Blog

  • Siswa SMK Muntah Saat Bersandar Di Paha Pria

    Siswa SMK Muntah Saat Bersandar Di Paha Pria

    Kelakuan para remaja zaman sekarang memang sudah kelewat batas kewajaran. Bahkan banyak berita yang memunculkan kenakalan remaja dan pergaulan bebas yang berdampak buruk bagi masa depan para remaja. Meski banyaknya kejadian yang merugikan daripada menguntungkannya daripada perilaku bebas yang dilakukan, rupanya hal ini tak cukup membuat para remaja menjadi jera dan memperbaiki perilaku. Justru malah semakin banyak remaja-remaja yang juga melakukan pergaulan bebas.

    Baru-baru ini warga masyarakat Makassar dihebohkan dengan kelakuan dua siswa SMK yang dinilai tidak pantas dilakukan ini. Keduanya kedapatan sedang asyik berpacaran di sebuah taman yang mana merupakan fasilitas umum, di mana banyak pengguna fasilitas ini yang dapat menyaksikan perilaku tidak sopan yang dilakukan oleh keduanya ini.

    Foto-foto yang tersebar pertama kali menunjukkan dua remaja lengkap dengan seragam SMK-nya tengah bermesraan. Ada lima buah foto yang diunggah, salah satunya lengkap diberikan keterangan di dalam foto tersebut.

    Disebutkan jika sang wanita sedang bersandar di antara dua paha sang pria. Namun anehnya, kepala sang wanita menghadap ke dalam. Tak lama berselang, nampak sang wanita merasa mual hingga ingin muntah. Menurut sang pemilik akun yang mengunggah foto tersebut, rekaman tersebut dilakukan di siang bolong sekitar pukul 11.00 WIB.

    Netizen yang melihat foto-foto tersebut pun langsung menghujat dan memberikan komentar pedas atas perbuatan yang dilakukan para remaja tersebut:

    Reski Jaya: Bikin malu ortu…bikin rusak nama sekolah….bikin hancur nama daerah….Makassar terkenal dgn budaya siri’ na Pance….tapi kayaknya itu tinggal khiasan kata saja….budaya siri’ sudah diambang kepunahan….

    Hutagaol Davith: Gw gak yakin ini blowjob,dari ekspressi muka sicowo biasa aja,ini yg upload bisa dikenakan pasal,iya kali cowoknya maksa sicewek ditempat umum? Kek gak ada tempat lain aja,kameranya kamera apa neng?

    Muhamad Subadar: Mukanya cupu tapi kelakuan nya kwowk

    Antho Tanimallaki: Deh pasti lagi diisap anunya itu cowok hahaaha

    Ainun Zalzabila: Ndk jamanmi dia twwa di tempat Gelap langsung di tempat umum wkwk Anak Gaulsss

    Pong Parandangan: Kerassss kehidupang kota metro politan.

    Terlepas dari berita tersebut, hal yang juga sedang menjadi viral terkait perilaku bebas para remaja ini juga direkam oleh pengguna akun sosial media yang lain.

    Tampak dalam video tersebut, dua orang remaja mengenakan seragam SMA berbuat mesum di atas motor.

    Video itu diambil dari dalam mobil oleh seseorang saat kendaraan diam, seperti sedang macet atau mungkin lampu merah.

    Kedua remaja itu tampak sedang duduk di atas motor di tengah jalanan yang ramai.

    Terlihat remaja pria mengenakan celana abu-abu dan kaus berwarna hitam menggendong tas berwarna ungu.

    Ia membonceng wanita di belakanya sambil mengenakan helm full face berwarna putih.

    Di belakangnya seorang wanita mengenakan rok abu-abu dan kemeja warna putih.

    Ia menggendong tas berwarna biru dan mengenakan helm putih juga.

    Rambutnya yang hitam panjang dibiarkan terurai ke dadanya.

    Yang membuat miris, adalah tangan kiri remaja laki-laki tersebut.

    Dalam kondisi tersebut, ia mengarahkan tangannya ke belakang ke arah paha wanita yang diboncengnya.

    Wanita itu tampaknya merasa risih dengan yang dilakukan pria itu, ia yang tadinya memeluk pinggang pria itu kemudian melepaskan tangannya.

    Dengan susah payah ia berusaha melepaskan tangan pria itu dari pahanya.

    Namun, pria itu tetap berusaha merogoh sesuatu entah apa yang ada di dalamnya.

    Akun @komentarinaja kemudian memberikan keterangan pada video yang dipostingnya itu.

    “Jam segini jalanan macet banget gini.. Huufftt!!
    #Dagelan #DagelanVideo
    #Meme #memecomicindonesia
    #NgakakKocak #Bercanda
    #Indonesia #instagood #instagram #lucu #keren
    #follow #like #love,” tulisnya.

    Kejadian inipun juga membuat netizen menjadi geram, tak pelak mereka pun mengomentari dengan komentar yang pedas:

    junna_joo: Tau tempat woy -__-

    b70e: Mau jadi apa generasi muda yg kkinian

    justaw_: Mungkin cowoknya lelah karena macet

    asep_rizki: Anjirr pea haha

    yosia_ananda: Siang2 macet parah apalagi jam pulang sekolah.. itu mngkin ada semutnya di clana adeknya

    yusufsaputra266: Sial masih skolah juga tu cwe

    djuaritello89: parahh

    Semoga saja para orangtua dan juga pihak terkait dapat memberikan pentingnya pendidikan karakter sejak dini, agar karakter-karakter putera dan puteri bangsa dapat terbangun dengan baik. Agar tidak ada lagi penyimpangan pergaulan bebas di kalangan remaja.

  • Mulai Dari Jadi Pepes Di KRL, Hingga Insiden Tali Kutang

    Mulai Dari Jadi Pepes Di KRL, Hingga Insiden Tali Kutang

    Ketika menaiki alat transportasi umum, memang banyak hal kerap kali terjadi. Mulai dari hal yang menyenangkan, menyedihkan, bahkan membahayakan semua kerap kali terjadi di dalam alat transportasi umum. Banyak dari pengguna alat transportasi umum yang akhirnya mengeluhkan banyak hal ketika berada di dalam alat transportasi umum, mulai dari sisi keamanan dan juga kenyamanan pengguna.

    Salah satu contoh hal-hal aneh yang kerap kali terjadi yaitu pengalaman menaiki Kereta Rel Listrik (KRL) Commuter Line. 

    Pengalaman yang kerap kali dialami oleh para pengguna kereta khusunya karyawan kantoran yang seringkali mengalami desakan demi desakan untuk bisa berangkat bekerja atau kembali ke rumah setelah bekerja seharian. Apalagi di jam-jam sibuk, hal ini sudah begitu sering mereka alami.

    Seperti pengalaman netizen pengguna akun jejaring sosial Twitter @ag****a23 yang dirangkum dan dijadikan kultwit oleh akun @ComlineJkt pada Jumat 21 April 2017.

    Insiden mengerikan ini menimpa seorang wanita yang kala itu sedang berada di gerbong khusus kaum hawa. Kejadian itu dialaminya ketika sedang berdesakan di antara penumpang lainnya. Insiden tersebut menimpa tali kutang yang kala itu sedang dikenakannya.

    Dikisahkan seperti di bawah ini:

    Ini cerita tentang tragedi, kisah yang menyedihkan, nasib buruk. Ya sesekali #satuharisatucerita cerita tentang kesedihan ya.

    Tidak perlu nangis, lebai itu. Soalnya dalam kesedihan ini ada yang lucu, komikal. Mungkin tepatnya tragikomik ya ini cerita.

    Tragikomik ini masih tetap terkait dengan krl. #satuharisatucerita tentu terkait dngan krl, krna akun ini, paling tidak pengguna krl.

    Ini kejadian dicatat di Kamis, 6 April 2017, sebetulnya kejadian yang ketiga kalinya, yang sempat diingat dan dicatat dengan baik.

    Pagi itu, sebetulnya masih tergolong pagi, 6:30an, tapi pnp di Sta Klender Baru sudah ramai. Sejak jadwal baru, rasanya pnp makin penuh.

    Sebelum ada perubahan jadwal, jadwal jam segini masih mudah untuk masuk ke rangkaian. Pagi ini announcer bilang: ada gangguan di Bekasi.

    Pantas. Bukan hanya perubahan jadwal yang baru berjalan 4 hari, tetapi juga ada gangguan. Ya semi pasrah sebetulnya.

    Meski baru dua tiga tahun aku naik krl, tapi sudah biasa kalau padet pepes aku gak maksain masuk. Biarlah. Masih ada krl akan lewat.

    Tapi pagi itu pintu terbuka persis di depan tempatku berdiri. Pun tidak ingin masuk, aku terdorong orang-orang yang bersegera. Kebawa.

    a kebawa aja rasanya. Gak niat ikut, tapi ternyata badanku ada di dalam krl. Pikiranku sih ke sana kemari. Intinya menyesal.

    Beneran pepes deh. Kaki ada dimana, itu pun hanya satu yang menginjak lantai. Badan condong kemana, tangan di mana, tas di mana.

    Bagi pnp @jalurbekasi atau @jalurbogor sudah pasti pernah mengalamani keadaan pepes begitu. Ada yang belum pernah?

    Aku tetap fokus. Takut ada copet. Meski copet gak mungkin beraksi dalam rangkaian penuh begini. Tapi aku tetep fokus.

    Dompet dan hape masuk saku dalam jaket. Aman rasanya. Tas tangan isi satu dua dokumen kantor yg tidak terlalu penting. Ada bekal sih.

    Sebelah ibuk-ibuk yang mungkin belum biasa naik krl. Tangannya tidak turun di samping badan, tapi tertekuk lengannya. Ada sialnya.

    Sikunya tepat di dadaku. Aduh. Meski okaylah, ibuk-ibuk ini. Aku juga harus punya solider di rangkaian yang pepes begini. Sakit sih.

    Jika ada yang komentar: kenapa gak menghindar. Yailah, belum pernah dalam keadaan pepes ya? Udah gak bs gerak sama sekali. Sama sekali.

    Belakangku pnp yang bawa tas di dadanya. Tas itu ada bagian yang keras dan bagian itu terasa mendesak di punggungku. Depan belakang.

    Krl jalan normal. Masuk Sta Buaran dan Klender bahkan itu pintu tidak bisa dibuka saking padatnya. Beneran pepes. 10 menit itu.

    Di JTG ada pergerakan sedikit, tapi tak mengurangi kepadatan. Punggung masih kedorong tas, dada sudah lumayan. Tangan melindungi dada.

    Keadaan baru lumayan di MRI, banyak yang turun. Itu 20-25 menit sejak aku terbawa naik. Lega dikit. Tak ada yg mendesak depan belakang.

    Longgar. Berdiri sempet geser-geser dikit. Eh apa ini kok terasa longgar. Di dada. Iya longgar banget. Tuing. Langsung inget.

    Tali bra kendor!!! Panik sedikit dan sekilas saja. Mungkin krn keasyikan longgar berdirinya. Ini terasa tidak ada yg mengekang. Longgar.

    Aku bukan orang yang mudah panik. Apalagi cuma soal bra kendor. Aku masih pakai jaket. Amanlah dari incaran mata jalang.

    Lepas Juanda aku dapat duduk. Aku turun nanti di Sta Kota. Dari stasiun jalan kaki saja ke kantor. Deket kok.

    Kebiasaan pagi, sampai kantor ya pasti ke toilet dulu. Pipis udah pasti dan pulas-pulas muka, monyongin bibir deh. Cewe khan ya begitu.

    Tapi pagi itu tambah kerjaan. Aku cek bra. Bener braku lepas kaitnya. Pantas longgar. Bukan cuma lepas teryata, kaitnya patah!

    Iya, kait yang dari besi tipis kecil itu, patah. Pantas aja gak bisa saling mengkait lagi. Sambil mikir gmna benahinnya ya?

    Mau beli, ya mana ada toko buka belum jam delapan ini? Balik ke ruangan, aku ada akal. Staples, pengokot, itu alat yang aku cari.

    Akhirnya dengan modal staples yang ukuran besar, bukan yang besar banget, tali bra itu aku satukan dengan staples. Tambah kencang :))

    Tapi aman. Sampai sore tidak kepikiran lagi. Bra mengkait kuat. Yaialah, staples. Pdhal ya bukan bra yang murah, bermerk deh.

    Hari itu aku twit tentang tragedi tali braku. Teman-teman deket nanya tragedi apa yang aku alami. Tapi semua ngakak dengan staples itu.

    Malam sampai rumah aku ambil gambar bukti tragedi ‘tali kutang’. Buat kenangan. Meski ini bukan yang pertama. Tiga kali jk tidak salah.

    Tapi baru kali ini aku harus melakukan reparasi. Biasanya ya paling copot dan tidak saling kait. Benahi, beres.

    Ini cerita dari @ag****a23 yg terkena tragedi. Bibin nyusun ceritanya menjadi #satuharisatucerita. Demi kepantasan, fotonya disensor.

    Ada-ada saja memang kejadian aneh yang akan menimpa diri kalian ketika menaiki alat transportasi umum. Apalagi di Jakarta yang segala sesuatunya serba cepat dan tepat, karena telat sedikit saja siap-siap menerima konsekuensi terhimpit kemacetan yang tiada terkira. Semoga hal ini bisa dijadikan pelajaran bagi siapapun yang hendak berpergian dengan menggunakan alat transportasi umum.

  • Turis Indonesia Dipandang Jorok, Kenapa ya Kira-Kira?

    Menjaga kebersihan tubuh, makanan, lingkungan, dan kebersihan-kebersihan lainnya merupakan hal yang memang harus dilakukan oleh setiap orang. Hal ini juga merupakan salah satu ajaran agama yang mengatakan bahwa kebersihan adalah sebagian dari iman.

    Banyak orang yang terkadang mengindahkan kebersihan, apalagi kebersihan lingkungan. Hal ini terbukti dari banyaknya sampah yang berserakan di beberapa tempat umum. Hal ini tentunya karena ulah para manusia yang kerap kali membuang sampah secara sembarangan, sehingga mengotori tempat-tempat umum. Padahal sudah banyak dipasang peringatan larangan untuk membuang sampah sembarangan.

    Padahal, lingkungan yang bersih juga akan membawa tubuh kita kepada kondisi yang sehat dan bugar. Kebiasaan yang baik ini tentunya juga juga harus dipraktikkan di manapun dan kapanpun ketika kita berada. Terlebih lagi jika kita sedang berkunjung ke tempat lain atau ke negara lain, kebiasaan bersih juga harus kita terapkan di sana. Jangan sampai perilaku jorok kita berdampak buruk bagi nama baik dan juga negara asal kita.

    Beberapa waktu yang lalu, seorang Warga Negara Indonesia kedapatan berperilaku jorok ketika sedang berada di luar negeri. Sehingga menimbulkan cemoohan dari warga asal negara tersebut. Bahkan warga asli Indonesia dan beberapa pihak juga menyayangkan terjadinya hal tersebut.

    Seorang Warga Negara Indonesia bernama Tyas Palar membeberkan perilaku jorok yang dilakukan oleh seorang turis asal Indonesia lainnya tatkala dirinya sedang singgah untuk makan di Bandara Haneda, Tokyo. Curhatan tentang kisah yang dialaminya tersebut kemudian dicurahkan melalui sosial medianya dan dengan sangat cepat menjadi bahan perbincangan publik.

    Mulanya ia menceritakan kisah tatkala dirinya beserta sang ibu sedang berencana untuk kembali ke Jakarta melalui Bandara Haneda, Tokyo. Sebelumnya mereka memutuskan untuk makan di sebuah restoran yang berada di lantai atas bandara sembari menunggu jadwal penerbangan pesawat yang akan mereka tumpangi untuk menuju ke Jakarta.

    Tidak jauh dari tempat keduanya berada, terlihat segerombol turis yang berasal dari Indonesia juga sedang menyantap makanan di restoran tersebut. Jika diamati secara sekilas, tidak ada yang aneh dari segerombolan turis tersebut. Namun setelah mereka pergi, betapa kotornya meja yang mereka tinggalkan, nampak sampah-sampah berserakan di atas meja ditinggalkan begitu saja.

    Tulisan inilah yang disampaikan di dalam foto yang diunggahnya ke dalam sosial media:

    “Salah satu rombongan turis Indonesia itu telah pergi, menyisakan meja yang berantakan seperti yang saya foto. Bukannya membuang sampah sendiri ke meja makan dan mengembalikan baki ke restoran awal seperti seharusnya. Mungkin mereka berpikir ini seperti di Indonesia, akan ada pelayan atau petugas yang membersihkan. Padahal tidak ada,” ujarnya.

    Padahal di Jepang, adab orang yang makan pada umumnya pelanggan restoran harus membersihkan sisa makanan atau bekas makanannya sendiri, apalagi jika sedang berada di restoran cepat saji. Tidak hanya itu saja, karena pelanggan juga diharuskan mengembalikan peralatan makannya sendiri, seperti baki atau nampan, piring, beserta gelasnya.

    Hal yang lebih membuat kesal Tyas dan juga ibunya adalah kenyataan bahwa di dekat meja tersebut terdapat tempat sampah, namun segerombolan turis Indonesia tadi justru melenggang begitu saja meninggalkan tumpukan sampah yang berserakan di atas meja.

    “Dan perhatikan deh.. rombongan turis ini bahkan tidak merapikan peralatan makan bekas dan sampah mereka ke atas baki. Teman saya, seorang mahasiswi Indonesia yang belajar di Jepang dan bekerja sambilan sebagai pramusaji, mengeluh: “Yang seperti ini paling merepotkan, bikin lama, karena pelayan harus membereskan dulu ke atas baki.” Calon orang yang duduk berikutnya juga kesulitan untuk sekedar meminggirkan saja baki-baki tersebut, karena kalaupun baki dipinggirkan, tetap ada sampah yang bertebaran di atas meja. Walhasil, meja-meja itu tidak digunakan orang sampai saya dan ibu pergi,” lanjutnya.

    Setelah peristiwa sebelumnya berlalu dan teramat membuat jengkel Tyas. Sesaat kemudian dia mendapati dua orang pria paruh baya asal Indonesia juga, yang melakukan hal serupa dengan segerombolan turis sebelumnya.

    Begini tulis Tyas lagi:

    “Salah seorang laki-laki itu berdiri, melangkah menjauh, meninggalkan serpihan sampah berupa robekan kertas pembungkus sedotan, bon, dan entah apa lagi di atas mejanya,” ujarnya.

    Melihat hal tersebut Tyas langsung memanggil pria tersebut dan menunjukan letak tempat sampah agar ia mau membereskan sehingga nyaman untuk orang-orang sekitar.

    Namun, jawaban yang didapatkan tak memuaskan.

    Sebaliknya, pria itu malah berputar dan tersenyum sinis sambil berkata “Terus kenapa? Nanti juga ada yang beresin!” balasnya ketus.

    Tak mau kalah, Tyas menjawab ” nggak ada yang beresin. Lihat itu dari tadi meja-meja itu nggak ada yang beresin!” jawabnya.

    Akhirnya pria tersebut kembali ke mejanya dan memunguti sampah dengan wajah tak rela.

    “Kenapa ya, banyak orang Indonesia, kelas menengah dan berduit sekalipun yang dalam harapan kita tentunya lebih terdidik dan tahu adat, yang susah tertib? Padahal tertib itu sesungguhnya memudahkan bagi diri kita sendiri dan juga semua orang. Dalam kasus makan di tempat publik ini, orang berikutnya dapat langsung menggunakan meja dalam keadaan bersih. Bayangkan kalau ini terjadi pada kita, sedang kesulitan cari meja untuk makan, eeeeh semua meja kotor dan berantakan!” tulisnya kesal.

    Akhirnya Tyas menutup postingannya dengan ajakan untuk tidak melakukan hal yang sama seperti yang dilakukan oleh turis-turis tadi:

    “Yuk, tetap jaga ketertiban dan kebersihan di mana pun kita berada. Yes, termasuk di Indonesia sendiri. Jangan tunggu ke negara lain baru tertib dan taat aturan,” tutupnya.

    Beberapa komentar pun membanjiri postingannya, di antaranya:

    @Tania Komala Sari: “Tartip Jangankan tertib begitu bunbkus es yg hbs terpakai aja suka di buang lewat jendela mobil… gimna mau memperbaikinya kalau org terdekatnya juga begitu… negara yg lucu… bersyukur org tua saya sll teriak2 masalah sampah yg hanya sebesar kulit permen jd sampai sekarang saya terbiasa membiang sampah ditempatnya… hal yg sepele tp indahhh kalau jadi kebiasaan… ayo para org tuaa didik anak usia dini”

    @Falah Nur Rahmah: “Sebenernya orang yang bisa jalan-jalan ke luar negeri, selain punya duit buat beli tiket pesawat yo duitnya juga beliin buat kuota internet lah. Browsing dulu budaya, kebiasaan, peraturan2 tdk tertulis yg mungkin ada di suatu negara. Jadi pas nyampe sana, gak dengan polosnya bilang ‘loh kan di indonesia ada petugas yang bersihin’. Ya kalo memang gatau, jangan ngeyel kalo diberi tau… daripada malu2in negara sendiri di negri orang”

    Semoga saja tidak akan ada orang lain lagi yang bersikap seenaknya, apalagi di negara tetangga. Karena ketika kita berkunjung ke suatu daerah atau negara lainnya. Bukan saja nama baik kita yang kita bawa, melainkan juga nama negara tempat kita berasal.

     

  • Mimpi Si Kecil Terwujud, Bertemu Belle Di Dunia Nyata

    Mimpi Si Kecil Terwujud, Bertemu Belle Di Dunia Nyata

    Anak kecil memang memiliki dunianya sendiri, mereka cenderung banyak berimajinasi tentang dunia-dunia khayalan yang mirip dengan kisah di dalam negeri dongeng. Anak kecil memang begitu suka dengan hal-hal yang berbau imajinasi, karena di usia tersebut lah mereka bisa merandai-andai dan membayangkan berada di dalam sebuah negeri fantasi.

    Salah satu karakter dan cerita dongeng yang begitu disukai oleh hampir semua anak kecil adalah karakter kartun dan cerita yang diproduksi oleh Disney. Banyak anak-anak yang tenggelam di dalam cerita-cerita dongeng buatan rumah produksi tersebut. Tidak jarang yang tergila-gila dengan kisah-kisah dongengnya.

    Salah satu kisah yang digilai banyak anak-anak adalah kisah Beauty and The Beast yang baru-baru ini juga tayang versi terbarunya di bioskop-bioskop di seluruh dunia. Karakter Putri Belle yang merupakan pemeran utama di dalam kisah tersebut, begitu menarik perhatian banyak penikmat film tersebut.

    Karakter Putri Belle memang sudah banyak dikenal dari kisah dongeng “Beauty and the Beast”. Sosoknya yang cantik dan cerdas kerap dijadikan panutan anak kecil untuk tetap bersemangat. Bahkan baru-baru ini ada seorang gadis kecil yang menangis saat dipertemukan dengan idolanya itu.

    Betapa bahagianya seperti seseorang yang memimpikan sesuatu kemudian mimpinya terwujud. Sebahagia inilah sang gadis kecil yang bisa bertemu dengan sosok Belle di dunia nyata ini. Begitu bahagianya hingga gadis kecil ini pun menitikkan airmata bahagianya.

    Bocah kecil bernama Daisy tersebut langsung menangis haru ketika dipertemukan dengan sang idola. Bocah berusia 7 tahun ini bahkan langsung memeluk sosok puteri cantik favoritnya tersebut. Tidak tanggung-tanggung, Daisy pun menjadi satu-satunya gadis kecil paling beruntung di dunia karena mendapatkan kesempatan emas untuk berkeliling Perancis bersama dengan Belle.

    Momen yang begitu membahagiakan dan langka tersebut diabadikan oleh seorang kerabat Daisy si gadis kecil yang kala itu juga turut menemani Daisy yang sedang bertemu dengan idolanya tersebut. Akhirnya foto moment menyenangkan kala itu, diunggahnya ke dalam sosial media pribadinya.

    Daisy nampak terlihat begitu bahagia, hal ini terlihat dari senyum lebar yang disunggingkannya. Daiasy terlihat sangat anggun dibalik gaun kuning yang dikenakannya kala itu. Gaun tersebut hampir serupa dengan gaun berwarna kuning keemasan seperti yang dikenakan oleh Belle dalam serial Beauty and The Beast tersebut.

    Foto unggahan sang kerabat Daisy inipun dengan cepat menjadi viral di sosial media. Banyak yang terharu dengan kisahnya tersebut. Selain terharu dengan kisahnya yang bisa bertemu dengan Bella ini, sang gadis kecil inipun juga mengidap kelainan sejak dia masih bayi.

    Rupanya, bocah asal Houston itu didiagnosa menderita Achondroplasia (gejala cebol) sejak lahir. Selama ini Daisy sudah banyak menjalani operasi mulai dari kepala, kaki, leher dan punggungnya. Karena kasihan, seorang perawat pun menominasikannya dalam program Make A Wish, & Give Kids the World yang diadakan Disney World.

    Seumur hidupnya yang baru tujuh tahun itu, Daisy harus menjalani serangkaian pengobatan karena penyakitnya tersebut. Dia pun sudah banyak menjalani operasi mulai dari kepala, kaki, leher dan punggungnya.

    Siapa sangka Daisy pun terpilih bisa bertemu dengan Belle di dunia nyata. Mimpinya pun terwujud berkat bantuan sang perawat yang selama ini merawatnya. Sungguh mulia ya hati sang perawat ini. Bahkan bukan hanya mimpinya saja yang terwujud, tetapi Daisy bisa ikut bersama Belle keliling Perancis.

    Saat terpilih sebagai pemenang, Daisy sebenarnya punya dua impian yang berharap bisa diwujudkannya. Pertama, bisa bertemu dengan Putri Belle dan kedua bertemu personel One Direction, Louis Tomlinson. Namun kemudian dia memilih bertemu Putri Belle di Disney World, Florida, agar dia juga bisa pergi bersama kakak dan adiknya.

    Akhirnya Daisy tidak perlu takut untuk menjalani serangkaian pengobatan dan operasi yang akan dilakukannya. Semangatnya pun menjadi jauh lebih kuat dari sebelumnya ketika impiannya belum terwujud. Semoga banyak anak-anak lainnya di luar sana, yang juag bisa mewujudkan mimpinya seperti Daisy ya? Siapa tahu dengan begitu semangat untuk terus berjuang dan tetap sehat dapat semakin tumbuh dengan baik.

  • Ria From Bali, Pelaku Video Mesum

    Di zaman modern yang semakin serba bebas ini membuat sebagian orang berbuat sesuka hati. Bahkan banyak yang melakukan hal-hal yang tidak pantas untuk dipertontonkan di hadapan publik. Anehnya, hal ini semakin hari semakin marak saja. Bahkan, hal ini seperti menjadi trend di kalangan masyarakat muda atau remaja.

    Barubaru ini jagat dunia maya kembali dihebohkan dengan beredarnya video bermuatan konten dewasa ini yang tersebar di berbagai sosial media. Alhasil banyak publik yang dengan mudah mengakses dan menonton video tersebut. Padahal saat ini pengguna internet dan sosial media tidak hanya kaum dewasa saja, tetapi anak-anak pun juga bisa dengan mudah mengaksesnya. Hal inilah yang dianggap sangat membahayakan.

    Video berdurasi sekitar 45 menit ini mempertontonkan adegan ranjang antara seorang pria berkulit putih dengan perempuan lokal asal Indonesia, yang baru-baru ini diketahui bernama Ria. Gadis remaja asal Bali itu rupanya tengah berkencan dengan seorang pria berkewarganegaraan luar negeri. Bukan hanya warga Pulau Dewata saja yang dikejutkan dengan beredarnya video tersebut, akan tetapi sejumlah daerah mengaku kaget dengan tayangan tersebut.

    Video yang seharusnya disensor tersebut sebenarnya sudah beredar sejak tanggal 24 Februari silam, oleh salah satu situs porn yaitu Phillipines Porn. Hingga akhirnya dengan cepat menjadi viral dan ditonton oleh ribuan orang. Meski tak layak untuk dikonsumsi oleh publik, nyatanya penasaran masyarakat membuat vide tersebut menjadi banyak ditonton oleh netizen.

    Sampai saat ini sudah ribuan kali tayangan tersebut dibagikan oleh pemilik akun sosial media. Mereka juga memberikan komentar miring mengenai adanya kasus tersebut. Banyak yang mengkritik dan mencecar adegan ranjang tersebut.

    Vide hot berdurasi 45 menit ini, mempertontonkan suasana perkampungan yang ditinggali oleh sejumlah turis. Lokasi tersebut memang belum diketahui secara pasti di mana, akan tetapi wilayah tersebut masih berada di sekitaran Bali.

    Sang pembuat video ini sengaja membuat video tersebut dengan awal perjalanan di sebuah pantai dengan pemandangan yang begitu indah hingga kemudian dia mampir ke sebuah restoran terlebih dahulu. Kemudian dia nampak menghampiri dua orang gadis Indonesia mereka kemudian minum bersama di restoran yang terletak di dekat pantai tersebut.

    Hingga akhirnya video berganti latar tempat menjadi di sebuah penginapan sang turis atau si pembuat video adegan mesum tersebut. Adegan demi adegan panas pun dipertontonkan di dalam video tersebut. Keduanya beradegan layaknya sepasang suami isteri dan tanpa risih mempertontonkan adegan yang tidak seharusnya dilakukan tersebut.

    Sampai akhirnya pasangan itu beradegan tak pantas tanpa selembar kain yang menutupinya. Adegan tak berlangsung lama dan pada ujungnya mereka bertukar nomor telepon.

    Tayangan tersebut mendapatkan respon beragam dari netter mulai yang geram dan biasa saja. Namun kebanyakan dari mereka menyayangkan tindakan yang telah dilakukan di dalam video hot tersebut.

    Tak hanya orang Indonesia yang memberikan komentar melainkan juga warga negara asing. Mereka menganggap jika hal tersebut memang bisa dilakukan untuk mencari uang.

    Sementara lainnya mengecam tindakan tersebut, bahkan pengguna akun sosial media juga mempertanyakan mengenai sosok Ria yang disebut orang asli Bali itu.

    Polda Bali rupanya telah bekerja cepat untuk mengungkap video yang diduga diunggah oleh orang bernama John Tron. Dirkrimsus Polda Bali Kombes Pol. Kenedy menyatakan telah mengantongi identitas pelaku video mesum tersebut.

    Menurutnya setelah dilakukan pengecekan website yang memuat konten tersebut IP address-nya di Jerman. Kemungkinan dugaan pelaku juga dari negara yang sama.

    Keterangan tersebut memang sesuai dengan pengakuan John Tron yang tertulis di akun facebooknya yang menerangkan bahwa dia berasal dari Dresden, kota di Sachsen, Jerman.

    Kabid Humas Polda Bali AKBP Hengky Widjaja menyatakan, video yang ramai di jejaring sosial itu sudah masuk dalam penyelidikan pihaknya.

    Sementara itu, Aktivis Perlindungan Anak dan Perempuan Bali Siti Sapura menegaskan akan membuat laporan di kepolisian terkait kasus yang menarik perhatian publik tersebut.

    Salah satu komentar netizen pun turut mewarnai kolom komentar di mana video tersebut diunggah:

    @Apriex Moccachino Latte: “Nak bali liu mesih ane keto, cuma ne gen ane kentara rekamanne, ane sing kentara nu liu. (Orang Bali banyak yang begitu, hanya saja ini yang ketahuan rekamannya. Yang lain nggak ketahuan,”

    Semoga tidak akan ada lagi Ria-Ria yang lainnya yang dengan mudahnya mempertontonkan adegan yang tidak senonoh di hadapan publik.