Blog

  • Pernikahan Ala-Ala Royal Wedding Dua Driver Gojek

    Pernikahan Ala-Ala Royal Wedding Dua Driver Gojek

    Gojek merupakan sebuah perusahaan teknologi asal Indonesia yang melayani angkutan melalui jasa ojek. Perusahaan ini didirikan pada tahun 2010 di Jakarta oleh Nadiem Makarim. Layanan Gojek tersedia di beberapa kota besar di Indonesia di antaranya :

    Jabodetabek, Bali, Bandung, Surabaya, makassar, Medan, Palembang, Semarang, Solo, Malang, yogyakarta, Balikpapan, Manado, Bandar Lampung, Padang, Pekanbaru, dan Batam

    Hingga bulan Juni 2016, aplikasi Gojek sudah diunduh sebanyak hampir 10 juta kali melalui Google Play pada sistem operasi Android.

    Dengan adanya Gojek, tentu masyarakat lebih dimudahkan dan merasa terbantu. Inovasi yang dikembangkan oleh penyedia layanan Gojek ini juga terus dikembangkan menjadi lebih baik dan semakin menawarkan jasa yang lebih beragam, sehingga dapat jauh lebih menyasar konsumen-konsumen yang memang membutuhkan layanan jasa tersebut.

    Meski sempat mengalami pro dan kontra terkait layanan Gojek yang dianggap menyerobot lahan pekerjaan para ojek konvensional. Nyatanya, memang hingga kini justru Gojek semakin sukses dan semakin melebarkan sayapnya dan memberikan jenis-jenis layanan yang memang banyak dibutuhkan oleh masyarakat.

    Namun, kesuksesan yang didapatkan oleh Gojek dan juga para driver Gojek seringkali diiringi dengan kisah-kisah lucu yang menggelitik.

    Baru-baru ini kabar menggembirakan datang dari dua driver Gojek yang tentunya membuat heboh lantaran beritanya tersebar di berbagai sosial media dan banyak menyita perhatian publik.

    Berita bahagia apa ya yang datang dari kedua driver Gojek tersebut?

    Pernikahan ala-ala royal wedding yang diselenggarakan antara dua mitra pengemudi Gojek yang menjadi perhatian warganet dunia maya beberapa hari terakhir ini memang wara-wiri di berbagai sosial media manapun.

    Pernikahan yang digelar pada Sabtu, (8/7/2017) tersebut ternyata sangat memiliki arti yang mendalam bagi Novi Ayunda Sari, sang pengantin wanita.

    Kedua pengemudi transportasi online asal Medan ini diarak menggunakan mobil klasik terbuka diiringi oleh puluhan rekan seprofesinya layaknya pangeran dan putri dalam royal wedding.

    Wanita berusia 25 tahun itu bercerita bahwa kisah cintanya dengan Puja berawal setelah dirinya bergabung dengan komunitas driver Gojek pada awal Februari lalu.

    Novi, begitu dia kerap disapa mengaku tidak menyangka bahwa rasa penasaran terhadap Puja Mulya dapat berakhir hingga ke pelaminan. Ketertarikannya dengan Puja dimulai saat dirinya masuk ke dalam grup Whatsapp “Solidaritas Gojek Medan”, dimana sang suami merupakan ketua dari grup  yang diikutinya tersebut.

    “Waktu gabung grup, aku penasaran dengan Ketua SGM yang sering menjadi perbincangan, terus aku kepo-in fotonya,” cerita Novi dalam keterangan yang didapatkan dari salah satu sumber.

    Kedua pasangan yang kini berstatus suami istri tersebut, akhirnya sempat bertemu di acara Donor Darah Aksi Damai Gojek dan Becak Motor yang diadakan di Lapangan Merdeka Medan pada akhir bulan Februari silam.

    Pertemuan keduanya akhirnya tanpa diduga-duga dan disangka-sangka ternyata justru membuahkan hasil yang begitu baik, kini giliran Puja yang beraksi dengan pura-pura salah kirim chat melalui Whatsapp kepada dirinya.

    Namun, Novi telah menyadari bahwa itu adalah salah satu teknik untuk mendapatkan hatinya. Meski begitu, keduanya tetap saling melanjutkan proses pendekatan yang diawali dari ketidaksengajaan tersebut.

    Setelah lama sering mengobrol lewat aplikasi Whatsapp, kisah cinta kedua pengemudi Gojek tersebut pun mulai bersemi dan semakin menguat. Hingga akhirnya, Puja memberanikan diri untuk mengajak Novi berkenalan dengan kedua orang tuanya.

    “Aku dikenalin jadi pacarnya padahal kami belum jadi pacar saat itu,” katanya malu-malu. Dari situlah, Novi pun terpana dengan keberanian dan kesungguhan lelaki yang kini menjadi suaminya tersebut.

    Wanita lulusan Fakultas Ekonomi Universitas Pancabudi Medan menceritakan keputusannya untuk beralih profesi menjadi seorang pengemudi Gojek adalah keputusannya yang tepat.

    Wanita yang sebelumnya merupakan karyawan swasta dari suatu perusahaan asing di Medan ini bersyukur karena dengan keputusannya bekerja sebagai driver Gojek dia justru dapat berhasil menyelesaikan skripsi dan tak disangka pekerjaan ini dapat membawanya bertemu dengan jodohnya yang sudah ditunggunya sejak lama.

    Pernikahan ini meriah karena kehadiran, serta dukungan lebih dari 100 driver Gojek Medan.

    Mulai dari sesi mengucap ijab qobul sampai arak-arakan keliling kampung, para driver meramaikan dan mendukung acara sampai selesai.

    Solidaritas yang terjalin antar sesama driver Gojek di Medan ini memang patut diapresiasi.

    Selain bersaing secara sehat, para driver ini juga kerap mendukung sesama rekan seprofesinya dalam berbagai hal termasuk pernikahan ini.

    Arak-arakan dimulai pada pukul 16.00 WIB, bertempat di sekitaran lokasi pesta, yaitu di Jalan Tiung, Perumnas Mandala, Kota Medan.

    Pengantin diarak menggunakan mobil klasik serta diiringi oleh puluhan driver yang berbaris di belakang.

    Masyarakat sekitar menunjukkan antusiasme mereka dengan turut bergabung dalam barisan. Ratusan pasang mata menyaksikan langsung arak-arakan ini belum lagi orang yang menyaksikan lewat video yang diunggah di media sosial.

    Wah cinta lokasi memang terkadang bisa membuat dirimu menemukan jodoh yang sesungguhnya. Selamat menempuh hidup baru ya.

     

  • Ada Istana Negara Untuk Lansia Di Wonogiri

    Ada Istana Negara Untuk Lansia Di Wonogiri

    Pembangunan infrastruktur dan juga sarana prasarana yang lebih baik memang sedang banyak digalakkan di beberapa daerah-daerah yang diharapkan memiiki potensi untuk lebih maju. Tidak heran jika banyak daerah yang mulai merubah dan juga menambah infrastrukturnya agar lebih baik dan lebih terpandang, bahkan bisa dijadikan sebagai destinasi tujuan ketika liburan tiba.

    Baru-baru ini sebuah Kota di Jawa Tengah ini memang juga membangun beberapa infrastruktur mulai dari tempat wisata, tata pemerintahan, hingga kabarnya juga membangun sebuah istana negara.

    Wacana pemindahan ibu kota negara selama ini sama sekali tidak menyinggung daerah Wonogiri di Jawa Tengah sebagai altenatif lokasi baru. Namun sebuah bangunan megah mirip istana negara sedang dibangun di sebuah desa di Wonogiri.

    Di Kota Wonogiri inilah, sebuah istana negara dibangun dan difungsikan. Namun uniknya, istana negara ini justru bukan diperuntukkan bagi kepala negara, melainkan diperuntukkan bagi para kaum lansia yang dikumpulkan dan dipersilakan untuk berkumpul di istana negara tersebut.

    Meski, pada umumnya istana negara biasanya identik diperuntukkan bagi para kepala negara. Istana negara yang satu ini memang sengaja dibuat untuk tujuan sosial, dengan memanfaatkan fungsi bangunan ini sebagai menjamu bagi para lansia yang memang merupakan tujuan yang begitu mulia.

    Bangunan yang berdiri begitu megah dengan didominasi warna putih dan arsitektur menyerupai Istana Negara atau Istana Kepresidenan Jakarta, Istana Parnaraya di Wonogiri mempunyai fungsi lainnya. Bangunan megah ini tidak ada kaitannya sama sekali dengan persoalan atau urusan kepresidenan atau pemerintahan, melainkan diperuntukkan bagi orang-orang lanjut usia (lansia).

    Bangunan itu memang dirancang mirip sekali dengan istana negara di Jakarta, lengkap dengan 5 pilar berdiri kokoh pada teras bangunan utama. Warna serba putih membuatnya semakin terasa mewah. Hal itulah yang membuat kompleks seluas 2.500 meter persegi itu disebut sebagai istana.

    ‘Istana’ itu berada di Desa Kebonagung RT 01 RW 02, Kecamatan Sidoharjo, Wonogiri. Lokasinya cukup mudah ditemukan. Dari Alun-alun Kabupaten Wonogiri, harus menempuh perjalanan sekitar 20 km ke arah timur. Sampai di Pasar Sidoharjo, belok arah ke selatan sekitar 2 km.

    Oleh pemiliknya yang juga merupakan seorang pengusaha asal Sidoharjo, Suparno, 47tahun ini, istana ini dibuat khusus untuk para orang lansia. Secara berkala, bangunan di Dusun Kebonagung RT 003/RW 001, Desa Kebonagung, Sidoharjo, itu akan dijadikan sebagai tempat berkumpul ratusan orang lansia dari 17 dusun di Sidoharjo yang dua tahun ini disantuninya.

    Selama ini, Suparno memang secara rutin memberikan santunan setiap bulannya kepada mereka yang hidup sebatang kara, miskin, dan mendapat perlakuan kurang layak. Dia ingin menempatkan mereka di istana agar mereka senang. Mereka secara bergiliran akan diundang ke istana makan bersama, bercengkerama, pengajian, dan kegiatan positif lainnya saat Suparno pulang ke Wonogiri.

    Dia memastikan mereka akan mendapat perlakuan layaknya orang tua yang dirawat oleh anaknya sendiri. Suparno mengaku begitu prihatin melihat begitu banyak orang jompo yang kurang diperhatikan oleh keluarganya. Misalnya, kamar tidur mereka ditempatkan di dapur, di bawah talang, atau tempat kurang layak lainnya.

    Dia berharap bahwa langkahnya tersebut dapat menginspirasi banyak orang untuk melakukan hal yang sama. Pasalnya, di Sidoharjo saja masih ada 1.500 orang lansia yang kondisinya sangat memprihatinkan. Disinggung mengenai pemanfaatan istana jika tak digunakan untuk mengumpulkan orang lansia, Suparno berencana menjadikannya tempat wisata dan pusat kegiatan masyarakat.

    Kompleks istana terdiri atas empat bangunan, yakni bangunan utama Istana Parnaraya seluas kurang lebih 200 m2 dengan tinggi lebih dari 12 meter. Interior Istana Parnaraya dilengkapi kursi dan meja kayu mewah, lukisan orang tua dan penari Bali, dan seperangkat alat elektronik canggih.

    Di belakangnya terdapat bangunan berukuran 6 m x 15 m yang sedianya akan dijadikan studio film biografi dan museum karya usaha Suparno, dan sisi kirinya ada bangunan 20 m x 8 m menyatu dengan musala. Bangunan itu akan dijadikan kafe yang diberi nama Kafe Cah Tukang Dolan (CTD). Bangunan lainnya adalah garasi mobil dan sepeda motor.

    Keren sekali ya guys, lain waktu rasanya harus berkunjung kesana ya ketika pembangunanya sudah 100 persen rampung.

     

     

     

  • Selalu Rangking 23, Ketika Rapor Dibuka Mengejutkan

    Selalu Rangking 23, Ketika Rapor Dibuka Mengejutkan

    Selain banyak dimanfaatkan untuk hal-hal yang kurang bermanfaat bagi sebagian orang, media sosial juga banyak dimanfaatkan oleh orang untuk membagikan kisah-kisah inspiratif yang tentunya bisa digunakan sebagai sarana untuk memotivasi seseorang.

    Banyaknya berita-berita miring maupun negatif, namun rupanya juga banyak berita-berita bahkan kisah inspiratif yang seolah menutupi berita-berita miring yang banyak beredar di media sosial.

    Berita-berita inilah yang membuat banyak orang terkesima dan merasa terinspirasi akan kisahnya.

    Baru-baru ini muncul sebuah cerita viral baru di media sosial Facebook dan langsung menyita banyak perhatian dari publik.

    Padahal, cerita viral tersebut sama sekali bukan dari akun ternama, atau yang konsisten mendapat banyak like maupun dibagikan ulang oleh sejumlah akun sosial media.

    Pemilik akun facebook yang mengunggah kisah tersebut diketahui bernama Winardi Abu Faqih.

    Postingnya tersebut diunggah pada Senin (3/7/2017) pukul 08.25 WIB di Kota Bekasi, Jawa Barat.

    Hingga berita ini diturunkan, berdasarkan pantauan yang didapat postingan tersebut sudah dibagikan sebanyak lebih dari 38 ribu kali. Sedangkan postingan tersebut juga sudah dikomentari oleh para pengguna sosial media sebanyak 10.500 lebih dan 59 ribu lebih like.

    Postingan Winardi Abu Faqih itu berjudul “Anakku ranking ke-23”.

    Singkat cerita, postingan ini berisikan sebuah cerita dan sebuah foto yang menggambarkan seorang anak sedang membantu orangtuanya di dapur.

    Ceritanya mengisahkan tentang seorang anak yang di kelasnya selalu mendapatkan ranking ke-23 di setiap hasil ujiannya.

    Kedua orangtuanya sempat merasa bingung dan heran karena tingkah anaknya yang dianggap tidak seperti anak pada umumnya.

    Hal mengherankan pun terjadi, ketika ditanya mengenai cita-cita, si anak malah menjawab tegas ingin menjadi seorang guru TK, jika tidak dia hanya ingin menjadi seorang Ibu Rumah Tangga yang bertugas di rumah.

    Namun kemudian orangtuanya sadar ketika mendapati kenyataan diakhir ujian semester anaknya tersebut.

    Anaknya memang seperti biasanya kembali mendapat ranking 23, tapi si orangtua mendapat keterangan yang mengejutkan dari wali kelas anaknya.

    Dia mengatakan ada satu hal aneh yang terjadi. Hal yang pertama kali ditemukannya selama lebih dari 30 tahun mengajar. Dalam ujian bahasa ada sebuah soal tambahan.

    Dalam soal itu tertera: SIAPA TEMAN SEKELAS YANG PALING KAMU KAGUMI DAN APA ALASANNYA?
    Dan jawaban dari semua teman sekelasnya sama, tak ada satu pun yang beda. Mereka serentak menuliskan nama anakku.

    Mereka bilang karena anakku sangat senang membantu orang,selalu memberi semangat, selalu
    menghibur,selalu enak diajak berteman,dan banyak lagi.

    Postingan ini membuat banyak netizen terenyuh dan memuji orangtua maupun si anak karena kisah inspiratifnya tersebut.

    Banyak sekali yang mengomentari unggahan kisah tersebut, tentu dengan komentar-komentar yang positif:

    “Terinspirasi bgt…!!! I do like it…..,” kata Saifullah dalam komentarnya.

    “Ngerasa brada dlm cerita tu,” kata Siti Nurhandayani.

    “Benar2 cerita yg sngt menginspirasi qta sbg orang tau.. Bner2 salut,” kata Anastasya Kusuma Wardhani.

    “Kereeennn banget…merinding bacanya..kok jadi melow..karena saya adalah ayah yang gagal..,” kata Ade Andri.

    Penasaran dengan postingan kisah versi aslinya. Berikut in unggahan kisah inspiratif tersebut:

    Anakku ranking ke-23 …

    Di kelasnya ada 25 orang murid,setiap kenaikan kelas,anak perempuanku selalu mendapat ranking ke-23. Lambat laun ia dijuluki dengan panggilan nomor ini. Sebagai orangtua,kami merasa panggilan ini kurang enak didengar,namun anehnya anak kami tidak merasa keberatan dengan panggilan ini.

    Pada sebuah acara keluarga besar,kami berkumpul bersama di sebuah restoran. Topik pembicaraan semua orang adalah tentang jagoan mereka masing-masing. Anak-anak ditanya apa cita-cita mereka kalau sudah besar? Ada yang menjawab jadi dokter,pilot,arsitek bahkan presiden. Semua orang pun bertepuk tangan. Tapi anak perempuan kami terlihat sangat sibuk membantu anak kecil lainnya makan. Semua orang mendadak teringat kalau hanya dia yang belum mengutarakan cita-citanya.

    Didesak orang banyak,akhirnya dia menjawab ,,,
    “Saat aku dewasa,cita-citaku yang pertama adalah menjadi seorang guru TK,memandu anak-anak menyanyi,menari lalu bermain-main”.

    Demi menunjukkan kesopanan,semua orang tetap memberikan pujian,kemudian menanyakan apa cita-citanya yang kedua.
    Dia pun menjawab ,,,
    “Saya ingin menjadi seorang ibu,mengenakan kain celemek bergambar Doraemon dan memasak di dapur,kemudian membacakan cerita untuk anak-anakku dan membawa mereka ke teras rumah untuk melihat bintang.”

    Semua sanak keluarga saling pandang tanpa tahu harus berkata apa. Nampak raut muka isteriku pun terlihat canggung sekali.

    Sepulangnya kami kembali ke rumah,isteriku mengeluhkan ke padaku,apakah aku akan membiarkan anak perempuan kami kelak hanya
    menjadi seorang guru TK?

    Anak kami sangat penurut,dia tidak lagi membaca komik,tidak lagi membuat origami,tidak lagi banyak
    bermain. Bagai seekor burung kecil yang kelelahan,dia ikut les belajar sambung menyambung,buku pelajaran dan buku latihan dikerjakan terus tanpa henti. Sampai akhirnya tubuh kecilnya tidak bisa bertahan
    lagi terserang flu berat dan radang paru-paru. Akan tetapi hasil ujian semesternya membuat kami tidak
    tahu mau tertawa atau menangis, tetap saja rangking 23.
    Kami memang sangat sayang pada anak kami ini,namun kami sungguh tidak memahami akan nilai di
    sekolahnya.

    Pada suatu minggu,teman-teman sekantor mengajak pergi rekreasi bersama. Semua orang membawa serta keluarga mereka. Sepanjang perjalanan penuh dengan tawa,ada anak yang bernyanyi,ada juga yang memperagakan kebolehannya.
    Anak kami tidak punya keahlian khusus,hanya terus bertepuk tangan dengan sangat gembira. Dia seringkali lari ke belakang untuk mengawasi bahan makanan,merapikan kembali kotak makanan yang terlihat sedikit miring,mengetatkan tutup botol yang longgar atau mengelap wadah sayuran yang meluap ke luar. Dia sibuk sekali bagaikan seorang pengurus rumah tangga cilik.

    Ketika makan,ada satu kejadian tak terduga. Dua orang anak lelaki teman kami,satunya si jenius matematika,satunya lagi ahli bahasa Inggris berebut sebuah kue. Tiada seorang pun yang mau melepaskannya,juga tidak mau saling membaginya. Para orang tua membujuk mereka,namun tak berhasil. Terakhir anak kamilah yang berhasil melerainya dengan merayu mereka untuk berdamai.

    Ketika pulang,jalanan macet. Anak-anak mulai terlihat gelisah. Anakku membuat guyonan dan terus membuat orang-orang semobil tertawa tanpa henti. Tangannya juga tidak pernah berhenti,dia mengguntingkan berbagai bentuk binatang kecil dari kotak bekas tempat makanan. Sampai ketika turun dari mobil bus,setiap orang
    mendapatkan guntingan kertas berbentuk hewan masing-masing,dan mereka terlihat begitu gembira.

    Selepas ujian semester,aku menerima telpon dari wali kelas anakku. Pertama-tama mendapatkan kabar kalau rangking sekolah anakku tetap 23. Namun dia mengatakan ada satu hal aneh yang terjadi. Hal yang pertama kali ditemukannya selama lebih dari 30 tahun mengajar. Dalam ujian bahasa ada sebuah soal tambahan. Dalam soal itu tertera: SIAPA TEMAN SEKELAS YANG PALING KAMU KAGUMI DAN APA ALASANNYA?
    Dan jawaban dari semua teman sekelasnya sama,tak ada satu pun yang beda. Mereka serentak menuliskan nama anakku.

    Mereka bilang karena anakku sangat senang membantu orang,selalu memberi semangat,selalu
    menghibur,selalu enak diajak berteman,dan banyak lagi.

    Si wali kelas memberi pujian ,,,
    “Anak bapak ini kalau bertingkah laku terhadap orang,benar-benar nomor satu”.

    Tak berselang lama aku mencandai anakku dan berkata padanya ,,,
    “Suatu saat kamu akan jadi pahlawan”.

    Anakku yang sedang merajut selendang leher tiba-tiba menjawab ,,,
    “Bu guru pernah mengatakan sebuah pepatah,ketika pahlawan lewat,harus ada orang yang bertepuk tangan di tepi jalan.”

    Dia lalu melanjutkan ,,,
    “Ayah… Aku tidak mau jadi pahlawan. Aku mau jadi orang yang bertepuk tangan di tepi jalan saja.”

    Aku terkejut mendengarnya. Dalam hatiku pun terasa hangat seketika. Seketika hatiku tergugah oleh anak perempuanku. Di dunia ini banyak orang yang bercita-cita ingin
    menjadi seorang pahlawan,jadi orang-orang hebat,atau orang terkenal. Namun anakku memilih untuk menjadi orang yang tidak ‘terlihat’. Seperti akar sebuah tanaman,tidak terlihat,tapi dialah yang mengokohkan,dialah yang memberi makan dan dialah yang memelihara kehidupan yang lain.

    ~ ~ ~

    Sahabatku,,,
    Hidup itu bukan semata-mata untuk menunjukan siapa yang paling penting,siapa yang paling berperan,atau siapa yang paling hebat,tapi sederhana saja,siapa yang paling bermanfaat bagi yang lain …

    Inspiratif sekali bukan, jadi jangan menilai anak dari pandai atau tidak pandai ilmunya. Namun, juga lihatlah dari hati dan juga kepribadiannya.

  • Undangan Salat Subuh Berjamaah, Dilanjutkan Akad Nikah

    Undangan Salat Subuh Berjamaah, Dilanjutkan Akad Nikah

    Dalam melangsungkan pernikahan, tentunya memiliki beragam tata cara dan juga rentetan prosesi yang berbeda-beda. Setiap pengantin pasti memiliki konsep penrikahannya masing-masing, tak terkecuali dengan calon pengantin yang satu ini.

    Meski sempat membuat heboh lantaran undangan pernikahan yang disebarkannya untuk acara pernikahannya tersebut. Nyatanya, kini banyak yang merasa patah hati lho karena ditinggal nikah oleh pria yang satu ini.

    Siapa ya, sosok pria tersebut?

    Muzammil Hasballah (24), qari sekaligus imam Masjid Salman, Institut Teknologi Bandung, Bandung, Jawa Barat memang beberapa waktu terakhir ini sedang menjadi sorotan publik.

    Pasalnya, pada Jumat (7/7/2017) hari ini, dia melangsungkan akad nikah dengan wanita pujaan hatinya, Sonia Ristanti (22).

    Akad nikah berlangsung di Aceh, pagi ini, di Masjid Al Ma’mur (Masjid Oman), Banda Aceh, Aceh.

    Muzammil juga memberikan undangan terbuka melalui akun jejaring sosial Instagramnya, @muzammilhb, tiga hari silam.

    Sebelum melangsungkan akad nikah, Muzammil terlebih dahulu menjadi imam salat subuh berjamaah di masjid yang sama.

    Setelah menjalankan salat subuh, Muzammil menjalani akad nikah disaksikan ratusan jamaah.

    Pernikahan Muzammil itu pun langsung menyedot perhatian netizen.

    Dia menanggapi undangan yang menjadi viral tersebut karena Muzamil sendiri mengunggahnya di akun Instagram miliknya. Selain itu, Ustadz Yusuf Mansur mengunggah ulang undangan tersebut, yang membuatnya semakin tersebar.

    “Undangan nikahnya ya? Tanggapannya wajar, sebetulnya karena di-sharejuga. Dia (Muzamil) juga mem-posting di akun Instagram-nya. Dan dua hari lalu, Ustaz Yusuf pun juga mem-posting di Instagram-nya,” ujarnya.

    Randi sedikit menceritakan profil singkat calon istri Muzamil bernama Sonia Ristanti (22). Dia mengatakan Sonia ialah adik kelas Muzamil sejak di SMA.
    Sonia sendiri baru lulus pada tahun ini dari Universitas Syiah Kuala, Aceh. Dalam undangan tersebut, sebelum keduanya melangsungkan akad nikah, akan digelar salat subuh berjemaah.

    “Memang seperti itu, direncanakan seperti itu konsepnya. Dan itu pun ada masukan dari takmir masjid setempat. Dia memang berencana menikah di hari Jumat, hari baik. Lalu ditawari salat subuh dulu. Mungkin juga agar menarik jemaah juga,” ucap Randi.

    Dia mengatakan pasangan ini akan melaksanakan pernikahan dengan tradisi lokal Aceh. Selain seperangkat alat salat, maskawin yang akan diserahkan ialah beberapa mayam emas.

    Muzamil Hasballah dikenal lewat suara indahnya ketika melantunkan Alquran. Videonya membaca ayat Alquran juga sempat menjadi viral di medsos saat menjadi imam salat.

    Untuk lebih jelasnya, inilah profil istri Muzammil yang dianggap oleh para wanita merupakan wanita yang beruntung mendapatkan suami seperti Muzammil.

    Lalu, siapakah sosok yang diperistri Muzammil sebenarnya?

    Lulus SMA, Muzammil lanjut kuliah pada Institut Teknologi Bandung, sedangkan Sonia memilih kuliah pada Jurusan Teknik Geofisika, Univesitas Syiah Kuala, Banda Aceh.

    Sonia lulus pada tahun 2017 ini.

    Usai menamatkan pendidikan tinggi, dia pun memantapkan niat untuk menjadi seorang istri.

    Ia berasal dari Kabupaten Bireuen, Aceh.

    Dara kelahiran 26 Februari 1995 ini kemudian tinggal di Banda Aceh sejak SMA hingga saat ini.

    Di pernikahan tersebut, wajah Sonia sang mempelai wanita tidak terlihat, dan ditutupi jilbab serta cadar berwarna putih.

    Banyak netizen yang merasa penasaran dengan wajah wanita tersebut.

    Ketika ditelusuri, Sonia ternyata memiliki sebuah akun Instagram.

    Ia menggunakan nama @soniaristanti untuk akunnya itu.

    Bahkan akun itu kini telah memiliki 142 ribu follower.

    Namun yang membuat netizen heran adalah isi postingan dari akun tersebut.

    Sebelumnya Sonia sempat mengunggah beberapa video dengan suaranya yang disamarkan dan foto dirinya yang tak pernah diunggah.

    Tapi setelah resmi menikah, ia memilih untuk menghapus semua postingannya yang terdahulu.

    Sonia hanya menyisakan dua postingan saja.

    Satu berisi undangan pernikahan dirinya dengan Muzammil dan satu lagi foto mesra bersama sang suami.

    “Semoga Allah melimpahkan rahmat Nya atas segala niat baik kita..Aamiin,” tulis Sonia di postingan pertamanya.

    “Allah Maha Baik telah menyatukan hati kita…” tulisnya di postingan kedua.

    Postingan keduanya tersebut pun langsung dibanjiri dengan komentar dari netizen.

    “Masyaallah adeeemmm.”

    “Barakallah kak soniaa dan bang muzzam, semoga samawaa.”

    “Wanita yang baik untuk lelaki yang baik @soniaristanti @muzammilhb barakallah.”

    Sementara itu, netizen lain menyoroti unggahan Sonia yang hanya disisakan dua buah saja.

    “Fotonya cuma 2 aja,” kata akun @queenvie_wijaya.

    “udah lama punya akun IG-nya cuma postingannya dihapus dan disisakan dari undangannya aja,” kata akun @nurvasyaalfar.

    Adem ya liat pasangan ini, semoga langgeng ya?

     

  • Saat Video Mantan Presiden Soeharto Ditanya Anak SD Muncul Lagi

    Saat Video Mantan Presiden Soeharto Ditanya Anak SD Muncul Lagi

    Beberapa waktu lalu video yang sudah pernah beredar lama pun kembali diunggah dan diperbincangkan oleh publik. Bahkan, ada juga yang membagikan ulang video dari masa lalu tersebut dan menjadi booming  kembali. Memang kadang kala daya tarik sesuatu di masa lalu membuat orang menjadi mengenang kenangan tersebut di masa mendatang.

    Setelah beredar video live siaran berita oleh Ira Koesno dan Arif Suditomo yang tengah tertawa di tengah-tengah  live membacakan siaran berita beberapa waktu silam saat keduanya masih aktif menjadi penyiar berita televisi. Beberapa waktu ini publik juga dihebohkan dengan unggahan kembali video Mantan Presiden RI Soeharto yang tengah ditanyai oleh anak SD.

    Soeharto, dikenal sebagai presiden yang memiliki gaya kepemimpinan yang lembut namun tegas. Hal ini terlihat saat ia mengundang anak-anak SD pada Hari Anak Nasional, Rabu 13 Juli 1994.

    Sebuah video pendek yang memperlihatkan sesi tanya jawab antara Presiden RI ke-2, Soeharto dengan murid SD ramai diperbincangkan di media sosial.

    Temu Wicara Presiden Soeharto pada Hari Anak Nasional di Istana 13071994, beginilah jawaban Presiden Soeharto ketika ditanya oleh salah satu anak SD yang di undang ke komplek istana negara, Jakarta, dalam suatu acara.

    Dalam video berdurasi 1:45 menit itu terlihat Presiden Soeharto sedang berbicara di depan puluhan anak-anak.

    Presiden Soeharto terlihat menyempatkan sesi tanya jawab kepada perwakilan murid.

    Menariknya, ada satu anak yang justru melontarkan pertanyaan yang cukup mengejutkan.

    Ia bertanya mengapa presiden di Indonesia cuma satu.

    “Mengapa presiden di Indonesia cuma satu, padahal Indonesia sangat luas?,” tanya seorang anak yang mengaku perwakilan dari Sulawesi Tengah.

    Diawali tawa ringan, dengan cepat Presiden Soeharto merespon pertanyaan tersebut.

    “Ya terang itu..nanti kalau.. Kenapa presiden cuma satu, untuk memimpin negara dan bangsa itu. Kalau sampai dua-tiga nanti lantas tidak bisa berjalan dengan baik,” jawabnya.

    Presiden Soeharto pun melanjutkan jawabannya, bahwa presiden yang hanya satu itu melaksanakan apa yang diputuskan oleh rakyat.

    “Walaupun satu, tapi sebetulnya terikat kepada garis besar haluan negara, terikat kepada Pancasila, terikat kepada Undang-undang Dasar 45. Jadi memang ndak boleh, menurut Undang-undang memang harus satu,” paparnya.

    Barangkali merasa pertanyaan itu agak ‘berat’ untuk ukuran siswa SD, akhirnya Presiden Soeharto pun penasaran lalu balik bertanya kepada anak itu.

    “Kenapa kamu tanya begitu?,” tanya presiden.

    Dengan nada setengah tertawa, presiden pun kembali mengulangi pertanyaannya.

    “Kenapa kamu bertanya begitu? Siapa yang suruh, siapa?,” tanyanya diikuti tawa sejumlah rombongan.

    Bukan hanya pertanyaan tentang kenapa Presiden Indonesia hanya satu, beberapa anak pun mengajukan pertanyaan-pertanyaan kepada Soeharto dan jawaban nya pun selalu dengan sangat seius tanpa memandang umur dan tingkatan sekolah anak-anak tersebut.

    Video itu sebenarnya sudah diunggah di Youtube pada akhir Juli 2016, namun kembali viral karena dibagikan netizen.

    Melihat video tersebut, banyak netizen yang justru merasa ngeri.

    Wahyuda Pratama kok aku takut ya lihat wajah pak soeharto saat nanya balik ke anak itu…

    Life is Art6 INILAH HEBATNYA REZIM SOEHARTO… COBA BAYANGKAN..ANAK KECIL AJA NANYA UDAH DICARI SIAPA YANG NYURUH…

    @quatrosofia berasa horornya ditanya begitu. Emang beda ini aura Presiden. Antara keren dan takut.

    @AOeij masi idup gk yang nanya?

    @edwin_basuki itu anak yg nanya msh hidup smp skrng?

    Untuk diketahui, Presiden Soeharto merupakan presiden kedua Indonesia, menggantikan Ir Soekarno.

    Ia berkuasa selama 32 tahun, sejak tahun 1966 sampai dengan 1998 di masa Orde Baru.

    Sejauh ini, pemerintahan Soeharto tercatat sebagai periode pemerintahan presiden terlama dalam sejarah rezim penguasa di Indonesia.

    Gaya kepemimpinan Soeharto yang memang terbilang cukup baik meski seringkali dianggap kejam dan tegas. Meski begitu, hal ini membuat dirinya pun menjadi Presiden dalam waktu yang cukup lama. Sikapnya yang tegas dan sangat berwibawa membuatnya disegani dan bahkan ditakuti oleh banyak orang.

    Namun memang banyak perubahan dalam kepemimpinan Soeharto kala itu. Meski begitu gaya tegasnya hingga kini masih diingat dan dikenang oleh sebagian orang di Indonesia, tentunya orang-orang di zaman kepemimpinan Presiden Soeharto masih ingat dong ya?