Blog

  • Pasutri Berusia 100 Tahun Tinggal di Gubuk Dekat Gunung Agung

    Pasutri Berusia 100 Tahun Tinggal di Gubuk Dekat Gunung Agung

    Tidak banyak pasangan suami-istri yang bisa bertahan hingga menua bersama-sama. Menghabiskan waktu sebelum akhirnya kembali ke Sang Maha Pencipta.

    Apalagi akhir-akhir ini, semakin kesini semakin banyak pasangan muda yang baru memiliki usia pernikahan yang sebentar namun sudah memutuskan untuk berpisah dan menjadi janda atau duda.

    Potret inilah yang terkadang membuat miris.

    Namun, kesetiaan tetap saja dimiliki oleh segelintir orang di luar sana. Seperti kisah pasangan ini yang masih saling membersamai hingga usianya menginjak 100 tahun.

    Nyoman Rupa terbaring tak berdaya di atas kasur lusuh rumah warga Jalan Trijata I Gang C, Denpasar, Bali, Senin (25/9/2017) pukul 22.35 Wita.

    Perempuan berusia 100 tahun lebih ini adalah warga Banjar Dalem, Desa Duda Selat, Kecamatan Selat, Karangasem yang mengungsi ke Denpasar bersama 11 orang keluarganya.

    Mereka akhirnya bisa dievakuasi setelah cucunya panik selama dua hari.

    “Dari dua hari lalu saya kepanikan memikirkan nasib nenek saya. Hari ini (kemarin) akhirnya bisa dievakuasi oleh tim Basarnas,” kata Kadek Gunawan, cucu dari Nyoman Rupa.

    Di rumah semi permanen yang berdindingkan anyaman bambu itu, Rupa ditemani oleh para keluarganya, mulai dari cucu, hingga anak-anaknya.

    Kadek Gunawan mengaku bersyukur nenek, dan keluarganya akhirnya bisa dievakuasi.

    Sebab, wilayah tempat tinggal keluarganya di Selat, Karangasem, sangat dekat dengan Gunung Agung.

    “Dari kemarin saya sudah tidak tenang. Saya suruh teman untuk menginformasikan ke Basarnas, karena saya tidak ada kenalan. Awalnya nenek saya dibawa ke Klungkung, tapi tidak memungkinkan di sana, akhirnya diajak kesini,” tutur Kadek Gunawan.

    Jika dilihat dari peta Kawasan Rawan Bencana (KRB), kawasan rumah Rupa di Karangasem berada di zona merah atau zona yang berpotensi tinggi terlanda awan panas, aliran lava, dan lahar.

    Selama beberapa hari terakhir, Nyoman Rupa dan suami, dan dua orang anaknya tidak begitu mengetahui informasi yang beredar bahwa Gunung Agung berpotensi meletus.

    Sempat ada warga yang sudah mengungsi lebih dulu memberi tahu mereka, namun lantaran terkendala usia, dan kendaraan, mereka memilih tetap di kampung halamannya di area perbukitan.

    “Umah tiange di bukite nika, ten uning tiang. Jeg kangiang tiang ampun drika manten meneng. Men kudiang tiang ten mresidang mejalan joh (Rumah saya di daerah bukit. Tidak tahu apa saya. Saya memilih tinggal saja di rumah. Gimana lagi, saya tidak bisa berjalan jauh,” kata Wayan Rupa, suami dari Nyoman Rupa dengan terbata-bata.

    Nyoman Rupa dan Wayan Rupa adalah suami istri yang sama-sama berusia 100 tahun lebih. Namun, Nyoman Rupa sudah terlihat tak berdaya, dan tidak bisa berbicara, sementara suaminya Wayan Rupa masih bisa berbicara, meski terbata-bata.

    11 orang pengungsi yang baru datang pukul 20.00 WITA di Denpasar ini mengaku satu keluarga. Mereka adalah masyarakat menengah ke bawah, yang saat ini masih memerlukan bantuan.

    Setelah tiba di Jalan Trijata Denpasar kemarin malam, warga di sana kemudian mengambil foto kondisi Nyoman Rupa, dan keluarganya. Postingan itu pun menjadi viral di facebook, maupun instagram.

    Terlihat kemarin malam pukul 22.40 WITA, sejumlah masyarakat datang untuk melihat kondisi Nyoman Rupa. Ada yang membawakan beras, makanan, kebutuhan lainnya. Saat ini, mereka masih memerlukan bantuan berupa  pakaian, pempers dewasa, vitamin, dan susu.

    Apabila ada masyarakat yang hendak memberikan bantuan kepada keluarga pengungsi ini, bisa menghubungi Kadek Gunawan ke nomor 081529202291.

    Untuk diketahui, hingga Senin kemarin, tercatat pengungsi yang sudah datang ke Denpasar sebanyak 2.691 jiwa.

    316 orang di antaranya sudah ditampung di posko yang disediakan oleh Pemkot Denpasar di Jalan Danau Tempe 1, Denpasar.

    Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pusdalops BPBD Denpasar, Made Suprapta mengatakan, Denpasar diperkirakan bakalan terus kedatangan pengungsi.

    Itu sebabnya, saat ini pihaknya sudah mulai menyiapkan posko 2, yaitu di Lapangan Kapten Kompyang Sujana, Denpasar Barat.

    Kemarin, ratusan pengungsi asal Karangasem juga diketahui mengungsi sampai ke Kabupaten Jembrana.

    Sebanyak 208 jiwa warga Karangasem mengungsi ke Jembrana juga turut mengajak anak di bawah lima tahun (balita) serta sejumlah hewan peliharaannya.

    “Berdasarkan data kami setidaknya ada 208 orang warga Karangasem yang mengungsi ke Jembrana,” ungkap Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jembrana, Ketut Eko Susila A.P ketika dikonfirmasi Senin (25/9/2017).

    Menurutnya, 208 orang pengungsi Karangasem ini merupakan pengungsi mandiri yang tersebar di lima Kecamatan yang ada di Kabupaten Jembrana.

    Di Kecamatan Pekutatan terdata sebanyak 96 orang, Kecamatan Mendoyo sebanyak 49, Kecamatan Jembrana sebanyak 36 orang, Kecamatan Negara sebanyak 5 orang pengungsi dan 22 orang pengungsi lainnya terdata mengungsi di Kecamatan Melaya.

    Semoga saja pemerintah segera bisa mengatasi permasalahan tersebut.

  • Pasien Kanker Payudara Belum Dapat Pengobatan di RS

    Pasien Kanker Payudara Belum Dapat Pengobatan di RS

    Pengobatan di rumah sakit memang terkadang susah-susah gampang. Ada rumah sakit yang memberikan pelayanan pengobatan dengan cepat. Namun, tak jarang yang juga memberikan pelayanan pengobatan yang cukup rumit.

    Hal inilah yang dirasa masyarakat agak memprihatinkan. Seharusnya pelayanan pengobatan diberikan kepada masyarakat dengan baik, cepat, dan tanggap.

    Baru-baru ini tersiar kabar tentang salah seorang pasien pengidap kanker payudara, yang hingga kini belum mendapatkan pengobatan kemoterapi.

    Pihak Rumah Sakit Fatmawati angkat bicara soal salah seorang pasiennya, Ayu Agustin, yang mengidap kanker payudara. Kisah Ayu belakangan ini menjadi viral dan mendapat simpati di dunia maya karena ia belum juga mendapat jadwal kemoterapi meski sudah dua bulan berobat di RS Fatmawati. Padahal, kondisi kanker di Payudara Ayu semakin parah.

    Kepala Humas RS Fatmawati Atom Adam mengatakan, Ayu Agustin sampai saat ini belum mendapatkan jadwal kemoterapi karena memang harus mengantre dengan pasien lain.

    “Kalau yang saya tahu memang belum ada jadwalnya karena pasien yang sakit serupa juga banyak,” kata Atom, Selasa (26/9/2017).

    Atom mengaku sudah berkoordinasi dengan bagian pelayanan medis terkait kondisi Ayu saat ini. Ia juga memberitahukan mengenai video Ayu yang viral saat meminta bantuan dari warganet. Namun, Atom belum bisa mengungkapkan langkah apa yang akan diambil oleh RS Fatmawati.

    Secara teori, menurut Atom, bisa saja Ayu dirujuk ke rumah sakit lain yang tidak terlalu antre untuk pelayanan kemoterapinya.

    “Bisa saja misalnya ke RS Dharmais, bisa pakai BPJS,” kata dia.

    “Tapi saya belum bisa jawab hari ini ya karena itu kan ada bahasa medisnya,” tambahnya.

    Melalui sebuah video, Ayu yang mengidap kanker payudara memohon pertolongan netizen. Video itu diambil dan diunggah oleh teman Ayu, Fadila Zazkia Ulfa ke akun Instagram @fadilazu, Senin (25/9/2017). Video tersebut langsung menyebar luas dan banyak mendapat perhatian serta simpati dari warganet.

    “Buat teman-teman yang punya kepedulian lebih saya minta tolong untuk secepatnya di kemo (kemoterapi),” kata Ayu dalam video tersebut.

    Ibu Ayu, Desi, sebelumnya mengaku sudah mendesak pihak dokter dan Rumah Sakit Fatmawati untuk segera menjadwalkan kemoterapi kepada anaknya. Namun pihak dokter dan rumah sakit menolak.

    Ayu baru diminta kembali ke RS Fatmawati pada 17 Oktober mendatang, itu pun untuk menjalani biopsi. Sementara jadwal untuk kemoterapi masih belum jelas.

    “Kata dokter enggak bisa (dipercepat). Karena yang sakit begini bukan ratusan orang. Ribuan yang kena penyakit begini,” kata Desi kepada Kompas.com.

    Padahal, menurut dokter, kemoterapi penting untuk mengecilkan kanker yang tumbuh di payudara Ayu. Kemoterapi juga harus dijalani 6 sampai 12 kali setiap bulannya. Setelah kanker mengecil, baru lah operasi pengangkatannya dilakukan.

    Di tengah jadwal kemoterapi yang belum jelas, kondisi Ayu semakin parah. Payudara Ayu yang sebelah kiri terus mengalami pembengkakan dan pendarahan.

    Ayu kesulitan untuk berjalan dan bernafas. Desi juga sudah meminta agar Ayu yang kondisinya makin buruk bisa dirawat di rumah sakit. Namun, pihak dokter merasa hal tersebut tidak diperlukan.

    “Kata dokter, kalau kanker enggak ada yang dirawat. Mau dirawat juga ngapain? Begitu-gitu juga. Mendingan di rumah. Di RS itu banyak yang menular karena tidak bagus,” ujarnya.

    Akhirnya, Desi bersama suami merawat Ayu dari rumah kontrakan mereka di Kampung Pabuaran Wetan, Desa Ciangsan, Kecamatan Gunung Putri, Kabupaten Bogor.

     Inilah isi cuitan teman Ayu yang diunggah di akun sosial media miliknya:
    Assalammualaikum warahmatullahi wabarakatuh Perkenalkan ayu agustin , penderita kanker payudara. Umur 21 thun Ayu agustin tinggal di daerah ciangsana bogor Tepatnya di Kampung Pabuwaran wetan , Kecamatan Gunung Putri , Kab.Bogor . . Ayu sudah kerumah sakit sejak agustus ,prtama di RS didaerah bogor.kmudian dirujuk ke RS besar di jakarta.. namun saat disana ayu blum pula mendapatkan jdwal kemo ( ayu hanya di rongent dan diberi obat untuk payudaranya yg trluka..sprti untuk obat koreng) Akhirnya tiba lah pentuan untuk jdwal kemo ayu..yaitu tgl 17 oktober .. Iya 17 oktober 2017 ..lama ya? Memang setau saya kemo memang ada jdwalnya.. Tapi bukankah smakin lama akan smakin parah ? Ya ketika agustus lalu tangan kanannya masih baik2 saja , namun kemarin Minggu 24 sptember 2017 saya melihat ayu , tangan kanannya sudah membengkak.. bgitupun payudaranya yg sblah kiri sudah mulai membengkak.. ia pun sudah susah untuk brnafas , nyesek katanya.. Apa tidak bisa untuk menanganinya lebih cpat ? Stidaknya agar ia bisa lebih baik lagi dalam brnafas.. Teman2 smua dan tentunya bapak bupati bogor , serta mentri kesehatan indonesia dan bapak presiden Ir.Jokowi Dodo yang saya hormati. sekiranya mau membantu ayu.. untuk secepatnya diambil tindakan.. Saya sudah tidak tega pak bu melihatnya , dia dirumah tnpa perawatan apa2.. menunggu jdwal 17 oktober.. pak bu apa prlu dia kerumah sakit diluar negeri agar cepat ditangani? Jika saja bisa , namun keadaan brkata lain.. inipun dia brobat memakai BPJS pak bu , Tolong bantuan kalian pak bu untuk teman saya ayu ..agar stidaknya sakit yg ia rasakan bisa berkurang . . . Vidio ini saya kirimkan untuk teman2 dan rekan2 smua yg mungkin bisa membantu setidaknya memviralkan vidio ayu agar pemerintah dan para dermawan melihat dan turut  membantu ayu ..trima kasih Wassalammualaikum@infia_fact @beraniberhijrah @bogorpisan @bekasi.banget @jokowi( vidio ini tidak menyinggung atau menyudut pihak manapun , vidio ini dibuat dengan benar agar stidaknya ada pihak2 yg membantu untuk minimal ayu bisa bernafas dengan baik untuk skrg2 ini)
    Semoga saja, Ayu segera bisa ditangani dengan baik dan tidak ada lagi masyarakat yang mengalami kejadian serupa.
  • Paket Drive Thru Kos-Kosan Bisnis Esek-Esek

    Paket Drive Thru Kos-Kosan Bisnis Esek-Esek

    Kos biasanya digunakan bagi mahasiswa atau pekerja yang tinggal jauh dari kampung halaman dan membutuhkan fasilitas tempat tinggal yang murah, namun tetap nyaman.

    Namun kadang kala ada juga kos-kosan yang justru digunakan untuk bisnis esek-esek dan jadi tempat untuk melakukan aktivitas mesum.

    Bisnis menyewakan kamar kos untuk praktik mesum dan asusila sudah menjadi rahasia umum di Kota Blitar atau yang lebih dikenal dengan Kota Bung Karno.

    Mayoritas tempat kos menyediakan kamar khusus untuk disewakan ke tamu dengan tarif per jam.

    Malah tren terbaru, penyewa kos menyewakan lagi kamarnya ke orang lain untuk aktivitas mesum dan esek-esek.

    Hal ini terlihat dari penelusuran yang dilakukan Surya, selama beberapa hari.

    Seperti yang dilakukan Alex, bukan nama sebenarnya.

    Warga Sananwetan, Kota Blitar, ini menyewa satu kamar kos juga di wilayah Sananwetan.

    Dia menyewa kamar kos yang memiliki fasilitas AC dengan tarif Rp 750.000 per bulan.

    Dia tidak menempati kamar kos itu setiap hari. Kamar kos tu dia pakai hanya saat bersama pasangannya saja.

    Karena kamar kosnya sering kosong, kemudian Alex punya ide untuk menyewakan lagi kamarnya ke orang lain dengan tarif per jam.

    Ia tidak sembarangan menyewakan kamar kosnya ke orang lain. Biasanya, dia menyewakan kamar hanya ke orang-orang yang sudah dikenal.

    “Kalau ada teman yang butuh tempat dengan pasangan, saya suruh pakai kamar kos saya. Tarifnya lebih murah dari pada sewa hotel,” kata Alex, Senin (18/9/2017).

    Alex mematok tarif sewa kamar mulai Rp 100.000 – Rp 150.000 untuk tiga jam. Tarif itu tergolong murah dibandingkan sewa kamar di hotel.

    Dalam sebulan, Alex bisa menyewakan kamarnya sebanyak tiga sampai empat kali.

    “Hasilnya bisa buat bayar sewa kamar ke pemilik kos. Saya sendiri juga butuh kamar kos, meski saya juga tinggal di Kota Blitar,” ujar pria yang sudah berkeluarga itu.

    Menurut Alex, hampir mayoritas tempat kos di Kota Blitar digunakan untuk bisnis esek-esek.

    Dia sudah berkali-kali pindah tempat  kos dan rata-rata tempat kos yang dia tempati tergolong bebas.

    Malah, ada tempat kos yang menyediakan satu kamar khusus untuk menyediakan tamu berpasangan yang ingin menyewa per jam.

    Seperti di tempat kos yang sekarang dia tempati. Pengelola menyediakan satu kamar khusus disewa per jam. Dia tahu hal itu setelah mengamati penghuni di kamar tersebut.

    Menurutnya, penghuni satu kamar itu selalu berganti-ganti tiap hari. Penghuninya juga selalu berpasangan laki-laki dan perempuan.

    Ternyata, satu kamar di tempat kosnya itu memang disewakan dengan tarif per jam. Tarif sewanya Rp 200.000 per lima jam.

    Pengelola biasa menyebut sewa kamar kos dengan tarif per jam itu dengan istilah drive thru. Maksud istilah itu penyewa hanya mampir sebentar di kamar kos lalu pergi lagi.

    Biasanya, penyewa tahu ada kamar khusus di tempat kos dari mulut ke mulut. Penyewa tinggal datang ke lokasi sambil bilang cari kamar drive thru ke pengelola.

    Pengelola segera menyiapkan kamar tersebut ke penyewa.

    “Kalau tarif memang berbeda-beda, tergantung fasilitas kamarnya. Rata-rata tempat kos menyediakan itu, kalau tidak ya tidak laku. Tren seperti ini mulai ramai akhir 2016,” katanya.

    Dikatakannya, selain tarifnya lebih murah, praktik esek-esek menggunakan di tempat kos juga lebih aman.

    Biasanya, pengelola memberi tahu penyewa kamar ketika akan ada razia dari petugas. “Di tempat kos memang lebih aman dan tarifnya lebih murah,” ujarnya.

    Riyan, penghuni kamar kos di tempat lain juga mengungkapkan hal sama.

    Warga Kademangan, Kabupaten Blitar, yang kos di wilayah Sukorejo, Kota Blitar ini, mengatakan tren menyewakan kamar kos per jam sudah lama terjadi.

    Seperti di tempat kosnya juga ada praktik menyewakan kamar kos dengan tarif per jam.

    Hanya saja, tarif sewa di tempatnya lebih murah. Pengelola hanya mematok tarif Rp 50.000- Rp 100.000 untuk tiga jam.

    Fasilitas kamar di tempat kosnya hanya tempat tidur saja. “Kalau saya sendiri tidak pernah menyewakan lagi kamar ke orang lain. Memang saya tempati sendiri karena saya kerja di Kota Blitar,” katanya.

    Dia memang mencari tempat kos yang bebas. Sebab, dia sering pulang ke tempat kos larut malam bahkan sampai dini hari.

    Kalau tinggal di tempat kos yang aturannya ketat, dia tidak bisa pulang ke kos secara bebas. “Kalau saya cuek melihat hal itu, yang penting tidak mengganggu penghuni kos lain,” tegasnya. 

  • Situs Lelang Perawan Jadi Perbincangan

    Situs Lelang Perawan Jadi Perbincangan

    Banyaknya penyedia situs-situs aneh dan unik membuat banyak orang yang mengakses situs tersebut. Situs lelang keperawanan nikahsirri.com begitu jadi omongan beberapa hari belakangan ini.

    Adanya situs tersebut menyulut kemarahan sejumlah pihak, termasuk warga di kompleks tempat tinggal sang pemilik situs, Aris Wahyudi (59) di Perumahan TNI Angkatan Udara, Jatikramat, Jatiasih, Kota Bekasi.

    Keresahan terkait situs nikahsirri.com berujung pada penangkapan Aris Wahyudi.

    Melansir dari sebuah sumber, pria asal Cilacap, Jawa Tengah itu digelandang polisi dari kediamannya ke Subdit Cyber Crime Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya, Minggu (24/9/2017) dini hari, untuk dimintai keterangan.

    “Informasi yang saya terima bahwa saudara Aris dibawa penyidik pada hari Minggu (24/9) pukul 02.00,” ujar Kapolsek Jatiasih, Komisaris Ili Anas, Minggu (24/9/2017) pagi.

    Dibuatnya situs nikahsirri.com tentunya tidak terlepas dari pemikiran yang dimiliki Aris.

    Ia beranggapan jika nikah siri merupakan kearifan lokal dan dirinya mencoba mengangkat hal itu kembali.

    Lantas seperti apa sosok Aris Wahyudi itu?

    Berikut lima fakta seputar Aris Wahyudi bos nikahsirri.com.

    1. Lulusan Luar Negeri

    Bisa membuat heboh se-isi negeri, ternyata Aris Wahyudi merupakan lulusan luar negeri.

    Aris Wahyudi adalah lulusan University of Essex Inggris bidang elektro.

    “Saya sendiri lulusan S1 bidang elektro dari University of Essex (Inggris) dan program Habibie,” ujar Aris.

    2. CEO UberJek

    Keahlian Aris Wahyudi dalam pembuatan aplikasi ternyata tidak hanya nikahsirri.com saja, ia diketahui menjadi CEO transportasi berbasis aplikasi, UberJek.

    Aplikasi besutannya itu menyasar daerah-daerah yang belum tersentuh aplikasi transportasi online lainnya, seperti Grab, Go-Jek, dan Uber.

    UberJek baru beroperasi di wilayah Karawang, Magelang, dan Bengkulu.

    3. Dikenal Ramah

    Sosok Aris Wahyudi ternyata dikenal ramah di lingkungan rumahnya di Perumahan Angkatan TNI AU, Angkasa Puri, Jatikramat, Jatiasih, Kota Bekasi.

    Hal itu diketahui dari penuturan ketua RW setempat, Catur Nur Setiadi (53).

    Menurut Catur, bos nikahsirri.com itu kerap bertegur sapa saat berpapasan di jalanan perumahan.

    “Orangnya sih baik, kami justru tidak menyangka kok dia bikin situs itu,” kata Catur saat ditemui di rumahnya, Sabtu (23/9/2017).

    4. Mengklaim Bantu Pemerintah

    Aris Wahyudi memang mempunyai pemikiran yang berseberangan dengan orang-orang.

    Pendiri nikahsirri.com itu malah enggan programnya itu disebut kegiatan mengeksploitasi kaum perempuan.

    Ia berdalih bisa membantu pemerintah dengan mengikis kemiskinan yang ada di masyarakat.

    “Perempuan yang ingin menikah karena tidak memiliki uang, justru terbantu dengan situs ini. Mereka bisa menikah secara agama tanpa ada zina,” kata Aris Wahyudi, Sabtu (23/9/2017).

    5. Diusir Warga

    Sepak terjang Aris Wahyudi membuat situs nikahsirri.com berdampak pada kehidupannya sendiri.

    Pasalnya ia diusir warga setempat yang tak terima alamat Perumahan TNI Angkatan Udara, Jatikramat tertera dalam situs nikahsirri.com.

    “Kalau dia tidak mau mengubah alamat kantor itu dari lingkungan ini, yah warga minta dia pindah ke daerah lain,” kata Ketua RW setempat, Catur Nur Setiadi.

    Catur menambahkan warga merasa tercoreng terkait pemasangan alamat rumah yang tertera di situs nikahsirri.com.

    “Kami tetap tidak setuju bila ada kantor seperti itu di sini,” kata Catur.

    Sang pemilik situs, Aris Wahyudi mengaku pemasangan alamat di situs nikahsirri.com atas inisiatifnya sendiri.

    Karena banyaknya protes, alamat tersebut kini sudah dihapus dari situs.

    “Pakai alamat rumah ini karena inisiatif saya. Sekarang sudah dihapus kok, tidak ada lagi alamat rumah di situs,” ujar Aris Wahyudi.

    Aris juga mengatakan dirinya akan pindah tempat dan menyewa ruko untuk dijadikan kantor situs ‘lelang keperawanan’ tersebut.

    “Kita juga rencana mau pindah ke ruko yang ada di daerah Galaxy, Bekasi Selatan,” ujar Aris.

    Setelah menghebohkan publik, kini pemilik situs tersebut memutuskan untuk berganti nama.

    Sebelum ditangkap dan ditahan di Polda Metro Jaya, Aris Wahyudi dalam sebuah diskusi bersama polisi, membeberkan rencana mengganti frasa “lelang perawan dengan “nikah pertama”.

    Rencana itu, untuk menghindari pro dan kontra di tengah masyarakat terkait situs nikahsirri.com, yang diluncurkannya, Selasa (19/9/2017), di Gedung Juang, Jakarta.

    “Saya berpikiran “lelang perawan”‎ akan diganti jadi “nikah pertama” saja,” ucap Aris di kediamannya, ‎Komplek Angkasa Puri, Jatiasih, Jalan Manggis No A-91, Kota Bekasi, Sabtu (23/9/2017).

    Ia juga berencana memindahkan kantor situs tersebut yang tadinya di rumah ke tempat yang lebih representatif. Sebab, ia tak menyangka melihat antusiasme masyarakat.

    Namun, nasib berkata lain. Belum sempat ganti nama dan pindah kantor, Aris sudah lebih dulu diciduk polisi, Minggu (24/9/2017) dini hari.

    Oleh penyidik Aris dijerat dengan Pasal 4, Pasal 29 dan Pasal 30 UU No.44 Tahun 2008 tentang Pornografi juncto Pasal 27, Pasal 45, Pasal 52 ayat (1) UU No.11 Tahun 2008 tentang ITE.

    Setidaknya saat ini, ada 2.700 klien dan 300 mitra yang siap dipersunting. Setiap klien diharuskan bayar Rp 100 ribu. Dengan uang Rp 100 ribu yang ditransfer, klien hanya mendapatkan satu koin.

    Satu koin hanya bisa melihat-lihat ratusan mitra, belum sebagai upah untuk mempersunting para perawan. Sedangkan untuk dapat menikah secara siri dengan mitra, para klien harus memiliki ratusan koin.

    ‎Dalam situs tersebut, sebutan mitra ‎disematkan bagi perawan atau perjaka yang berminat dalam kontes lelang dan fotonya dipampang di situs tersebut.

    Sementara klien adalah pihak yang berminat menggunakan jasa situsnya untuk mendapatkan perawan atau perjaka melalui mekanisme lelang.

    Nantinya klien akan membayar mahar sesuai nominal yang diminta oleh mitra. Lalu mahar ditranfer ke rekening Aris lalu dipotong 10-20 persen, sisanya ditranfer ke mitra.

    Bahkan jika berminat, Aris juga bisa memfasilitasi penghulu hingga saksi. Sementara lokasi pernikahan, digedung atau hotel, itu diserahkan ke pasangan.

    Jika sudah begini, wajib berhati-hati dalam membuat situs ya guys?

  • Bikin Anak Merengek dan Kepanasan, Sikap Ayah Ini Dikagumi

    Bikin Anak Merengek dan Kepanasan, Sikap Ayah Ini Dikagumi

    Sikap orang tua dalam mendidik anak tentu berbeda-beda. Ada yang dengan cara lembut, tegas, bahkan keras sekalipun. Namun semua itu tentu demi kebaikan sang anak. Meski begitu, banyak juga orang tua yang mendidik anak dengan cara berlebihan.

    Mendidikan anak dengan cara yang salah dan berlebihan, tentu akan berdampak tidak baik bagi kesehatan mental anak.

    Contohnya ketika anak sedang merengek, menangis, pasti orang lain yang melihatnya akan cenderung merasa iba dan mencoba untuk menenangkan sang anak.

    Terkadang orangtua sampai bingung memenuhi permintaan si anak, karena tangisan mereka belum tentu berhenti.

    Tak sedikit pula orangtua yang tambah bingung karena tak mengetahui secara jelas permintaan si anak.

    Namun, apa yang dilakukan sang ayah ini justru berbeda dari orang kebanyakan lho.

    Ia justru membiarkan anaknya yang merengek, sampai tiduran di tanah di bawah cuaca yang terik.

    Bagi segelintir orang, barangkali menganggap pria ini tak punya hati, tega, pelit dan sebagainya.

    Tapi tunggu dulu, ternyata ia punya alasan kuat melakukan sikapnya itu.

    Kisahnya itupun dibagikan akun Facebook Reed Wanadi yang mengunggah foto dan cerita tersebut pada Jumat (22/9/2017) pagi.

    Foto dan postingan itupun banyak dibincangkan dan menjadi viral di media sosial.

    Hanya dalam waktu 12 jam sejak diunggah, postingan itu telah mendapatkan 47 ribu lebih tanggapan dan 65 ribu lebih dibagikan.

    Ternyata netizen justru kagum dengan alasannya membiarkan anaknya menangis.

    Ternyata itu merupakan salah satu cara membentuk mental anak.

    Begini isi postingan itu selengkapnya:

    Mendengar ocehan orang lain itu memang kadang-kadang bikin panas kuping

    Namun hidup ini bukan buat menyenangkan orang lain

    Kitalah yang bertanggung jawab atas hidup kita sendiri, betul?

    Ketika anak saya yang sulung sedang tantrum, menangis, merengek, lalu menjatuhkan dirinya sendiri ke tanah

    Saya hanya melihatnya sembari menunggunya, menawarkan air minum untuknya, sambil sesekali bertanya: “sudah belum?”, “Sudah mau bangun?”, “Oke daddy tunggu ya”

    Sedangkan istri saya senyum-senyum sembari mengambil foto

    Lucunya, orang yang lalu lalang di sekitar kami seolah menyindir, nyinyir, berbicara sok tahu:

    “Itu anak di tolongin dulu kek..”
    “Duh kasian, minta apa sih? Mainan? Diturutin dong, kok dibiarin gitu sih…”
    “Kejam nih orang, anaknya dibiarin gitu aja, malah di foto-foto pula..”

    …dan semacamnya

    Kami tetap tenang, sambil menunggu anak kami yang berusia hampir 3 tahun ini bangkit sendiri

    Dalam proses ini jangan ada kontak mata dengan si anak, jangan di tinggal, tetap Awasi

    Mengapa…?

    Karena tantrum itu artinya si anak sedang belajar mengendalikan diri, agar dia mampu mengelola emosi

    Menuruti kemauannya tidak akan menyelsaikan masalah, karena menjadi tidak jelas, akan jadi serba salah semuanya

    Ini juga mengajarkan tidak semua yang diinginkannya di dunia bisa teralisasi, juga bukan karena ortunya rezeki itu ada

    Setelah dia bangkit, barulah sejajarkan posisi tubuh dengannya, minta dia mengatakan dengan jelas apa keinginannya

    Untunglah saat itu di gembira loka zoo yang terik, coba kalau di mall, bisa lama adegan seperti ini

    Alhamdulillah dengan penanganan tantrum yang benar, anak kami tidak terlalu sering begini, dia telah belajar bahwa tidak semua keinginannya bisa terwujud saat itu juga, dia belajar untuk mengendalikan emosi, dia sadar bukan begitu caranya meminta sesuatu

    Jadi jika kelak anak Anda tantrum, biarkan saja sambil diawasi, tenangkan saja, sembari tanyakan apakah sudah mau menyelsaikan rengekannya

    Mau yang lebih cepat lagi penyelsaiannya, Anda ikutan gulung2 di lantai, jamin si anak batal tantrum…hehehe…serius lho ini, kalau Anda cukup punya mental boleh saja lakukan yang ini.

    Netizen yang melihat postingan itupun mengungkapkan rasa setujunya.

    Banyak yang berbagi kisah melakukan hal yang serupa, karena menganggap hal itu cara paling tepat.

    Rikky Yoelanda Putra: Saya dulu pernah ikutan nangis2 sama gulung2… Emang bener kok, berhenti seketika, tapi emang yang urat malunya udah putus aja yang berani, kebetulan urat malu saya lagi ketinggalan di kulkas dulu

    Ganefi Suherlin: Hahaha jadi inget waktu anak2 kecil dulu…Kalo anak nangis ga brenti2, sayanya teriak dan ikut nangis… eh si anak brenti nangisnya sambil ngeliatin mamanya dengan ekspresi bingung…

    Amalia Rizka: Anak sy banget ini pak pas 3th juga pernah tantrum di mall sampe teriak histeris diliatin pengunjung, satpam, tapi biarlah krn menuruti mau nya bukan penyelesaian dan Alhamdulillah skr dia lebih faham untuk minta sesuatu dng cara yang baik

    Dwi Agustina: Sering sy lakukan ini pd anak sy. Kadang lucu liat’y kalo gulung”d’tempat keras dia naruh kepala+badan’y pelan”,kalo pas d’rumah gulung”y cari d’kasur..

    Uchie Zillguinds: Baru kemarin saya ribut ma org yg nanggapin hal seperti ini berlebihan.. Dengan nada kasar dan arogannya seolah olah dy menganggap saya ortu yg gk becus ngurus anak.. Sontak saya emosi membludak dan maki2 tuh org.. Sak karepee waee.

    Jika kamu, bagaimana ketika menghadapi anak yang senang merajuk? Setujukah dengna cara ayah yang satu ini?