi akhir- akhir ini.

    Aturan itu muncul karena kekhawatiran pihaknya.

    “Kami khawatir karena laki- laki dan perempuan banyak yang berpacaran. Makanya, untuk menutup wajah, pemakaian cadar diberlakukan. Cukuplah suami mereka yang tahu wajah mereka,” ucapnya.

    “Kalau ditutupi kan ngga ketahuan mana yang cantik dan yang jelek. Dilihat dari matanya cantik, tapi ternyata pas dibuka jelek,” kelakarnya.

    Menurutnya, tugas dan tanggungjawab pihaknya sangat berat. Karena puluhan ribu siswa dititipkan orangtuanya untuk belajar di pondok pesantren itu.

    “Kalau ada apa-apa, kejadian buruk, kami juga yang kena. Makanya untuk menghindari hal yang tidak diinginkan, aturan itu ditetapkan. Anda nggak usah punya pandangam bahwa kami ikut paham radikal,” tegasnya.

    Saat aturan pemakaian cadar ditetapkan setahun yang lalu, kata dia, memang ada orangtua yang komplain dan merasa risih anaknya memakai cadar.

    Pihaknya menyampaikan tujuan dari pemakaian cadar bukan karena ikut- ikutan paham radikal. “Kami antiradikal,” tandasnya.

    Pengawas Pondok Pesantren Attholibiyah, Umi Maani, mengungkapkan cadar bisa dipakai untuk mencegah segala tingkah laku maksiat.

    Meskipun, di pondok pesantren laki- laki dan perempuan dipisah, tetap saja ada yang ketahuan tengah berduaan atau laki- laki dan perempuan bergerombol.

    “Beberapa kali kasus diketahui laki-laki dan perempuan pacaran. Cadar diharapkan dapat meminimalisir kejadian-kejadian itu. Puluhan ribu anak dititipkan kepada kami, itu tanggung jawab kami,” ujarnya.

    Foto yang menampilkan siswi bercadar saat kegiatan belajar mengajar di kelas jadi heboh di media sosial. Foto itu langsung jadi viral.

    Tertulis di keterangan foto (caption) itu SMK Attholibiyah Bumijawa Kabupaten Tegal.

    Saat ditelusuri, sekolah tersebut berada di lereng Gunung Slamet.

    Butuh perjalanan selama satu setengah jam untuk menuju lokasi dari pusat pemerintahan Kabupaten Tegal.

    SMK terletak tiga kilometer dari jalan besar yang merupakan jalur alternatif Bumijawa- Brebes.

    Jalan menuju ke sana tidak begitu besar hanya sekitar 2,5 meter lebar jalan.

    Jalan juga rusak parah, hingga seperti batu yang ditata.

    SMK Attholibiyah terletak di Jalan Mobok Karsih Desa Muncanglarang RT 001 RW 004 Kecamatan Bumijawa Kabupaten Tegal.

    Bangunan SMK berada di kompleks Pondok Pesantren Attholibiyah. Di situ juga terdapat bangunan Madrasah Tsanawiyah yang berada di sisi depan menghadap ke jalan.

    Sedangkan gedung SMK letaknya agak masuk ke kompleks itu. Gedung SMK terdiri dari dua lantai, atas dan bawah.

    “Lantai atas untuk laki- laki dan bawah perempuan,” kata Kepala Sekolah SMK Attholibiyah, Kustanto Widyamoko, saat ditemui, Senin (30/10).

    Kompleks sekolah tampak masih asri dengan dikelilingi rimbunnya pepohonan serta berada di dataran tinggi.

    Kustanto mempersilakan untuk melihat kondisi sekolah dan proses belajar mengajar untuk mengecek kebenaran foto yang jadi viral itu.

    Pria berpeci hitam itu memandu kami masuk ke kelas X. Pintu kelas pun diketuk. Ia membuka daun pintu sebentar kemudian ditutup kembali. “Nanti tunggu dulu. Belum pada pakai cadar,” ucapnya.

    Saat masuk ke ruang kelas X Jurusan Teknik Komputer Jaringan (TKJ) itu, semua siswi memakai cadar hitam semua.

    Semoga saja hal ini memang merupakan hal yang baik untuk dilakukan, toh tidak merugikan siapapun kan?

  • Dibully Lantaran Berwajah Mirip Ahok

    Dibully Lantaran Berwajah Mirip Ahok

    Seiring berkembangnya zaman, manusia juga terkadang semakin kesulitan untuk menjaga sikap dan perilaku agar tidak bertindak di luar batas kewajaran. Salah satunya adalah sikap bullying. Banyak anak-anak yang saat ini justru memiliki pola sikap senang mem-bully teman atau orang di sekelilingnya.

    Padahal pem-bullyan berakibat sangat buruk bagi korban bullying. Meski sudah banyak mengetahui dampak negatif dari sikap bullying, nyatanya masih ada saja yang dengan tega melakukan hal tersebut kepada orang lain.

    Salah satunya adalah kisah ini.

    Sebuah kisah viral yang beredar di jejaring Facebook belakangan membuat orang merasa miris. Kisah yang dibagikan oleh akun bernama Bearo Zalukhu itu diposting pada Senin (30/10/2017). Tak disangka, postingan Bearo mendapat tanggapan yang luar biasa dari netizen.

    Postingan itu bercerita tentang seorang anak yang berasal dari Nias bernama Josep Sebastian Zebua. Josep disebut bersekolah di Jakarta karena mengikuti orangtuanya. Dalam postingannya, Bearo juga mengunggah potret Josep yang memiliki wajah seperti etnis Tionghoa. Wajah yang dimiliki oleh Josep itu membuatnya dijuluki sebagai ‘Ahok’ di sekolah.

    Namun julukan tersebut justru membuat ia mendapat perlakuan kasar yang tidak manusiawi oleh teman-teman sekolahnya. Bearo mengatakan jika Josep mendapat perlakukan kasar di tempat ia bersekolah. Menurut Bearo, tangan bocah yang ia akui sebagai keponakannya itu bengkak karena ditusuk dengan pena oleh teman-temannya.

    Ia juga menyebutkan perlakuan kasar lain seperti baju Josep yang dengan sengaja dimasuki pasir. Bahkan menurut Bearo, ibunda Josep juga mendapat kekerasan verbal dari orangtua murid di sekolah itu. Karena perlakuan-perlakuan itu lah Josep kini takut untuk pergi ke sekolah.

    Dalam sekejap, kisah yang ditulis Bearo itu menjadi viral di media sosial.

    Hingga tulisan ini dimuat, kisah tersebut telah dibagikan lebih dari 4 ribu kali dan mendapat 5,6K likes netizen. Terlanjur menjadi viral, beberapa netizen justru menemukan hal yang janggal. Diantaranya yang dirasa janggal adalah tentang keterangan lokasi sekolah yang dituliskan oleh akun itu.

    Dalam postingannya, akun itu menyebut lokasi ‘SDN 16 CIRACAS, Pasar Rebo – Jakarta Timur’. Setelah ditelusuri, nama SDN 16 Ciracas ternyata tidak terdaftar di daftar web kemdikbud. Daftar nama sd itu bisa dilihat di alamat berikut: http://dapo.dikdasmen.kemdikbud.go.id/sp/3/016402

    Ada pula netizen yang mengaku tinggal di dekat lokasi yang disebutkan, dan menyebut jika SD itu memang tidak ada. Selain itu, netizen juga merasa janggal dengan alasan mengapa ibu dari anak itu tak bisa merekam.

    Disebutkan jika ibunya tak memiliki ponsel dengan kamera, padahal sebelumnya juga disebutkan si anak sedang bermain tablet.

    Temuan-temuan itu segera membuat netizen heboh. Banyak yang menduga jika postingan tersebut hanyalah berita hoax.

    “Emang Hoax Keleus….Ini cerita lama Hoax,”

    “Berita hoax ini…”

    “Hoax hoyyy… Masih percaya ajja,”

    “Anak” lagi jadi korban Hoax,”

    Namun banyak pula netizen yang meminta agar postingan itu segera diselidiki benar atau tidak.

    “ini mana yg bener ya?polisi kudu bongkar kasus ini..”

    “coba pihak berwajib langsung di cek aja, bener atau tidaknya,”

    Jika kamu seringkali mem-bully temanmu di sekolah maupun di tempat lain, maka sebaiknya hentikan mulai saat ini.

    Karena ternyata bullying sangat berdampak negatif bagi korban, antara lain:

    1. Membuat si korban merasa cemas dan ketakutan sehingga memeengaruhi konsentrasi belajar di sekolah bagi korban bully pelajar dan menuntun mereka untuk menghindari sekolah. Bila bullying terus berlanjut dalam jangka waktu yang lama, maka dapat mempngaruhi kepercayaan diri siswa, terjerat dalam isolasi sosial, memunculkan perilaku menarik diri dari pergaulan, menjadikan si korban rentan mengalami stress dan depreasi, serta merasa tidak aman. Hal tersebut didasarkan pada hasil studi yang dilakukan National Youth Violence Prevention Resource Center oleh Sanders (2003; dalam Anesty, 2009)
    2. Korban bully akan merasa depresi dan marah ketika ia mengalami bully secara terus-menerus dan berlangsung lama. Ia kemungkinan marah terhadap dirinya sendiri, bisa juga terhadap si pelaku bullying, terhadap orang-orang di sekitarnya dan terhadap orang dewasa ,pihak tertentu, keluarganya maupun orang di sekitar yang tidak dapat atau tidak mau menolongnya atau dapat melindunginya. Hal tersebut kemudan mulai mempengaruhi prestasi akademiknya bila korban bully seorang siswa. Sehingga lama-kelamaan korban bully tidak mampu lagi muncul dengan cara-cara yang konstruktif untuk mengontrol hidupnya, dan mungkin akan mundur lebih jauh lagi dari kehidupan sosial alias mengasingkan diri. (Coloroso :2006)
    3. Seorang pelajar yang mengalami bully ia akan jarang hadir di sekolah karena takut sehingga menimbulkan prestasi akademik yang rendah bagi siswa, merasa depresi di usia dini. Selain itu akan terjadi penurunan skor tes kecerdasan (IQ) dan penurunan drastis pada kemampuan analisis siswa. Hal tersebut sesuai penelitian Banks (1993, dalam Northwest Regional Educational Laboratory, 2001; dan dalam Anesty, 2009).
    4. Korban bully melakukan bunuh diri (commited suicide) Si korban terpaksa melakukan bunuh diri karena merasa tidak kuat,tidak lagi bisa menahan dan merasa dirinya tidak mampu melakukan apa-apa dari perlakuan bully oleh seseorang atau sekelompok orang. Dia sering dirundung rasa ketakutan,merasa dirinya terancam dan kesepian sehingga jalan satu-satunya yang ia lakukan yakni dengan bunuh diri. Menurut riset di Amerika, Jumlah korban bully yang melakukan bunuh diri terus meningkat 50% dari tahun ke tahun hanya dalam 3 dekade.
    5. Korban bully melakukan balas dendam bahkan sampai pada pembunuhan pada orang yang melakukan tindakan bully padanya. Pembunuhan mereka lakukan yakni dengan cara menembak langsung atau melakukan pembantaian secara sadis untuk menebus sakit hati si korban yang mengalami penderitaan dibully.

    Nah, jadi mulai sekarang cintai orang di sekelilingmu dan hentikan sikap bullying terhadap mereka.