Blog

  • Pemotor Boncengan Tiga Bawa Jenazah Dikejar Polisi

    Pemotor Boncengan Tiga Bawa Jenazah Dikejar Polisi

    Memang terkadang masyarakat melakukan hal-hal aneh dan membingungkan pihak kepolisian. Mulai tindakan aneh ketika sedang mengendarai motor atau juga aktivitas-aktivitas lainnya yang dinilai tidak lazim untuk dilakukan. Ujung-ujungnya jika sudah begini, maka polisi harus turun tangan sendiri menyelesaikannya. Tak jarang, para pemotor harus mendapatkan sanksi tilang ketika melakukan aktivitas yang melanggar lalu lintas di jalanan.

    Sebuah kisah unik dari pemotor ini mendadak membuat heboh netizen lantaran benar-benar tak lazim untuk dilakukan oleh orang di jalanan. Terlebih lagi di jalanan umum yang memungkinkan saja orang-orang tak bertanggung jawab merekam atau memotret hal aneh dan unik dan disebarluaskan. Tentu hal ini sangat amat tidak boleh untuk dilakukan.

    Lihat saja tiga pemotor ini! Bukan karena melanggar rambu lalu lintas atau sejenisnya, akan tetapi dua pemotor ini terpaksa harus dikejar oleh polisi lantaran melakukan hal yang tak lazim untuk dilakukan.

    Ya, dua orang pemotor ini kedapatan berboncengan tiga orang di sebuah jalanan hingga membuat polisi ini bergerak untuk mengejar ketiganya. Akan tetapi, rupanya usut punya usut. Motor yang diboncengi oleh tiga orang ini rupanya membawa sesuatu yang bisa dibilang mengerikan. Dua pemotor ini, rupanya membawa serta satu jenazah berboncengan bersamanya.

    Awalnya, jika tidak tahu maka orang akan mengira bahwa motor tersebut diboncengi oleh tiga orang. Namun, ternyata motor tersebut hanya diboncengi oleh dua orang saja dan satu jenazah. Sontak, polisi tersebut langsung menghentikan laju kendaraan pemotor nekat ini.

    Sejumlah petugas Satlantas Polres Tanjung Jabung Timur, Jambi Tengah emncoba untuk melakukan tindakan tegas dengan menilang pelaku yang melintas berboncengan tiga di jalanan.

    Akan tetapi, polisi-polisi ini justru dibuat terkejut dengan fakta yang ada di depannya.

    Menurut akun Facebook Jupran Machyudin, beberapa petugas polisi yang tengah melakukan patroli tersebut akan menindak pengendara motor yang berbonceng tiga. Bahkan sempat terjadi aksi kejar-kejaran.

    Namun saat pengendara motor yang berbonceng tiga itu bisa diberhentikan, petugas justru dibuat merinding dan terkejut. Ternyata, salah satu pembonceng motor itu adalah orang yang telah meninggal.

    Dan menurut salah satu pegendara motor tersebut, mereka buru-buru  untuk membawa mayat laki-laki  paruh baya tersebut menuju rumah duka.

    “Innnalilahi, bapak kenapa enggak stop kami saja tadi? Kami bantu langsung. Tadi mau kami salip. Cuma kami pikir tadi (sedang bawa) orang sakit. Ya, kami  bantu. Kami bantu,” kata salah seorang petugas.

    Menurut sang petugas, dengan menggunakan kendaraan dinas Unit Patroli, almarhum langsung dibawa ke rumah duka yang berjarak sekitar 20 km. Dan disitu juga dijelaskan bahwa peristiwa ini terjadi pada Senin 23 Juli 2018 pukul 11.00 WIB.

    Fakta Sebenarnya dari Insiden Motor Boncengan Tiga Bawa Jenazah Ini

    Rupanya, tak sedikit netizen yang kemudian menyalahkan pihak pemerintah atas kejadian tak mengenakkan tersebut. Namun ternyata, pihak polisi sendiri justru membeberkan fakta sebenarya terkait dengan hal tersebut.

    “Saya lihat banyak yang komen di video tersebut menyalahkan pemerintah. Nah, saya tegaskan itu bukan kesalahan pemerintah,” kata Kasat Lantas Polres Tanjabtim, Jambi, AKP Tezmirizal.

    Ia mengaku kejadian ini berawal saat korban, Madek, 75, yang sebelumnya dari rumah keluarganya di Simpang Kiri meminta antar pulang ke Kuala Jambi yang jaraknya kurang lebih 60 kilometer.

    Mereka berangkat menggunakan motor, satu di depan berboncengan dengan korban dan satu lagi di belakang. Saat dalam perjalanan, korban mengeluh sakit perut dan meminta berhenti sebentar untuk kencing.

    Keluarga korban yang melihat korban sudah lemas akhirnya pindah berboncengan tiga untuk mengantar korban ke Kuala Jambi.

    “Saat ini kami sedang patroli melihat dua motor yang satu membawa korban melaju sangat kencang,” terangnya.

    Melihat hal tersebut, pihaknya sudah mengetahui jika pengendara tersebut membawa orang sakit dan mengira akan dibawa ke Rumah Sakit atau puskesmas.

    Pihaknya pun melanjutkan patroli dan menyetop mobil sawit karena bermuatan lebih.

    Kemudian, salah satu pengendara langsung menghampirinya untuk meminta tolong diantarkan karena keluarganya meninggal di jalan.

    Berdasarkan keterangan dari keluarga korban bahwa motor yang ditumpangi korban mengalami rusak, sehingga harus meminta bantuan polisi yang sedang patroli di Jalan Petro, Jambi.

    “Jadi korban ini meninggal dijalan. Dan keluarganya langsung memutar balik ke arah Simpang Kiri. Tapi, karena motor rusak sehingga meminta bantuan polisi,” ujarnya.

    Artinya, korban ini belum sempat dibawa di rumah sakit dan murni meninggal dijalan. Jadi tidak ada kesalahan dari pemerintah.

    “Mungkin kalau meninggalnya dari rumah sakit tentu akan dibawa pakai ambulan. Tapi, ini meninggalnya di jalan,” tutupnya.

  • Setelah Fatin, Kini Giliran Anji Angkat Bicara Terkait Video Kontestan KDI Diusir

    Setelah Fatin, Kini Giliran Anji Angkat Bicara Terkait Video Kontestan KDI Diusir

    Beberapa waktu ini, sempat berita ajang audisi KDI menjadi viral di berbagai pemberitaan. Tak hanya di pemberitaan online saja, melainkan juga di pemberitaan media cetak, dan juga media elektronik lainnya berita ini menjadi sangat ramai diperbincangkan oleh publik.

    Pasalnya, kejadian pengusiran juri terhadap salah seorang kontestan audisi asal Bau-Bau ini memang cukup mengejutkan. Tak hanya netizen saja yang menilai buruk kejadian tersebut, melainkan sejumlah artis juga turut menilai buruk akan insiden pengusiran tersebut.

    Sebelumnya, diketahui bahwa penyanyi jebolan X-Factor Fatin Shidqia Lubis juga turut berkomentar terkait dengan video pengusiran tersebut. Ia menuturkan, bahwa kejadian tersebut seharusnya tidak terjadi, jika hanya berdasarkan penampilan yang tidak dandan, rapi, atau menarik. Karena sebelumnya, Fatin sempat juga mengikuti audisi dan hanya mengenakan seragam SMA saja. Namun, dirinya justru lolos dan bisa menjadi pemenang dari ajang pencarian bakat tersebut.

    Usai Fatin berkomentar, tak berselang lama penyanyi berbakat Anji turut memberikan komentar terkait hal tersebut.

    Anji sendiri memilih menyampaikan komentarnya melalui akun channel Youtube pribadinya. Video tersebut berjudul ‘”SETTINGAN/BUKAN? | Feat. Iis Dahlia | PERHATIKAN MENIT 3:00 – 5:00″.

    Awalnya, ketika melihat video tersebut, Anji merasa heran dengan sikap Iis Dahlia, satu dari beberapa juri dalam ajang pencarian bakat Kontes Dangdut Indonesia (KDI) itu.

    “Saya juga berpikir kenapa mbak Iis Dahlia begini, ya? Kenapa dia bisa mengeluarkan kalimat-kalimat seperti itu pada si peserta?” kata Anji.

    Namun ketika melihat video yang berdurasi panjangnya, Anji mengatakan bahwa itu merupakan proses yang wajar.

    “Nah, di video yang durasinya panjang, saya melihat bagaimana sebenarnya cerita di balik semua ini. Dari mulai dijutekin, sampai akhirnya di-make over, setelah itu dia bernyanyi dan dikasih kesempatan,” ujar Anji.

    “Ini adalah proses yang oke-oke saja. Karena sebenarnya pesan moralnya adalah kalau kamu mau ikut sebuah ajang pencarian bakat, atau ketika kamu mau tampil di mana pun, kamu harus well-prepared (berpenampilan baik),” tambahnya.

    Dalam video itu, Anji juga sangat menyayangkan dengan tindakan juri yang langsung mengusir peserta tersebut hanya karena penampilannya.

    Anji berpendapat bahwa seharusnya para juri memberikannya kesempatan untuk menunjukkan kemampuan bernyanyinya lebih dahulu.

    “Walau sebenarnya yang sangat saya sayangkan, kalau saja di acara itu peserta boleh bernyanyi dulu. Setelah bernyanyi, lalu dia diminta untuk mengganti pakaiannya dan makeup, itu pasti akan oke,” kata Anji.

    Di akhir videonya, Anji juga menanggapi komentar yang diberikan tiga penyanyi yang berasal dari ajang pencarian bakat seperti Mytha Lestari, Fatin Shidqia, dan Citra Scholastika.

    “Menurut saya, mereka wajar-wajar saja berpendapat seperti itu. Karena mereka berasal dari sebuah ajang pencarian bakat juga. Mereka merasa bahwa ketika dulu di ajang pencarian bakat, mereka tidak diminta seperti itu. Dan mereka diterima karena suaranya,” kata Anji.

    “Perdebatan seperti itu di luar negeri sudah jadi hal yang wajar, ya. Cuma di Indonesia mungkin agak belum diterima dan jadi panas-panasan gitu,” tambahnya.

    Anji juga turut menyoroti pem-bully-an yang dilakukan warganet terhadap Iis Dahlia.

    Ia berpendapat bahwa pem-bully-an itu sangat tidak perlu.

    Penyanyi 38 tahun itu juga menghimbau jika merasa ada sesuatu yang tidak benar, harusnya warganet tidak mem-bully.

    Seperti dengan cara memberikan pendapat secara baik tanpa harus memberikan kata-kata kasar.

    Bagaimana Sih Agar Sukses Audisi?

    Latihan Dengan Benar

    Latihan yang benar adalah bernyanyi dengan tahu waktu, juga tahu tipe suara kita. Pernah bukan, kamu berlatih mengikuti nada si penyanyi asli? Misal latihan, mengikuti Beyonce yang range-nya sangat luas.
    Intinya, berlatihlah dengan benar. Kamu harus tahu, di mana posisi enak dalam bernyanyi. Maksudnya yang berhubungan dengan pita suara. Ketika kita salah menyanyikan lagu, bisa-bisa suara kita yang jadi taruhannya. Bisa serak, batuk, dan hal mengganggu lainnya.
    Siapkan Lagu
    Menyiapkan lagu yang cocok untuk kita, juga beberapa lagu pilihan. Misalkan, kita membawakan dua lagu barat dan dua lagu bahasa Indonesia. Lagu baratnya, yang satu up beat dan yang satu ballate, itu pun juga dengan lagu Indonesia yang akan dibawakan.
    Hal pertama yang dilihat juri, selain kemahiran dalam  menyanyikan lagu, juga sebuah pandangan pertama. Atau kesan pertama, alias press inpression. Kita harus menarik juri dengan kata atau kalimat pertama ketika bernyanyi. Istilahnya, cobalah bernyanyi dengan hati, berikan kharisma terbaikmu.
    Jangan Bawakan Lagu Paling Populer
    Katanya sih, ini juga berpengaruh. Coba kamu pikirkan, bagaimana perasaan juri, jika setiap peserta menyanyikan lagu yang sama terus-menerus. Biasanya, para peserta memilih membawakan lagu yang sudah sangat populer, padahal, kurang baik juga. Tidak ada kesan berarti, kecuali kamu yakin kalau suaramu lebih unik dan bagus dari peserta yang membawakan lagu yang sama sebelumnya.
    Penampilan
    Ibaratnya, kamu ini ingin meminang seseorang. Tentu saja harus berpenampilan sebaik mungkin. Hal ini menambah poin plus. Bisa juga berdandan dengan unik. Biasanya, seseorang yang unik akan dipilih dan dijadikan bahan lelucon. Hehe.
    Nah, sudah tahu kan persiapan apa saja yang harus kamu lakukan? Selamat mengikuti audisi ya.

     

     

     

     

  • Penjelasan Ayah Kandung Terkait Bule Norwegia yang Nikahi Putrinya

    Penjelasan Ayah Kandung Terkait Bule Norwegia yang Nikahi Putrinya

    Pernikahan lintas negara memang akhir-akhir ini menjadi topik perbincangan yang seringkali diperbincangkan. Tak hanya itu, banyak juga pasangan Indonesia-bule yang kemudian memutuskan untuk menikah dan hampir semua kisahnya mendadak viral di jagat dunia maya. Mungkin, agaknya pernikahan lintas negara ini memang membuat banyak orang penasaran sehingga langsung dengan cepatnya menjadi viral dimana-mana.

    Baru-baru ini, pernikahan seorang bule asal Norwegia dan Dara Baro (pegantin wanita) asal Aceh mendadak viral di dunia maya. Pernikahan keduanya begitu ramai diperbincangkan dan membuat geger. Hal ini bermula dari kemunculan sejumlah foto pernikahan keduanya.

    Usai ramai diperbincangkan, kini semua pertanyaan publik pun dijawab melalui ayah kandung Dara Baro (pengantin wanita) asal Aceh ini.

    Syarifuddin Ahmad merupakan warga asal Kecamatan Syamtalira Aron, Aceh Utara. Sementara itu, istrinya diketahui bernama Mulinar Muhammad Amin. Warga Desa Mancang, Kecamatan Samudera, Aceh Utara.

    Keduanya berstatus sebagai perantau di Norwegia sudah selama 20 tahun lamanya.

    Sang ayah, Syarifuddin Ahmad menyatakan bahwa gadis yang dinikahi oleh bule asal Norwegia tersebut benar merupakan putri pertamanya yang bernama Syahira Muliatul Syarifuddin.

    Diketahui, gadis tersebut kini sedang menempuh pendidikan di Norwegia. Sementara itu, linto baro (pengantin pria) yang diketahui bernama Jarrand Haris Prestvik Vandvik yang tak lain merupakan putra pertama dari pasangan Knut Prestvik dan Gerd Inger Bakke, warga Norwegia.

    Rupanya, Jarrand juga merupakan salah seorang mahasiswa di Norwegia.

    Keduanya (Jarrand Haris dan Syahira Muliatul) melangsungkan pesta pernikahan (walimah) secara adat Aceh di kawasan Desa Mancang Kecamatan Samudera, Aceh Utara, Minggu (22/7/2018).

    “Prosesi lamar dan pernikahan berlangsung di Norwegia. Jarand melamar anak saya dengan mahar 30 mayam emas plus uang Rp 30 juta. Proses pernikahan berlangsung secara Islam. Karena Jarrand sudah memeluk agama Islam,” ujar Syarifuddin ayah kandung Syahira.

    Disebutkan, dirinya bersama keluarga dari linto baro (Jarand) sudah sebulan berada di Kecamatan Samudera, Aceh Utara untuk persiapan perkawinan.

    “Jadi kami adakan pesta perkawinan di Aceh, supaya semua saudara dan teman-teman saya dan istri saya dapat hadir untuk bersilaturahmi, karena kami sudah 20 tahun di Norwegia,” ujar ayah tiga anak tersebut.

    Kalau dilangsungkan di Norwegia, kemungkinan banyak anggota keluarga yang tidak bisa hadir karena jauh.

    Ketika ide melaksanakan pesta di Aceh disampaikan kepada pihak keluarga Jarand, mereka menyambut baik.

    “Bahkan mereka menangis saat prosesi tersebut karena terharu dengan ramainya undangan yang hadir,” ujarnya.

    Sebab biasanya, kalau di Norwegia, jumlah undangan yang hadir terbatas dan anak-anak tidak ikut memeriahkan prosesi, seperti halnya di Aceh.

    “Meskipun anak-anak kami lahir di Norwegia, tapi mereka sangat fasih bahasa Aceh, kemudian bahasa Norwegia dan Bahasa Inggris, sehingga tak ada kendala berkomunikasi dengan keluarga di Aceh ketika pesta,” kata Syarifuddin.

    Penjelasan Syarifuddin ini sekaligus menjawab berbagai dugaan dan spekulasi terkait beredarnya foto pernikahan bule Norwegia dan gadis Aceh di media sosial.

    Syarifuddin sendiri memosting 10 foto yang memperlihatkan pernikahan putrinya dengan pemuda Norwegia di akun Instagram miliknya, @syarifuddin3s.

    Ia menandai tempat postingan di Stavanger, Norwegia, 30 April 2018.

    Sebelum Nikahi Bule, Siapkan Mental Dulu

    Banyak masyarakat yang menganggap kalau pernikahan lintas negara berujung pada pemikiran yang negatif dan terkadang itu bisa membuatmu sakit hati ketika mendengarkannya. Apa saja sih pikiran-pikiran negatif itu?

    1. Untuk merubah Keturunan

    Seperti ungkapan di atas, perempuan lokal menikah dengan pria bule sering dianggap sebagai jalan mulus untuk merubah keturunan. Banyak “bibit-bibit” unggul terlahir dari pasangan mix lokal dan bule. Kamu pun kena imbasnya. Meski kamu menikah dengan pasangan bule kamu dikarenakan sama-sama cinta, namun image jelek menikah karena ingin merubah keturunan terus saja melekat. Jika memang anak-anak kamu terlahir dengan wajah yang cantik dan ganteng tentu itu sebuah karunia yang Tuhan berikan. Jadi, abaikan tudingan-tudingan miring itu.

    2. Banyak Duit

    Setiap bertemu dengan teman-teman lama, mereka langsung menodong kamu untuk mentraktir mereka makan dengan alasan karena pria bule pasti banyak duit. Padahal, kamu dan pasangan hidup cukup sederhana. Namun teman-teman kamu tidak pernah percaya kalau pasangan kamu tidak tajir. Karena yang ada dibenak mereka, pria bule pasti memiliki penghasilan yang banyak. Jika kamu bertemu kembali dengan teman-teman lama kamu, ada baiknya kamu langsung berterus terang kalau acara pertemuan tidak ada adegan “menondong” kamu karena kamu punya suami bule.

    3. Dikira Baby Sitter

    Ketika kamu dan pasangan sedang berjalan-jalan ke pusat perbelanjaan bersama buah hati kamu. Banyak mata memandang ke arah kamu dan menganggap kalau kamu adalah baby sitter yang sedang mengasuh anak si pria bule tersebut. Meski kamu sudah menunjukkan signal kalau kamu adalah istri dari pria bule tersebut. Namun, tudingan “baby sitter” terus menghantui hidup kamu sepanjang waktu.

    4. Underestimate

    Bagaimana perasaan kamu ketika hendak makan malam berdua di hotel berbintang, tiba-tiba kamu dicegat security hotel dan dilarang masuk karena dicurigai bukan pasangan resmi pria bule tersebut? Tentu dongkol dan marah bukan? Perlakuan underestimate kerap dialami perempuan-perempuan lokal yang menikah dengan pria bule, karena dianggap bukan istri sah pria bule tersebut. Untuk menangkal underestimate tersebut, kamu cukup menyikapinya dengan wise dan behave lalu berkata, “I am his wife…”

    Jadi, intinya sikapi saja semua tudingan mirip tentang kamu dan suami dan buat orang percaya bahwa kamu dan pasangan baik-baik saja.

     

     

     

  • Video Iis Dahlia Usir Kontestan Audisi KDI, Begini Lho Fakta Jelasnya

    Video Iis Dahlia Usir Kontestan Audisi KDI, Begini Lho Fakta Jelasnya

    Mengikuti sebuah ajang pencarian bakat memang susah-susah gampang bukan? Terkadang sudah tampil semaksimal mungkin, namun takdir belum memperbolehkan untuk lolos audisi dan menuju ke tahap selnajutnya. Tetapi, bagi sebagian orang yang terpenting sudah mencoba tampil semkasimal mungkin, untuk hasilnya tentus sudah dipasrahkan begitu saja pada Tuhan.

    Namun, apa jadinya jika seseorang tampak tak melakukan persiapan apapun ketika datang ke sebuah audisi ajang pencarian bakat? Bisa jadi, apa yang dialami oleh Waode Sofia, kontestan asal Bau-Bau ini bisa saja menimpamu.

    Tapi, pro dan kontra terkait apa yang dialami oleh Waode Sofia ini justru semakin hari semakin panas dan menjadi perbincangan yang cukup hangat di kalangan masyarakat Indonesia.

    Setelah banyak yang mengomentari aksi dalam video pengusiran salah seorang kontestan ajang pencarian bakat KDI. Kini, giliran pihak manajemen KDI lah yang akan bicara terkait dengan beredarnya video tersebut.

    Pada awalnya, gadis asal Bau-Bau ini kedapatan diusir langsung oleh juri sebelum ia sempat tampil membuktikan bakat menyanyinya di hadapan para juri. Salah satu juri yang menjadi sorotan adalah Iis Dahlia. Ya, Iis Dahlia memang sempat melontarkan kata-kata yang kurang enak didengar kepada kontestan tersebut.

    Gadis asal Baubau ini diusir karena alasan pakaian dan dandanannya tidak sesuai standar.

    Endah Hari Utari selaku Programming dan Acquisition Director MNCTV angkat bicara terkait video audisi gadis asal Baubau, Sulawesi Tenggara, Waode Sofia yang viral di media sosial.

    Menurut Endah, video yang menyebar itu bukanlah video utuh. Hal itu menyebabkan timbulnya penilaian negatif terkait komentar para juri terhadap Waode Sofia.

    “Karena kami ingin mereka memang bertanggung jawab melakukan, kalau dilihat secara konteksnya itu kan bukan video menyeluruh. Itu kan dipotong dan menjadikan itu ramai,” kata Endah saat ditemui di acara Welcoming Kontestan KDI di MNC Studios, Kebon Jeruk, Jakarta Barat, Jumat (20/8/2018).

    Untuk itu Endah menambahkan, bahwa jika video audisi tersebut tidak dipotong dan ditonton secara menyeluruh, maka akan terlihat bahwa komentar juri bertujuan baik.

    “Jadi kesimpulan kami adalah teman-teman harus melihatnya secara utuh dan kontekstual. Karena tujuannya sama sekali enggak jelek,” ungkapnya.

    Meski demikian, Endah dan tim tetap melakukan evaluasi di setiap babak. Kejadian ini pun menjadi salah satu bagian yang dievaluasi.

    “Kalau evaluasi setiap stages kita lakukan evaluasi. Artinya setiap hari kita melakukan perbaikan di semua area. Ini juga termasuk yang dibahas,” ucapnya.

    Sebelumnya penyanyi dangdut Iis Dahlia mendapat hujatan di akun Instagram miliknya @isdadahlia. Hal ini terjadi setelah ia mengomentari penampilan peserta KDI (Kontes Dangdut Indonesia) 2018 asal Bau Bau, Sulawesi Tenggara yakni Waode Sofia.

    Awalnya, Waode baru saja mengenalkan namanya. Namun Iis langsung mengomentari penampilannya. Menurutnya, Waode dinilai kurang maksimal dalam mempersiapkan penampilannya.

    “Kamu ketemu teman-teman kamu enggak tadi di luar? Mereka kayak gimana mau audisi? Pakai bedak enggak? Pakai lipstik enggak? Pakai baju yang benar enggak?,” ucap Iis dalam video.

    Waode beralasan bahwa baju yang sudah ia persiapkan ketinggalan di kampung halamannya. Benigno dan Trie Utami lantas meminta Waode untuk mencari pinjaman pakaian dan berdandan sebelum kembali lagi.

    Namun selanjutnya Joel Kriwil masuk dan bertanya. “Ini anak belum nyanyi aku dengar dari luar,” ujar Joel.

    “Wil, Wil, lu enggak tahu urusan ya. Kita dari tadi di sini ngetes suaranya anak-anak, audisi suara anak-anak itu, mau yang suara jelong (jelek) aja, wuh..manja dandanan,” Iis lantas menyahut, paparnya.

    Ketiga juri itu lantas mengusir peserta asal Bau Bau itu keluar untuk dandan dan memakai baju yang layak, versi juri, setelah itu baru bisa ikut audisi.

    Sofia tampak menunjukkan raut wajah sedih saat di bawa keluar.

    Usai dikeluarkan, Waode kemudian di-make over.

    Setelah itu kemudian dipersilakan menyanyi.

    “Nah, untuk begini didandani, ayo semangat ya,” ujar Iis Dahlia.

    Waode Sofia pun melantukan lagu jagoannya.

    Lagunya Iis Dahlia, Patah Hati.

    Iis Dahlia pun tampak senyum-senyum mendengarkannya.

    Beruntung Waode Sofi amendapatkan tiket lolos ke Jakarta.

    Begitulah kisah selengkapnya mengenai prahara video pengusiran salah seorang kontestan asal Bau-Bau ini.

     

     

     

     

     

  • Hamil di Usia 13 Tahun, Remaja Ini Bawa Anak ke Pesta Kelulusannya

    Hamil di Usia 13 Tahun, Remaja Ini Bawa Anak ke Pesta Kelulusannya

    Menikah dini memang menjadi topik yang sedang hangat-hangatnya diperbincangkan oleh publik. Hal ini dinilai masih banyak menimbulkan pro dan kontra. Tak jarang, orang-orang berpikir bahwa pernikahan dini kurang baik untuk dilakukan karena dapat merusak masa depan seseorang di kemudian hari. Namun, nyatanya masih banyak saja fenomena pernikahan dini yang dilakukan oleh sebagian anak-anak di usia muda yang seharusnya masih disibukkan dengan pendidikan semata.

    Tak hanya di Indonesia, rupanya di luar negeri juga sudah banyak anak-anak usia muda yang memutuskan untuk menikah dini dan melahirkan anak di usia yang sangat-sangat masih terbilang muda.

    Lihat saja, kisah seorang remaja wanita muda yang sudah menikah di usia mudanya dan kemudian memutuskan untuk membawa anaknya ke acara pesta kelulusan di sekolahnya.

    Kayleigh Snaith merupakan gadis remaja berasal dai Inggris yang sempat menghebohkan publik dengan kehamilannya di usia yang begitu sangat mdua.

    Dikabarkan, bahwa Kayleigh hamil di usianya yang masih menginjak 13 tahun dan melahirkan bayinya tak jauh dari usia tersebut. Namun, ia justru mendapatkan kebencian yang hebat dari orang-orang di sekitarnya, tak terkecuali oleh teman-temannya sendiri.

    Orang-orang memanggilnya “disgusting” dan mengatakan bahwa dia telah menghancurkan hidupnya.

    Gadis muda itu menyembunyikan kehamilan dari orangtuanya selama enam bulan, karena takut bagaimana reaksi mereka.

    Untungnya, orang tuanya Kayleigh Snaith mendukung dan mulai menyiapkan rumah mereka di Stanley, Co Durham.

    Kayleigh Snaith menjelaskan ketakutannya, mengatakan:

    “Ketika saya mulai merasakan gerakan di perut saya, sudah jelas apa yang sedang terjadi tetapi saya takut mengatakan pada ibu dan ayah.”

    “Semua hal ini melewati kepalamu. Saya khawatir mereka akan mengusir saya atau membuat saya menyingkirkannya.”

    “Saya menghabiskan begitu banyak malam terjaga mengkhawatirkannya, saya tidak bisa fokus pada hal lain.”

    “Ketika saya mulai mengalami sedikit benturan, saya tahu saya tidak bisa merahasiakannya lagi jadi saya akhirnya menelepon ibu saya.”

    “Saya tidak bisa berhenti menangis ketika saya mengatakan kepadanya, saya sangat takut.”

    “Ibuku benar-benar terkejut, tetapi aku ingat dia berkata, “Jika kamu ingin menjaga anak ini, kami akan mendukungmu dan melakukan apa pun yang kami bisa untukmu”.

    Setelah melewati masa-masa sulitnya, kini Kayleigh sudah berusia 16 tahun dan siap pergi ke acara kelulusan sekolahnya.

    Betapa hebatnya mengetahui fakta bahwa Kayleigh berhaisl untuk membesarkan anaknya hingga sekarang.

    Ia membuktikan bahwa ia tetap berhasil menyelesaikan studinya dan justru ia memutuskan untuk membawa anaknya ke acara pesta kelulusan bersamanya.

    Kedua gadis itu berdandan untuk ke pesta bersama, Kayleigh bahkan membeli gaun renda putih untuk putrinya.

    Kayleigh menggambarkan harapannya untuk putrinya, dan menjelaskan mengapa dia membawa Harley ke pesta dansa.

    Kayleigh Snaith berkata:

    “Saya berharap dia tumbuh dengan mengetahui bahwa dia layak mendapatkan yang terbaik dan tidak pernah puas dengan apa pun atau siapa pun yang membuatnya tidak bahagia. Dia harus diperlakukan dengan cinta dan perhatian.”

    “Saya juga ingin menunjukkan kepada semua orang yang berpikir saya tidak akan pernah berhasil melalui sekolah menjadi ibu muda. Di sini saya merayakan pesta sekolah akhir dengan putri saya.”

    “Saya ingin semua orang melihat bahwa Harley lebih dulu. Tidak ada yang hanya tentang saya lagi, ini tentang saya dan Harley. Saya ingin dia merasa cantik dan dicintai seperti yang saya lakukan pada hari pesat dansa ini.”

    Ibu Kayleigh, Sharon, berbicara tentang betapa bangganya dia dengan putrinya karena membuktikan bahwa orang salah.

    Sharon berkata:

    “Dia sangat yakin dan dia telah membuktikan bahwa semua orang salah.”

    “Itu adalah suatu hal yang istimewa yang dapat menonton sekolahnya dan merayakannya dengan gadis kecilnya.”

    “Dia menunjukkan kepada dunia ‘ini adalah gadis kecil saya dan saya bangga’ dan kami berada di sana di sampingnya.”

    Kayleigh mengakui bahwa menjadi ibu baru dan menyelesaikan sekolah pada saat yang sama bukanlah tugas yang mudah.

    Tetapi mengatakan bahwa mengetahui putrinya mengandalkan motivasinya untuk belajar dengan keras.

    Kayleigh menjelaskan:

    “Di rumah saya adalah seorang ibu dan seorang dewasa bagi anak saya, tetapi kemudian di sekolah saya tiba-tiba menjadi seorang siswa, seorang anak di sana untuk belajar.”

    “Saya sangat lelah sepanjang waktu dan saya ingat orang-orang mengatakan bahwa saya menjijikkan, bahwa saya telah menghancurkan hidup saya, saya tidak akan pernah menjadi ibu yang baik dan saya tidak akan pernah mencapai apa pun dalam hidup. Itu sangat sulit.”

    “Tetapi mengetahui Harley ada di rumah menungguku dan bahwa aku bekerja untuk masa depan kami benar-benar memotivasi diriku. Semua kelelahan itu sepadan untuk membangun kehidupan terbaik bagi putri saya.”

    “Saya ingat duduk dan menangis karena khawatir saya akan gagal dan saya tidak akan bisa mendapatkan pekerjaan dan melakukan yang terbaik untuk Harley. Itu banyak tekanan.”

    “Tapi Harley mengilhami saya untuk terus maju dan memberi saya dorongan besar yang saya butuhkan. Saya telah bekerja sangat keras dan saya menantikan hasilnya di bulan Agustus.”

    Kayleigh membuktikan pada ibu-bu muda yang juga mengalami hal serupa dengannya untuk tetap berbuat yang terbaik untuk hidupnya dan juga buah hatinya. Selalu sabar untuk menghadapi permasalahan menjadi kunci utama kekuatannya selama ini.