Blog

  • Batal Menikah Karena Camer Matre

    Batal Menikah Karena Camer Matre

    Sebuah pernikahan memang harus dilandasi dengan perasaan saling cinta satu sama lain. Terlebih itu juga harus dilandasai dengan adanya restu dari orangtua dan juga keluarga. Namun, jika alasan tidak direstuinya sebuah pernikahan adalah hanya karena status, kekayaan, atau fisik. Rasanya kurang pas untuk bisa dijadikan alasan tidak direstuinya sebuah pernikahan.

    Meski begitu, di zaman yang sudah modern ini nyatanya masih ada saja kelakuan orangtua yang seperti itu. Lebih tepatnya sih disebut matre, karena jika calon menantunya tidak kaya dan berada, orangtua tidak akan mengizinkan anaknya untuk menikah dengan calon pilihan hatinya.

    Kisah inilah yang menimpa seorang perempuan ini yang harus batal menikah hanya karena calon mertuanya matre.

    Nama Tika Romauli Siregar mendadak viral di media sosial terutama di Sumatera Utara sejak Kamis (5/10/2019).

    Nama Tika viral setelah memosting kisah sedihnya di facebook, batal menikahi kekasihnya Windra Samuel Simangunsong, akibat calon mertuanya matre.

    Padahal pasangan kekasih ini sudah mengikat janji pranikah atau bertunangan (martuppol) di gereja disaksikan pendeta.

    Tika memilih membatalkan pernikahan tersinggung dengan perkataannya calon ibu mertuanya, yang dianggapnya telah menghina dirinya dan keluarganya.

    Curahan hati (curhat) Tika itu ditulisnya di dinding Facebook (FB) nya, Kamis  (5/10/2017) .

    Dia juga mengupload beberapa fotonya saat martuppol, termasuk foto saat keduanya menandatangani janji pranikah di gereja, di hadapan pendeta.

    Selain itu, dia mengupload screenshoot pembicaraannya dengan si calon ibu mertua.  Screenshoot percakapan antara Tika dan calon mertuanya ini pun mengundang kegeraman netizen.

    Ketersinggungan Tika berawal dari pembahasan soal pakaian yang dikenakannya saat acara bertunangan. Dalam chatingan tersebut calon mertua menilai pakaian yang ia kenakan  dan dianggap tak layak untuk digunakan dalam acara seperti itu.

    Calon mertua juga menyinggung perhiasan emas yang ia gunakan dalam acara. Perhiasan itu dinilai terlalu kecil dan setara tipisnya daun Serai. Padahal katanya putri kesayangan  umpat  calon mertua. Kalau putri kesayangan masa perhiasannya setipis daun sangge-sangge (Serai) protes calon mertua.

    “Sempat berharap kisah ini akan berakhir bahagia, tapi Tuhan berkehendak lain. Biarlah melalui semua ini aku semakin dewasa dlm memilih pasangan hidup.

    Seharusnya aku menyebar undangan, bagi teman, sahabat, saudara yg bertanya tanya kenapa undangan tidak kunjung disebar, inilah penyebabnya, Saya dituduh, diancam, dan dihina 2hr stlh hari martuppol (marhata sinamot) oleh Mantan Calon Mertua Saya, dan tidak ada pertanggungjawaban dari Mantan Calon Pengantin Pria Saya.
    Aku bersyukur kpd Tuhan atas semua ini boleh terjadi di hidup ku….

    teman teman, aku gak sedih loh… aku bahagia dg semua ni… kebayang deh klo aku jd nikah???
    kan ngeerriii bok!” 

    Demikian ia menuliskan kisahnya bersama unggahan foto pertunangan dan screenshoot chatnya dengan calon mertua.

    Berbagai komentar dan tanggapan pun muncul dari netizen. baik yang menyampaikan dukungan agar Tika bersabar dan banyak pula yang menghujat calon meruanya.

    Namun Tika akhirnya mencabut postinganya sehingga netizen bertanya-tanya.

    ”Kita gak tahu kenapa kaka Tika Romauli siregar akhirnya hapus postan Dia apa karena ancaman namboru itu atau Karena namboru itu sudah minta maaf. Tapi ya sudahlah hari ini sejarah telah diukir,” tulis seorang facebooker di atas postingan Tika sebelumnya sudah beredar luas di media sosial.

    Banyak yang bersimpati ada juga yang nyinyir tentunya.

    Hingga Minggu (8/10/2017) pukul 14.00, postingan ini sudah dibagikan 934 kali dan dikomentari 2.847 netizen.

    Hampir semuanya memberikan empati pada Tika. Namun ada satu netizen yang nekat menghujat Tika.

    Namanya Grace Sihite. Bahkan ia juga memosting ulang foto yang diposting Tika di akun facebooknya dengan caption berbeda.

    ”MALO NAI HO (Pintar sekali kau) Tika Romauli Siregar MARSANDIWARA (bersandiwara).
    PEEHHHH!!!!!!!!!!,”tulisnya.

    Spontan saja postingan Grace di kolom komentar Tika di akunnya panen hujatan dan bully.

    Namun Grace yang mengaku memanggil namboru pada Sumihar Simanjuntak, calon ibu mertua tidak peduli.

    Bahkan dengan garang Grace menyebut Tika bersandiwara dan menyebut Tika membatalkan pernikahan dengan Windra akibat masalah rumah yang disempat disebutkan dalam percakapan Whatsapp yang sudah tersebar.

    Tentu netizen lain mengejar agar Grace memaparkan bukti ucapannya.

    Namun Grace berdalih gak ada untungnya memberikan klarifikasi.

    Setelah itu dengan garang Grace meminta netizen jangan urusi masalah keluarganya.

    Sikap nyinyir ini menimbulkan kecurigaan netizen,  Grace ingin tenar.

    Setelah postingan Grace yang sebut Tika bersandiwara panen hujatan, dia memosting tiga unggahan.

    Yakni: ”DIAM KALIAN SEMUA. URUS KELUARGA KALIAN. KELUARGA KALIAN SAJA BELUM TENTU BERES.”

    ”JIKA KU JELASKAN, APA UNTUNGNYA BAGI KALIAN? KELUARGA KALIANLAH KALIAN URUS.”

    ”GA MALU KALIAN CAMPURI URUSAN ORANG LAIN. SEMENTARA KELUARGA KALIAN BELUM TENTU BAIK BAIK. HARUSNYA KALIAN ITU BISA BERKACA DIRI, SUDAH SEPERTI APA KELUARGA KALIAN? SUDAHKAH SEMPURNA? JIKA SUDAH SEMPURNA BARU KALIAN BISA NGE-JUDGE ORANG LAIN. TANPA KALIAN SADARI, SEBENARNYA KALIAN ADALAH ORANG-ORANG YANG SUSAH YANG SENANG MELIHAT ORANG ORANG LAIN SUSAH. ITULAH GOBLOKNYA KALIAN PARA PEMBULLY ITU.”

    Entah siapa yang benar dan yang salah, Intinya masa lalu biarlah berlalu. Terlepas dari masalah gagalnya pernikahan tersebut karena apa ya sudah mungkin memang belum jodohnya.

  • Foto Mesra Remaja Di KRL. Aneh, Tangan Si Cowok Dimana ya?

    Foto Mesra Remaja Di KRL. Aneh, Tangan Si Cowok Dimana ya?

    Pergaulan bebas yang banyak dilakukan oleh pasangan remaja memang sudah teramat mengkahwatirkan. Bahkan saat ini tanpa pandang situasi dan lokasi, mereka bisa saja berbuat hal-hal yang di luar batas tanpa takut akan ketahuan atau terpergok orang lain.

    Sudah banyak pasangan remaja terpergok berbuat mesum di tempat umum. Namun rasanya hal tersebut belum menjadikan mereka jera dan malah justru semakin parah.

    Potret tersebut lah yang sangat membuat miris para orangtua. Apakah mungkin kebiasaan tersebut tidak bisa dihilangkan?

    Entah apa yang ada dipikirkan para warganet saat melihat foto sepasang remaja ini, netizen salah fokus mencari tangan kanan si cowok, hmm lagi ngapain ya?

    Kehidupan ibukota memang keras, meski pekerjaan tergolong sama dengan di kota-kota lainnya, namun jarak tempuhlah yang terkadang membedakan.

    Macet merupakan salah satu hal yang paling dibenci masyarakat ibukota selain banjir.

    Tak jarang seseorang harus berangkat sebelum matahari terbit karena tak ingin dihadang macet.

    Demi menghindari macet di jalan, banyak pekerja yang memilih memanfaatkan transpotasi umum seperti kereta api.

    KRL Commuterline salah satu transportasi andalan warga ibukota.

    Well, meski masuk ke dalam sana tetap butuh perjuangan juga.

    Karena berangkat terlalu awal, atau karena kelelahan yang teramat sangat, tak jarang para penumpang KRL ini tertidur selama perjalanan.

    Namun agaknya, jangan sampai kejadiannya seperti foto mesra sepasang remaja ini.

    Warganet dibuat mikir kemana-mana saat melihat sepasang remaja cowok dan cewek ini.

    Sekilas sih nggak ada apa-apa, tapi netizen mulai penasaran karena tangan kanan si cowok “menghilang”.

    Alhasil netizen dibuat menebak-nebak, dimana tangan kanan si cowok.

    Dari foto ini dibagikan oleh Hendri Fcim di grup INFO JABODETABEK TERKINI.

    “Pagi hari nemu kayak begian di KRL Commuter Line Bogor – Jakarta

    “Inilah alasannya kenapa cewek itu butuh bahu cowok untuk di jadikan tempat bersandar”

    Yang teliti ya lihat foto nya”

    infoteratas.com

    Hilangnya tangan kanan si cowok ini menjadi bahan perbincangan netter di kolom komentar.

    Fitriie Lophee Olshopping, “Tangan kanan nya nyeliiiiip…dasar anak bau kencur…”

    EQ, “Wuih… tangannnya hilang”

    Sukamto, “Tanganya ilang satu…”

    Hari Darmawan, “Ini nih yg bikin anjlok keknya, gue jd ketahan dimanggarai”

    Eem Aluy, “Ngantuk beneran xnya? Apa saking menikmati sesuatu, wk wk wk, ,yg ngerayap d dlm bjunya.”

    Banyak sekali warganet yang berkomentar tentang foto tersebut. Jika benar ada sesuatu di balik foto tersebut, wah berarti benar dong dugaan warganet.

    Jika kamu termasuk anak muda yang pasti sedang dilanda kasus percintaan dengan lawan jenis kamu. Jangan sampai kamu melakukan pergaulan bebas, karena banyak dampak negatif melakukan pergaulan bebas tersebut.

    Berdosa

    Ya, semua manusia yang ada di dunia tidak luput dari dosa. Terlebih bagi mereka yang menjadi pelaku pergaulan bebas, dimana banyak sekali norma agama yang mereka langgar.

    Sedangkan norma agama akan dipertanggungjawabkan langsung pada Tuhan.

    Hamil di Luar Nikah

    Dengan dalih kenikmatan dan kesenangan hingga penasaran, para pelaku pergaulan bebas tidak lagi memikirkan efek negatif yang mungkin ditimbulkan dari perbuatan mereka.

    Bukan rahasia umum lagi, jika lagi – lagi wanitalah yang menjadi korban. Seringkali dijumpai banyak kasus hamil di luar nikah yang terjadi di kalangan remaja akibat pergaulan bebas.

    Minimnya pengetahuan agama, serta wawasan mengenai seksologi menjadikan mereka pendek akal. Sangat miris bukan?

    Hamil di luar nikah akan membuat kamu dan keluargamu menanggung malu yang sangat besar dan akan menjadi aib selamanya.

    Broken Home (keluarga berantakan)

    Orang-orang yang melakukan pergaulan bebas biasanya selalu diliputi rasa cemas. Rasa cemas ini sebenarnya berasal dari ketakutan dirinya karena telah melakukan perbuata-perbuatan yang tidak baik.

    Maka dari itu, hubungan dengan kelurga dan kerabatnya sudah bukan prioritasnya lagi, sehingga membuat ia cuek, jenuh dan berusaha menjauh karena takut.

    Hal ini akan berakibat pada broken home, sebab di satu sisi keluarga ingin terus memperhatikan sang remaja, sedangkan dia ingin selalu menjauh dan menghindar.

    Nah itu tadi tiga hal paling berbahaya yang akan kamu alami ketika memutuskan untuk melakukan pergaulan bebas. Jadi, jangan pernah dicoba dan bentengi diri dengan agama yang baik.

     

  • Ular Piton vs Robet Nababan Mendunia

    Ular Piton vs Robet Nababan Mendunia

    Di daerah-daerah pedalaman Indonesia memang masih banyak hidup hewan-hewan liar, seperti ular piton dalam ukuran besar atau buaya muara yang besar dan hidup berdampingan dengan penduduk sekitar.

    Namun setelah beberapa waktu yang lalu sempat tersiar adanya kabar ular piton dan buaya yang memangsa manusia. Rasanya hewan-hewan tersebut sudah mulai dirasa mengkhawatirkan dan mengancam kehidupan manusia.

    Hal inilah yang memicu penangkapan hewan-hewan tersebut ketika sudah mulai memasuki kawasan pemukiman penduduk karena dikhawatirkan akan membahayakan penduduk sekitar.

    Baru-baru ini tersiar berita tentang penyerangan yang dilakukan oleh seekor ular piton berukuran besar kepada seorang warga di daerah Pekanbaru, Riau.

    Hebohnya soal ular piton yang menyerang Robert Nababan di Desa Belimbing, Kecamatan Batang Gansal, Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu), Pekanbaru, Sabtu (30/9/2017) malam lalu, ternyata bukan hanya menggemparkan media di Indonesia.

    Kehobohan berita ini ternyata sampai ke luar negeri, salah satunya di negeri Tiongkok.

    Media online China, CGTN.com yang berbahasa inggirs itu, bahkan menerbitkan peristiwa ular piton versus Robert Nababan ini jadi berita utama.

    Media online China itu memberi judul: “Man wins epic battle against with 7.8m-long python” (Manusia Memenangkan Pertempuran Epik Melawan Piton Sepanjang 7,8 Meter

    Sejak diterbitkan media CGTN tersebut, sudah ribuan netizen luar negeri membagikannya.

    Sebagaimana publik tahu, Robet Nababan (37), warga  Desa Belimbing, Kecamatan Batang Gansal, Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) memenangkan pertarungan melawan ular piton raksasa pada Sabtu (30/9/2017) lalu.

    Namun, ayah dua anak itu harus terbaring lemah di ruang instalasi rawat inap (Irna) Bedah Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Indrasari Pematang Rebah, Kecamatan Rengat Barat, Inhu.

    Akibat gigitan ular yang dialami oleh Robet Nababan lengan kirinya harus mengalami operasi.

    Robet adalah seorang sekuriti di perkebunan sawit. Ia sedang dirawat RSUD Indrasari Pematang Reba, Indragiri Hulu, Riau, dalam kondisi tidak sadarkan diri.

    Risdawaty Nababan, keluarga korban, sempat  memosting kondisi terkini korban dan ular piton yang akhirnya berhasil ditangkap warga.

    Menurut keterangan Robet, kejadian itu dialaminya ketika dirinya pulang kerja dari PT SSK.

    “Saya pulang dan melihat ular melintas di Jalan Sungai Akar, kemudian saya memberhentikan sepeda motor saya dan kemudian mendekati ular itu,” katanya sambil ditemani istrinya dan seorang anaknya, Senin (2/9/2017).

    Kata Robet, di lokasi tersebut juga ada dua orang di jalan lintas Sungai Akar itu yang juga menunggu ular tersebut melintasi jalan tersebut, Sabtu (30/9/2017) malam sekitar pukul 21.00 WIB.

    Namun, hanya Robet yang berani mendekat. Saat itu, ular tiba-tiba menyerang dan menggigit lengan kiri Robet hingga mengakibatkan tangannya robek.

    Robet harus bergelut dan berusaha melepaskan diri dari gigitan ular. Setelah terlepas, Robet langsung dibawa ke RSUD Indrasari Rengat untuk mendapatkan perawatan.

    Hingga kini Robet masih menjalani perawatan intensif dan membutuhkan darah, pasalnya Robet dikabarkan kehabisan banyak darah karena luka itu.

    Melalui penuturan langsung, Risdawaty mengatakan korban digigit ular piton sepanjang tujuh meter yang tiba-tiba muncul ke jalan di Parbatuan, Desa Sungai Akar, Inhu, Sabtu malam.

    Dalam perbincangannya dengan beberapa teman di facebook, disebut ular piton ini panjangnya tujuh meter.

    Setelah berhasil dilumpuhkan warga ular ini dipajang dan dijadikan bahan permainan anak-anak. Karena panjangnya, badan ular piton ini mirip batang pohon yang dinaiki anak-anak

    Ternyata ini bukanlah kali pertama Robert menangkap ular. Karena sekitar sebulan yang lalu dia juga pernah menangkap ular dengan jenis berbeda.

    Sesuai dengan penuturan istri Robet, Ristanauli Boru Manalu kepada awak media, sebulan lalu Robet baru saja menangkap ular kendang.

    “Ular itu masih disimpan di dalam rumah disimpan di dalam karung,” kata Ristanauli.

    Oleh karena itu, Ristanauli tidak menyangka kejadian naas itu dialami oleh suaminya.

    Memang menurut Ristanauli, selama berurusan dengan ular belum pernah Robet menangkap yang sebesar ular yang melukainya itu.

    Nah, jika begitu kamu wajib berhati-hati ya ketika melihat ular melintas. Lebih baik menghindar dan jangan mendekat, karena kita tidak tahu apakah ular tersebut akan berbahaya atau tidak. Setiap hewan buas dan liar pasti punya insting untuk berburu, jangan sampai kita yang jadi buruannya. Tetap waspada dan hati-hati.

     

  • Pengakuan Mengagetkan Eks Cakrabirawa Yang Masih Hidup Menyasar G30S/ PKI

    Pengakuan Mengagetkan Eks Cakrabirawa Yang Masih Hidup Menyasar G30S/ PKI

    Peristiwa G30S/PKI memang masih teringat jelas di memori bangsa Indonesia. Kekejaman dan pertumpahan darah yang dulu terjadi membuat orang sangat sulit melupakan peristiwa berdarah kala itu. Bahkan beberapa waktu yang lalu sempat heboh adanya film G30S/PKI yang beredar.

    Ternyata masih ada beberapa orang yang mengalami peristiwa G30S/PKI yang masih hidup hingga kini. Cerita demi ceritanya pun beredar dan tersebar di media sosial.

    Sebuah video di YouTube menjadi viral. Pengakuan-pengakuan eks Cakrabirawa mengungkap tentang aksi yang dilakukan, Selasa (3/10/2017).

    Sebuah video diunggah kanal dengan nama Sekilas Kabar Viral kanal ini mengunggah sebuah film dokumenter pelajar Purbalingga yang berhasil meraih dua penghargaan prestisius.

    Film berjudul ‘Kami Hanya Menjalankan Perintah, Jenderal!’ garapan Gerilya Pak Dirman Film dengan Sutradara Ilman Nafai menyabet predikat Film Terbaik dokumenter SMA FFP 2016 pada Festival Film Pelajar Jogja 2016.

    Selain itu film ini bahkan menyabet Film Terbaik kategori Apresiasi Film Dokumenter Pelajar/Mahasiswa Apresiasi Film Indonesia (AFI) 2016.

    Penghargaan tersebut diserahterimakan di Grand Kawanua Convention Centre, Manado, Sulawesi Utara.

    Oleh kanal Sekilas kabar Viral cuplikan film tersebut diunggah ke YouTube pada Minggu (1/10/2017).

    Hingga berita ini diunggah sudah ditonton sebanyak 206.873 kali dan trending YouTube #4.

    Pada cuplikan film dokumenter tersebut ada tiga prajurit eks Cakrabirawa Pasukan Pengawal Presiden Sukarno saat itu.

    Sulemi, Iskak dan Masruri.

    Sulemi merupakan prajurit yang saat itu bertugas untuk menjemput Jenderal AH Nasution sedangkan Masruri bertugas menjemput Jenderal Suprapto.

    Pengakuan mereka saat itu doktrin Cakrabirawa menyatakan kalau prajurit dilarang untuk melawan perintah atasan.

    Apapun perintah atasan harus dilakukan.

    Sulemi yang saat itu mendapatkan perintah untuk menjemput Jenderal AH Nasution.

    Saat itu isu berembus kalau tanggal 5 Oktober akan ada pertemuan dewan jenderal untuk mengadakan kup pada Presiden Sukarno.

    “Ya karena memang betul pada waktu itu ada informasi akan ada kup dari dewan jenderal ke pimpinan besar revolusi Bung Karno, sehingga perlu diadakan pencegahan.”

    “Jadi kami selaku prajurit diperintahkan oleh atasan, doktrinnya tidak ada seorang prajurit yang diperintahkan atasannya bilang tidak mau semua perintah atasannya harus dilaksanakan, untuk mengambil dewan jenderal agar supaya menghadap ke Bung Karno ke istana,” ujar Sulemi seperti dikutip dari video film dokumenter tersebut.

    Ia kemudian bercerita kalau saat menjemput, Jenderal AH Nasution lari loncat dari jendela.

    “Berarti apa yang mau dilakukan Pak Nas itu menurut para pengertian para prajurit ya benar mereka membangkang perintah padahal Bung karno itu panglima tertinggi.”

    “Kenapa anak buahnya sebagai seorang jenderal dipanggil panglima tertinggi dipanggil tidak mau datang malah lari.”

    “Bukan salah dari pasukan Cakrabirawa mestinya para jenderal tahu bahwa seorang prajurit mendapat tugas harus dihadapi tapi setelah diketuk pintu justru dikunci lebih kuat,” imbuhnya.

    “Akhirnya oleh teman saya yang sekarang sudah dieksekusi, dihukum mati, itu pintunya ditembak.”

    “Penembakan pintu itu barangkali menurut perhitungan logika kita peluru ini nyasar anaknya
    jadi bukan semata-mata anaknya ditembak, itu gendeng apa.”

    “Sampai di Lubang Buaya tak ada Cakrabirawa memegang semua di tangan Angkatan Udara,” jelas Sulemi.

    Sulemi juga cerita bagaimana ia disiksa hingga banyak tulang yang patah.

    Ia cerita semua hal apapun tentang yang dilakukan terkait tugasnya saat penjemputan, tapi Sulemi kukuh tak mau mengaku kalau terlibat komunis.

    Ia bahkan menyatakan sampai mati tak akan mau mengaku karena memang tak tahu soal komunis ia hanya menjalankan perintah.

    Cerita tentang Soeharto

    Sementara itu Iskak cerita tentang bagaimana ia dijemput Letkol Untung yang saat itu akan menemui Soeharto dan bagaimana kesetiaannya pada Sukarno.

    “Saya loyal dengan Sukarno pemimpin besar revolusi, itu tugas kita ya tugas untuk Sukarno.”

    “Tahu-tahu di asrama saya diambil oleh Untung (Letkol Untung) jam 10 malem. Saya supaya membawa senjata dua pistol jung satu,” kata Iskak.

    Ia kemudian dibawa ke rumah sakit untuk menemui Soeharto.

    Saat itu Tommy Soeharto tersiram sup panas sehingga dibawa ke rumah sakit.

    “Latif dan Untung laporan besok ada ini ini begini begini kudeta tapi pak Harto diam saja,” imbuhnya.

    Setelah penjemputan Iskak juga mengaku baru tahu kalau yang diculik para jenderal dan saat itu ia mengomandoi sopir truk-truk untuk kembali ke Halim.

    Iskak juga cerita bagaimana penderitaannya selama 13 tahun di penjara.

    Selama 8 tahun ia hanya makan jagung yang disebar, tak diberi minum.

    Hingga 8 tahun kemudian saat ada sidak PBB Iskak baru bisa makan nasi.

    Sementara itu Masruri yang mendapat tugas menjemput Jenderal Suparpto bercerita bagaimana kondisi masa tuanya menyedihkan.

    Ia terkena stroke dan menikah dengan janda yang kini setia menemaninya.

    Sungguh menyedihkan ya guys jika melihat para pejuang yang masih hidup hingga kini harus hidup dengan penuh kemiskinan, padahal dulunya beliau memperjuangkan Indonesia dengan mati-matian. Semoga saja ada bantuan dari pemerintah untuk para pejuang-pejuang kita yang masih hidup hingga kini.

  • Bule Terjatuh Di Gorong-Gorong Dago

    Bule Terjatuh Di Gorong-Gorong Dago

    Ketika berjalan tanpa hati-hati kita bisa saja terjatuh, terpeleset, atau mengalami hal-hal lucu lainnya. Tnetu hal ini kadang membuat orang yang mengalaminya sampai malu dibuatnya. Namun, tidak menutup kemungkinan juga jika orang yang dengan sangat fokus terjamin keamanannya dan tidak bisa mengalami hal serupa. Karena kembali lagi takdir tidak ada yang tahu kan?

    Jika kamu sedang berjalan di sebuah tempat dan tiba-tiba terjatuh ke dalam sebuah lubang, gorong-gorong misalnya. Pasti malu dong ya dilihat orang di sekitar kamu?

    Inilah yang mungkin tengah dirasakan seorang bule wanita yang tanpa sengaja terperosok ke dalam gorong-gorong di daerah Dago.

    Dengan spontan orang-orang di sekitar pasti langsung mencoba untuk membantu. Simak kisahnya.

    Malang nasib Marion (51) turis asal belanda yang sedang berlibur bersama suaminya Herman di Bandung. Ia terperosok ke dalam lubang gorong-gorong di Jalan Dago.

    Potret menyedihkan tersebut menjadi buah bibir di media sosial Facebook. Berita itu diunggah oleh akun bernama Sazkia Rosseina Gaziscania dan menautkan langsung kepada Wali Kota Bandung Ridwan Kamil.

    Sazki menceritakan dia menemukan turis yang terperosok ke dalam trotoar Selasa (3/9/2017).

    “Hai Kang Ridwan Kamil, selamat ulang tahun ya. Semoga sehat selalu. Anyway, kali aja ada waktu untuk baca cerita saya semalam. Foto ini diambil seizin Herman dan Marion, dua turis asal Belanda yang sedang berlibur di Bandung, Indonesia. Kebetulan saya baru pulang naik motor berdua si adik, dan mendengar ada suara rintihan minta tolong di trotoar seberang pom bensin Dago, tepatnya di nomor 399. Tadinya mau cuek karena kami dalam kondisi kehujanan dan membawa cucian. Tapi hati berkata lain, adik saya ngerem, saya pun berujar ‘lihat dulu yuk, siapa tau butuh pertolongan’dan ternyata Marion, usia 51 tahun, terjeblos di trotoar yg bolong. Katanya kakinya patah, sehingga ia tidak bisa berdiri. Ada suaminya, Herman yg terlihat panik. Saya sendiri tidak berani melihat lukanya. Ada seorang anak SMA yg membantu penerangan dengan senter dari HPnya,” tulis Sazki, Rabu (4/9/2017).

    Singkat cerita, Marion dibawa ke RS Borromeus. Rencananya Marion akan dioperasi karena kakinya patah. “Saya menghubungi 119 dan mengatakan kalau bantuan PMI sudah datang duluan dan saya ikut menemani Herman dan Marion hingga sampai ke UGD RS Borromeus. Setelah dirontgen, terlihatlah patah tulang kaki kiri 2 ruas dan 3 rusuk kanannya. Marion akan menjalani operasi besok, dan sudah mendapatkan penanganan di RS Borromeus,” jelas Sazki.

    Atas peristiwa tersebut, Sazki menyayangkan rusaknya trotoar Jalan Dago hingga memakan korban.

    “Teman-teman yg suka jalan kaki, hati-hati ya semuanya. Dalam keadaan jalan yg gelap, kita suka nggak awas dengan kondisi trotoar yang ternyata bisa membahayakan. Kalau sampai jatuh begini, fatal sekali akibatnya, bisa sampai patah tulang. Semoga kita semua dalam keadaan sehat, dan PU segera memperbaiki yang rusak-rusak,” tulisnya.

    Sazki melengkapi ceritanya dengan foto. Terlihat Herman memeluk istrinya Marion yang terperosok ke gorong-gorong. Ada juga foto yang menunjukkan Marion sudah dibawa menggunakan Ambulans PMI.

    Jika kamu sering melewati jalan yang berlubang, menggunakan kendaraan pribadi. Sebaiknya Anda juga harus berhati-hati agar tidak terperosok seperti sang bule tadi ya guys. 

    1. Hal pertama yang harus diperhatikan adalah menjaga jarak yang aman dengan kendaraan lainnya

    Selain untuk mengantisipasi bila harus ngerem mendadak pengendara tidak akan menabrak kendaraan di depannya, jarak aman kendaraan juga membantu dalam melihat atau menghindari lubang.  Kemudian, jika memungkinkan pengendara dapat memilih rute yang aman dan bebas macet. Rute dengan kondisi jalan rusak parah dan sering macet akan menyulitkan pergerakan dalam menghindari lubang. Kondisi ini dapat menambah tingkat stress saat berkendara dan mengganggu konsentrasi perjalanan. Jalan alternatif perlu dipilih agar dapat meminimalisir gangguan lubang di jalan.

    2. Segera Kurangi Kecepatan saat Melihat Lubang di Jalan

    Khusus untuk pengendara roda dua, jika sudah hafal dengan lokasi lubang dijalan yang biasa dilalui, mempersiapkan untuk memindah jalur dari kejauhan dapat dilakukan dengan tetap waspada jika ada lubang-lubang lain yang belum pernah dilihat.  Saat melihat lubang mendadak, pengendara sebaiknya mengurangi kecepatan dengan melepas gas dan mengerem, jangan tiba-tiba berbelok tanpa melihat spion. Saat mengerem, perhatikan baik-baik sisi spion semaksimal mungkin, ketika tidak ada mobil atau motor di belakang pengendara,  membelokkan arah pun dapat dilakukan. Jika ada kendaraan lain yang jaraknya cukup aman, pengendara dapat menghidupkan lampu sein. Namun, apabila keduanya tidak memungkinkan, pengendara dapat mengerem motor sampai berhenti menunggu kendaraan lewat sambil memberi sinyal dengan lampu sein.

    3. Pegang Kemudi dengan Kuat

    Jika mengerem tidak dapat juga dilakukan karena satu dan lain hal, pengendara harus melindas lubang tersebut. Sebelum melindas lubang, perkirakan dalam dan besar lubang terlebih dahulu. Pegang stang motor dengan kuat dan pengendara dapat melewati lubang sambil berdiri pada porstep depan untuk menghindari guncangan yang berlebihan. Guncangan yang berlebihan dapat menyebabkan pusing dan mata berkunang-kunang. Oleh karena itu, sebaiknya cara terakhir ini diminimalisir sebisa mungkin.

    Tips di atas bisa kamu gunakan ketika kamu melintasi jalan yang berlubang. Tetap hati-hati tentunya ya.